Fajar


 Breaking News
  • IJTI Silaturahmi ke Redaksi Harian FAJAR: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel berkomitmen membangun sinergitas. Tak hanya sesama jurnalis televisi, tapi ke media cetak juga.Malam...
  • Harian Fajar Dapat Penghargaan Bawaslu Sulbar Award: FAJARONLINE.COM, MAMUJU--- Harian FAJAR mendapatkan penghargaan dalam Bawaslu Sulbar Award 2017 yang diselenggarakan di D'Maleo Hotel, Kamis malam 25 Mei. Media terbesar...
  • Waspada... Persegres Tahu Kelemahan PSM: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Persegres Gresik United bersiap menghadapi lawan berat pada lanjutan Liga 1, PSM Makassar, di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu, 28 Mei, mendatang....
  • Dinas Pertanian Program Sapi Induk Harus Bunting: FAJARONLINE.COM, PALOPO -- Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kota Palopo menggelar sosialisasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS-SIWAB) dengan...
  • PKK Khitan 1000 Anak di Palopo: FAJARONLINE.COM, PALOPO -- TP-PKK Kota Palopo dan insan kesehatan menggelar Sirkumsi (khitanan) terhadap 1.000 anak usia Sekolah Dasar (SD), yang dilaksanakan di SMAN 3 Palopo,...
  • Target Kalahkan Gresik, PSM Boyong Pemain Terbaik: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Menghadapi Persegres Gresik Unted, PSM Makassar memboyong 20 pemain. Sama seperti laga sebelumnya meski hanya menghadapi tim papan bawah, pelatih...

Rekomendasi Pincam Harus Dihormati, Tapi Golkar Harus Dengar Suara Lain

Rusdin Abdullah dan Faoruk M Betta dua kader Golkar yang akan bersaing maju dalam Pilwali Makassar 2018. (Dok/FAJAR)

Mau Menang Golkar Harus Cermat

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Dua sosok yakni Farouk M Betta (Ketua  Golkar Makassar) dan Rusdin Abdullah (Bendahara DPD I Golkar Sulsel) bersaing menarik simpati DPP Golkar untuk mendapatkan rekomendasi. Dalam pandangan pengamat persaingan itu justru akan menempatkan Golkar dalam posisi paling dinamis di politik Makassar. Tak ada partai lain bisa seperti itu.

Pengamat politik sekaligus Dekan Fakultas FISIP Universitas Bosowa 45 Makassar Dr Arief Wicaksono, MA mengatakan, rekomendasi pimpinan cabang (pincam) Golkar Makassar yang telah dikantongi Aru tentu jangan dipandang sudah final.

"Benar, rekomendasi pincam memang harus dihormati, tapi rekomendasi itu bentuknya usulan.

Dalam hal itu, kata dia, rekomendasi pincam merupakan masukan yang nanti dengan berbagai mekanisme internal, akan bermuara pada keluarnya rekomendasi DPP kepada figur yang lolos asesment internal. "Karena yang punya kewenangan menetapkan rekomendasi usungan ada di DPP, bukan pincam," kata Arief, Sabtu 20 Mei 2017.

Ditegaskan, Arief inilah yang ditunggu masyarakat sebenarnya. Partai politik, sekelas Golkar, harus piawai memainkan fungsi rekrutmen politiknya, dengan mekanisme yang disepakati bersama. Dengan demikian, minat masyarakat berjuang melalui Golkar dapat lebih maksimal.

"Sementara DPP pasti merujuk hasil survey tentang figur yang layak didorong. Menurut hemat saya begitu adanya. Tolong diluruskan kalau memang komentar saya ini tidak sesuai mekanisme internal Golkar," kata alumni HI Unhas ini.

Seperti diketahui, dua sosok Aru dan Rudal kini intens mendekati publik agar bisa dipercaya mengendari Golkar. Ketetapan tetap ada di tangan pengurus DPW dan DPP atau setingkat di atasnya.

Namun sejauh ini tak ada rujukan survey internal yang dikeluarkan DPW maupun DPP Golkar.  (**)





Berita Terkait