Fajar


 Breaking News

Mari Memohon Ampunan Allah

Mulianti Komunitas Penulis Sawerigading Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir


BULAN Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat dan hikmah. Bulan yang sangat ditunggu-tunggu umat Islam di seluruh dunia. Di dalamnya ada satu malam, yang apabila kita melakukan ibadah dengan baik, maka lebih baik dari seribu bulan yaitu malam ­lailatulkadar.

Setiap malamnya di masjid-masjid dipenuhi jemaah salat tarawih. Kemudian dilanjutkan dengan lantunan bacaan Alquran. Betapa damainya bulan ini.

Seharusnya bulan yang penuh rahmat ini, dipenuhi dengan lantunan ayat suci Alquran dan amalan-amalan lainnya yang semakin mendekatkan kita kepada Allah swt. Namun sangat disayangkan jika pada bulan-bulan seperti ini, terdapat pemandangan-pemandangan yang tidak mengenakkan untuk dilihat.

Secara tidak sengaja, penulis menelusuri berbagai situs di internet. Pencarian penulis berhenti ketika dihadapkan dengan data di salah satu lembaga survei yang menyatakan tentang peningkatan PSK pada suatu daerah yang berada di Indonesia. Sontak saja penulis langsung mengklik web tersebut.

Data ini penulis ambil dari media m.merdeka.com. Tentang survey peningkatan pelacur setiap tahunnya di salah satu kota di Indonesia.

Meningkatnya perekonomian di kota tersebut, setiap tahunnya mengakibatkan jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) terus mengalami peningkatan. Akibatnya, jumlah penderita HIV/AIDS ikut bertambah. LSM Mitra Sejati mencatat, jumlah PSK di kota itu mencapai 2.500 orang. Jumlah ini diketahui dari hasil survei yang dilakukan LSM Mitra Sejati, International Labour Organization (ILO) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada tahun 2013 lalu, Direktur LSM Mitra Sejati, Hazami menyatakan, jumlah tersebut meningkat tajam jika dibandingkan dengan hasil survei lima tahun lalu, yakni 1.500 orang. Ironisnya, dari jumlah PSK saat ini, 30 persen di antaranya masih di bawah usia 19 tahun. “Di bawah umur antara 14-19 tahun, katanya, Minggu, 14 April. Menurutnya, PSK di kota Bekasi terbagi menjadi dua kelompok. Mereka ada yang langsung menjajakan di jalanan atau tempat prostitusi. Namun ada juga yang tersebar di berbagai daerah seperti tempat karaoke, kafe, diskotik, maupun di tempat panti pijat yang menyediakan jasa seks. Ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, 70 persen para PSK di kota itu, bukan warga setempat, melainkan pendatang dari luar daerah. Mungkinkah mereka yang pendatang ini, datang dari berbagai kota se-Indonesia termaksud dari kotaku? Entahlah.

Akibatnya, dari bertambahnya jumlah PSK, lembaga-lembaga ini mencatat 468 warga kota itu terjangkit virus HIV/AIDS. Ironisnya, 14 orang di antaranya masih balita. Setidaknya ada 2.000 kondom terdistribusi untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS di kota itu yang setiap tahun mengalami peningkatan.

Tentu sangat miris jika kita melihat hasil data dari lembaga survey di atas, di mana HIV/AIDS meningkat secara signifikan setiap tahun. Semoga saja Pemerintah Indonesia dapat menanggulangi masalah ini. Dan tentunya bukan hanya pemerintah saja yang paling berperan di dalamnya, tetapi tanggung jawab berbagai kalangan. Karena bulan ini adalah bulan yang penuh dengan hikmah, sangat disayangkan jika karena hal seperti ini membuat kita semua jauh dari rahmat Allah swt. Karenanya, mari memohon ampunan Allah swt. (*)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE