Fajar

  Breaking News

Menyikapi Pro Kontra Full Day School

Syamsul Rahman Dosen Universitas Islam Makassar (UIM)
Opini - 15 Juni 2017, 10:09:18

FULL Day School (FDS), resmi diberlakukan pada tahun ajaran 2017/2018 yang akan datang. Hal ini terkait dengan telah ditandatanganinya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 23 Tahun 2017 oleh Kemendikbud.

Dalam Permendikbud disebutkan, hari sekolah mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA berlangsung selama 8 jam sehari, selama lima hari dalam seminggu. Tujuannya, membentuk karakter siswa sehingga lebih fokus belajar, menghindarkan diri dari tawuran, kenakalan remaja, dan paham radikalisme. Selain itu, pasca belajar dari pagi sampai siang, siswa bisa mendapatkan pelajaran tambahan, juga sekaligus dapat beristirahat, makan siang, dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah masing-masing.

Rencana penerapan FDS tersebut mengundang pro dan kontra di masyarakat. Pihak yang pro mengatakan, dengan FDS dapat membantu orang tua yang bekerja. Mereka dapat fokus bekerja, sementara kegiatan anak dapat terkontrol oleh sekolah. Saat ini memang banyak sekolah menawarkan kurikulum FDS bahkan dalam bentuk sekolah berasrama (boarding school). Kegiatan siswa selama 24 jam dipantau pihak sekolah. Dan realitanya, banyak orang tua yang berminat menyekolahkan anak ke boarding school walau harus membayar mahal. Sejalan dengan pihak yang pro, Kemendikbud menjawab kritikan terhadap rencana penerapan FDS dengan memberikan alasan dan pertimbangan (FAJAR,13/6). Pertama, kebijakan lima hari sekolah merupakan implementasi dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Kedua, akan mengintegrasikan nilai utama yaitu relijius, nasionalis, gotong-royong, mandiri, dan integritas. Ketiga, siswa tidak harus belajar selama 8 jam penuh di kelas, tetapi diisi kegiatan variatif dengan proporsi pengetahuan 30 persen dan pembentukan karakter 70 persen. Keempat, guru diminta mengurangi ceramah di kelas, diganti aktivitas-aktivitas yang terkait pembentukan karakter.

Pihak yang kontra berpandangan, kegiatan FDS akan menambah beban guru dan siswa. Guru bukan hanya mengurus murid-muridnya di sekolah, tapi juga memiliki suami, istri, atau anak yang harus diurus alias perlu diperhatikan. Kalau guru harus stand by di sekolah sampai sore, tentunya suami, istri, anak mereka akan protes. Selain guru, siswa juga berpotensi mengalami kebosanan atau stres karena dikurung sepanjang hari di sekolah. Apalagi kalau program yang dilaksanakan sekolah kurang menarik atau kurang variatif. Waktu bermain anak juga menjadi berkurang, termasuk untuk mengisi kegiatan belajar pasca belajar sekolah, anak juga belajar atau mengaji pada sore hari di TKA/TPA/ Madrasah Diniyah.

Dalam konteks sosiologis, FDS dinilai menjauhkan siswa dari lingkungan bermainnya atau bersosialisasi dengan tetangganya. Hal ini dapat menimbulkan siswa merasa asing dengan lingkungan tempat tinggalnya, merasa minder, tidak mau bergaul, dan tertutup terhadap tetangganya walau di sekolah anak tersebut mungkin memiliki banyak teman. Bagi sekolah yang memberlakukan sistem dua shift (belajar pagi dan siang), penerapan FDS tentunya akan menjadi kendala karena mereka mengalami keterbatasan tempat dan guru. Siswa yang jarak dari rumah ke sekolahnya jauh tentunya juga akan mengalami kendala karena dia sampai rumah pada saat magrib.

Para pakar pendidikan yang kontra dengan kebijakan ini menilai, penerapan FDS ini bentuk kekeliruan menyikapi pendidikan dan persekolahan. Seolah-olah pendidikan identik persekolahan, padahal pendidikan jauh lebih luas. Pendidikan dapat dilakukan di rumah, sekolah, dan di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, sekolah hanya salah satu unsur dalam pendidikan. Banyak bukti empirik menunjukkan, orang-orang sukses bukan hanya orang yang berprestasi akademik yang baik di sekolah, tetapi yang memiliki keterampilan hidup (life skill) yang bagus. Penelitian Harvard University di Amerika Serikat menyimpulkan, kesuksesan seseorang hanya 20 persen ditentukan hard skill dan 80 persen oleh soft skill. Penerapan FDS hanya akan menempatkan sekolah sebagai penjara bagi siswa dan membatasi mereka dalam melatih keterampilan hidup. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

ASS Temui Ulama Kharismatik, Anregurutta Sanusi Baco

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR – Bakal calon wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (ASS) terus bergerilya untuk meminta restu tokoh...
 

Indonesia Usung Bisnis Forum Dalam KTT D-8 Mendatang

FAJARONLINE.COM, ISTANBUL---Fokus utama Organisasi Developing Eight (D-8) adalah kerjasama di bidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan...
 

Wapres JK Bersama Racep Tayyip Erdogan di Istanbul Turki

Wapres RI HM Jusuf Kalla berpose bersama sesaat sebelum jamuan santap siang di Istana Dolmabahce Istanbul Turki, Jum’at 20/10. Foto yg...
 

Terus Meningkat, Dinkes dan KPA Perkuat Sosialisasi Bahaya Laten HIV-AIDS

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Kota Makassar kembali melakukan pertemuan Koordinasi Lintas Sektor yang berlangsung di...
 

Dinilai Bibit Unggul, Wabup Bulukumba Minta Santri Tidak Minder

FAJARONLINE.COM, BULUKUMBA -- Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Babul Khaer Kalumeme, Kecamatan...
 

Jurnalis Adu Kekuatan dengan Legislator Bulukumba di Lapangan Hijau 

  FAJARONLINE.COM, BULUKUMBA -- Tim Jurnalis FC melakoni laga persahabatan dengan tim DPRD Bulukumba. Berlangsung di lapangan Andi Sulthan...
 

Kembangkan Bakat Anak Lewat Seminar, Al Fityan Hadirkan Neno Warisman

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Sekolah Al Fityan Gowa untuk pertama kalinya menggelar seminar nasional parenting di Four Point by Sheraton Makassar,...
 

Belum Cukupkan Kursi, Masrur-Hasanna Sudah Siapkan Foto Studio

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Salah satu kandidat cabup Enrekang, Masrur Makmur Latanro nampaknya masih terus bergerilya untuk maju dalam Pilkada...
 

Penghargaan untuk RMS Tokoh Pendorong Investasi di Sulsel

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Bupati Sidrap, H Rusdi Masse (RMS) mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pendorong investasi di Provinsi...
 

Kepala Daerah Pendorong Kemajuan 2017

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, bersama Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu dan Kepala Daerah Pendorong Kemajuan 2017, di Grand...
 

Support Pekan Raya Pemuda, Deng Ical Yakin Jadi Investasi SDM

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Forum Kreativitas Pemuda (FKP) Sulsel melaksanakan kegiatan Temu Tokoh Berpengaruh Sulsel. Salah satunya Wakil Wali Kota...
 

Porseni Tingkat Kabupaten, Begini Pesan Emas Ketua PGRI Enrekang

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Pekan Olahraga dan Kesenian (Porseni) antar guru se-Kabupaten Enrekang mulai dilangsungkan, Jumat, 20 Oktober. Kegiatan...
 

Sudah 214 Kasus Penyelewengan, Dana Desa Resmi Diawasi Polisi

FAJARONLINE.COM, JAKARTA – Hingga Jumat (20/10) hari ini ada 214 kasus penyelewengan dana desa yang sudah ditindaklanjuti kepolisian....
 

Katon Bagaskara Hibur Pengunjung Kalla Toyota Sale

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Artis era 90-an, Katon Bagaskara, tampil energic dengan gitar berwarna hitamnya pada acara Kalla toyota Sale di Mal...
 

Sadis, Pria Ini Kapak Istrinya Tiga Kali Hingga Tewas

FAJARONLINE.COM -- Seorang pria di Kecamatan XIII Koto Kampar, tega mengapak istrinya hingga tewas. Alasannya hanya karena cemburu buta, dia menuduh...
 

Di Depan RMS, Cicu-Appi Salam Komando, Tanda-tanda...

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Bakal Calon Wali Kota Makassar usungan Partai Nasdem, dr A Rachmatika Dewi (Cicu) melakukan salam komando dengan Munafri...
 

Hanura Enrekang Janji Umumkan Rekomendasi Pilkada Akhir Oktober

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Partai Hanura masih belum menentukan sikap atas kandidat yang bakal diusungnya di Pilkada Enrekang 2018 mendatang. Meski...
 

Dijanji Gratis, Pedagang Protes Retribusi Pasar

FAJARONLINE.COM, WAJO -- Puluhan pedagang dari Pasar Salobulo di Desa Salobulo Kecamatan Sajoanging Kabupaten Wajo mempersoalkan retribusi pasar. Itu...
 

PKS Resmi Dukung NA-ASS 

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya mengeluarkan rekomendasinya kepada pasangan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman...
 

515 Peserta Bakal Gugur Seleksi PPK

FAJARONLINE.COM, BONE -- Proses pendaftaran panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Bumi Arung Palakka, dibanjiri peserta. Animo masyarakat sangat...
 

APBD-P Enrekang Bakal Dipangkas Sampai Rp9 Miliar

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Enrekang bakal secepatnya digelar....
 

Kabag Humas DPRD Makassar Resmi Menyandang Gelar Magister Manajemen 

  FAJARONLINE.COM, MAKASAAR -- Kabag Humas DPRD Makassar, Andi Taufiq Nadsir resmi menyandang gelar magister Manajemen. Dia...
 

Arkeolog Temukan “Gerbang Neraka” di Arab Saudi

FAJARONLINE.COM, JEDDAH—Ketika peneliti mencari sisa-sisa struktur dan permukiman yang dibangun oleh orang-orang kuno, mereka biasanya berfokus...
 

Dana Sudah Kucur, KPU Enrekang Siap Maksimalkan Tahapan Pilkada

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima kucuran dana awal APBD untuk penyelenggaraan Pilkada. Dana tersebut bakal...
 

Percikkan Air Kencing ke Fans Lawan, Pemain Bola di Italia Dihukum 5 Laga

FAJARONLINE.COM, TORRE DEL GRECO—Seorang pemain sepak bola di Italia, Giovanni Liberti telah diskors selama lima pertandingan karena...

Load More