Fajar


 Breaking News

Terungkap, Pembunuhan Sadis di Jeneponto Dipicu Masalah Kuda

Tiga pelaku pembunuhan sadis ditangkap aparat Polres Jeneponto.

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Jeneponto terkenal dengan kudanya. Hewan ini pula yang menjadi pemicu pembunuhan sadis terhadap Majid bin Kadir (45) di areal persawahan Kampung Saluka, Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Selasa (16/5/2017) lalu.

Hal itu terungkap setelah polisi menangkap tiga pelaku pembunuhan. Salah seorang di antaranya, Bahar mengaku dendam kepada korban. Pada 2014 lalu, dia pernah kehilangan tiga ekor kuda. Saat itu, korban siap membantu menemukan kudanya, namun minta tebusan Rp10 juta.

Majid sehari-hari bekerja sebagai petani di Kampung Barobbo, Dusun Bulusibatang, Kecamatang Bontoramba. Dia ditemukan dengan luka bekas senjata tajam di sekujur tubuhnya.

Pelakunya akhirnya ditangkap tiga hari berselang. Selain Bahar (34), dua tersangka lainnya adalah Sampara bin Pattah (25), dan Bate bin Nyolle (45).

Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto menjelaskan, tim yang dipimpin Kapolsek Tamalatea AKP Syahrul mendatangi rumah Bahar, namun yang bersangkutan tidak berada di rumah. Anaknya bilang Bahar ke rumah pamannya, Serka Hasbullah yang merupakan anggota TNI Batalyon 726 Takalar.

AKP Syahrul lalu melapor kepada Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Ismail dan ditindaklanjuti Kasat Reskrim melapor ke Kapolres Jeneponto. Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto lantas menghubungi Dandim Takalar Letkol Hendry D agar disambungkan dengan salah satu perwira yang dituakan di Batalyon 726 Takalar. Saat itu, Danyon beserta pasukannya berangkat penugasan ke Maluku.

Selanjutnya, Dandim Takalar memberikan nomor kontak Kakorum Lettu Asri. Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto lalu berbicara dengan Lettu Asri dan menyampaikan persoalan dan maksudnya agar Serka Hasbullah kooperatif menyerahkan tersangka Bahar.

"Atas koordinasi tersebut, Serka Hasbullah menunjukkan tempat persembunyian Bahar sehingga tim dapat menangkap dan mengamankan Bahar sekitar jam 21.00 wita," urai Hery Susanto, Jumat (19/5/2017).

Dari keterangan Bahar, polisi kemudian menjemput Sampara bin Pattah di Desa Barobo, Kecamatan Bontoramba, sekitar pukul 23.00 wita. Keduanya kemudian mengaku hanya suruhan Bate. Polisi pun kemudian menangkap Bate sekitar pukul 23.30 Wita. (taq)

 

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait