Fajar


 Breaking News
  • IJTI Silaturahmi ke Redaksi Harian FAJAR: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel berkomitmen membangun sinergitas. Tak hanya sesama jurnalis televisi, tapi ke media cetak juga.Malam...
  • Harian Fajar Dapat Penghargaan Bawaslu Sulbar Award: FAJARONLINE.COM, MAMUJU--- Harian FAJAR mendapatkan penghargaan dalam Bawaslu Sulbar Award 2017 yang diselenggarakan di D'Maleo Hotel, Kamis malam 25 Mei. Media terbesar...
  • Waspada... Persegres Tahu Kelemahan PSM: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Persegres Gresik United bersiap menghadapi lawan berat pada lanjutan Liga 1, PSM Makassar, di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu, 28 Mei, mendatang....
  • Dinas Pertanian Program Sapi Induk Harus Bunting: FAJARONLINE.COM, PALOPO -- Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kota Palopo menggelar sosialisasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS-SIWAB) dengan...
  • PKK Khitan 1000 Anak di Palopo: FAJARONLINE.COM, PALOPO -- TP-PKK Kota Palopo dan insan kesehatan menggelar Sirkumsi (khitanan) terhadap 1.000 anak usia Sekolah Dasar (SD), yang dilaksanakan di SMAN 3 Palopo,...
  • Target Kalahkan Gresik, PSM Boyong Pemain Terbaik: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Menghadapi Persegres Gresik Unted, PSM Makassar memboyong 20 pemain. Sama seperti laga sebelumnya meski hanya menghadapi tim papan bawah, pelatih...

17 Agustus, Warga Pulau Kampuang Merdeka dari Kegelapan

Pulau Karampuang dilihat dari punjak kelapa tujuh. (FOTO: KOMPA DANSA MANDAR)

FAJARONLINE.COM,MAMUJU - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Karampuang terus digenjot. Proyek bantuan Amerika Serikat ini direncanakan sudah dapat digunakan pada 17 Agustus 2017.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Sky Energy Indonesia sebagai perpanjangan tangan Amerika akan membangun empat titik PLTS untuk menerangi 3317 warga yang bermukim di Pulau Karampuang. Dari empat titik pembangkit PLTS tersebut akan menghasilkan daya maksimal 598 kWp.

Direktur Sky Energy Indonesia, Hengky Loa menargetkan pembangunan yang PLTS yang dikerjakan rampung sesuai dengan rencana yaitu Desember mendatang. Namun untuk tahap pertama akan rampung pada 17 Agustus mendatang.

"Listrik pertama akan kami salurkan kepada warga pada 17 Agustus bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. Namun itu tentunya belum rampung semuanya, hanya warga yang ada di area satu, sedangkan tiga area lainnya akan rampug pada akhir tahun ini," kata Hengky Sabtu (20/5/2017).

Lebih lanjut Hengky juga menjelaskan proyek PLTS Karampuang ini akan menjadi tanggungannya hingga 20 tahun mendata sesuai dengan kontrak yang disepakati dengan pemerintah Sulbar. Dalam perjanjian tersebut, Pemerintah Sulbar memiliki saham sebesar 51 persen dan pengembang 41 persen.

"Semua biaya perawatan dan perbaikan akan menjadi tanggungan kami. Pemerintah setempat baik itu kabupaten maupun provisi tinggal menunggu hasil saja," ulasnya.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid menuturkan penggunaan listrik di Pulau Karampuang tidak bedanya dengan daerah lain, yaitu dengan menggunakan sistem e-listrik. Cara ini dinilai lebih murah dan efisien jika dibandingkan dengan sistem generator diesel yang selama ini digunakan warga.

"Daya untuk satu rumah akan dibatasi yaitu sebesar 450 watt saja. Hal ini dilakukan agar ketersedian listrik terjamin. Sedangkan untuk usaha atau kelompok nelayan itu bisa dibicarakan lebih lanjut. Yang jelas masyarakat Pulau Karampuang nantinya sudah bisa menggunakan listrik selama 24 jam," ulasnya.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menambahkan dengan adanya ketersediaan listrik akan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Usaha nelayan, rumah makan dan pariwisata akan bertumbuh dengan pesat.

"Kan kalau sudah ada listrik semua jadi terang. Ketersediaan listrik juga bisa menjadi faktor utama semakin banyak pengunjung yang ingin melihat keindahan dunia bawah laut di Pulau Karampuang," ujar mantan bupati Polman tersebut. (edo)

Berita Terkait