Fajar


 Breaking News

Germas, untuk Indonesia Sehat

Rachmat Faisal Syamsu Dosen Fakultas Kedokteran UMI Makassar

* Dalam Rangka Hari Bakti Dokter Indonesia, 20 Mei 2017

Hari Bakti Dokter Indonesia dilaksanakan setiap 20 Mei sejak 1908. Penetapan ini bertepatan Hari Kebangkitan Nasional, sebab keduanya ditetapkan perkumpulan Boedi Utoemo bersama para mahasiswa kedokteran. 

Sejak dahulu, berbagai upaya telah dilakukan Kementrian Kesehatan untuk membuat Indonesia menjadi sehat. Upaya terbaru yang dicanangkan Menteri Kesehatan RI adalah menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Beliau meminta semua stakeholder di provinsi, kabupaten, dan kota mendukung serta menyukseskan Germas yang merupakan program kerja pemerintah pusat sejak akhir Maret 2016 lalu.

Germas mengutamakan upaya promotif dan preventif atau pada level promosi dan pencegahan, bukan level pengobatan. Hal tersebut diharapkan mampu membawa Indonesia menghadapi tantangan serius tentang meningkatnya angka penyakit tidak menular (PTM). Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan adalah penyakit menular (PM) seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), tuberkulosis (TBC), dan diare.

Namun sejak 2010 sampai sekarang PTM seperti stroke, jantung, dan kencing manis menunjukkan angka kejadian yang besar di masyarakat. Ada pergeseran penyakit dari PM ke PTM yang perlu perhatian semua komponen provinsi hingga negara dalam upaya pencegahan.

Upaya promotif dan preventif adalah dua tujuan utama Germas, hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan pengetahuan serta kemandirian masyarakat dalam hal memperhatikan pola hidup atau life style sehari-hari.

Menurut Menteri Kesehatan RI, masalah kesehatan dapat dicegah jika kita fokus upaya promotif dan preventif dalam setiap program kesehatan. Memang dalam upaya tersebut dibutuhkan sumber daya, biaya, dan waktu yang panjang, tetapi tidak akan sebanyak apabila kita berfokus pada level kuratif dan rehabilitatif atau pengobatan saja.

Maka dari itu, dua upaya awal yaitu promotif dan preventif adalah tujuan utama Germas. Dalam mewujudkan tujuannya, Germas tidak hanya mengandalkan sektor kesehatan saja, tetapi perlu bantuan semua komponen seperti kepala daerah, dunia usaha, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat. Semua harus bersinergi gotong-royong meningkatkan kesadaran dan kemauan untuk hidup sehat.
Program Kerja Germas Program kerja Germas meliputi beberapa kegiatan yang dipromosikan kepada masyarakat. Pada tahap awal, Germas secara garis besar akan memulai kegiatan promotif dan preventif berupa imbauan:

1) Melakukan aktivitas fisik/olahraga minimal 30 menit per hari. Olahraga kadang menjadi kata yang "tabu" di kota-kota modern karena kurangnya waktu yang tersisa akibat kepadatan aktivitas kerja. Padahal olahraga menjadi syarat nomor satu untuk menjadi sehat. Tidak perlu waktu lama dan biaya yang mahal, kita cuma perlu menyisihkan waktu 30 menit per hari dengan berlari/jogging, sit up, push up, bersepeda, atau mungkin sekadar lompat tali saja.

Tidak harus pagi hari, bisa dilakukan sore hingga malam hari. Itu semua contoh sederhana olahraga yang dapat kita lakukan dan sifatnya menyesuaikan. Jika kita bisa memprogram dari segi waktu hingga jenis olahraga yang kita butuhkan maka itu akan lebih baik lagi. Dengan rutin melakukan olahraga, maka upaya promotif dan preventif telah berjalan. Dengan sendirinya angka penyakit PTM seperti stroke, jantung, kencing manis, dll dapat diturunkan perlahan-lahan.

2) Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari. Buah dan sayur adalah zat makanan yang berfungsi sebagai pembangun dan pengatur dalam tubuh kita. Dari buah dan sayur kita dapat memperoleh vitamin, serat, hingga antioksidan yang tidak bisa diproduksi tubuh kita secara langsung. Itu semua dapat berfungsi memperlancar pencernaan, mencegah obesitas, kolesterol, menstabilkan tekanan darah, bahkan mencegah terjadinya kanker.

Sama seperti olahraga, program kedua ini tidak perlu mahal dan tidak terikat waktu pagi, siang, dan malam. Semuanya menyesuaikan kemampuan kita, buah dan sayur apa yang dapat kita beli dan dapat dikonsumsi pagi, siang atau malam hari. Agama Islam melalui Nabi Muhammad saw menyampaikan pesan tentang tata cara mengonsumsi buah, bahwa buah sebaiknya dimakan sekitar 30 menit sebelum makan, bukan setelah makan seperti kebiasaan orang pada umumnya. Untuk efek yang lebih baik dan sehat.

3) Memeriksakan kesehatan minimal enam bulan sekali, medical check up (MCU) perlu dilakukan untuk mengetahui potensi, gejala, atau penyakit yang ada pada diri kita. Mengecek tekanan darah, nilai kolesterol, asam urat, gula darah dll sangat perlu dilakukan karena terkadang suatu penyakit tidak mengirimkan signal sakit atau gejala pada diri kita sehingga kita merasa sehat-sehat saja.

Melalui MCU inilah, semua akan terdeteksi secara dini dan dapat segera dilakukan upaya pencegahan dan pengobatan. Sistem MCU ini mulai disusun pemerintah pusat agar dapat dilaksanakan di fasilitas kesehatan sekitar kita nantinya, bukan pada saat sakit saja kita datang untuk berobat. Akan tetapi sebelum sakit, kita juga harus rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat melalui sistem MCU.
Pada akhirnya bertepatan dengan momentum Hari Bakti Dokter Indonesia ini, kami mengingatkan kembali akan pentingnya Germas bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat. Germas adalah program yang sistematis yang terencana bagi seluruh komponen bangsa yang sadar dan mau menjadi lebih sehat. Germas diharapkan dapat diawali dari setiap pribadi kita, lalu keluarga, masyarakat, hingga dalam ruang lingkup besar berbangsa dan bernegara.

Tiga progam kerja awal Germas yang tentunya melibatkan kita semua, dapat dimulai dari sekarang tanpa menunggu perintah lagi. Membangun kesadaran dan kemandirian dari sekarang dengan apa yang kita bisa lakukan. Mudah-mudahan kita semua bisa ambil bagian untuk mendukung Germas dengan melaksanakan tiga program tahap awal tadi, hingga mengajak orang lain berpartisipasi sebagai tahap awal sumbangsih kita kepada negara umumnya dan dunia kesehatan khususnya. Ayo sukseskan Germas! Selamat Hari Bakti Dokter Indonesia. (*)

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait