Fajar

  Breaking News

Pilwali Makassar 2018 dan Kutukan Patriarki

Iin Fitriani Direktur Eksekutif Epicentrum Politica
Opini - 16 Juni 2017, 12:25:34

HASIL penelusuran penulis, selama sejarah panjang Kota Makassar, telah ada 16 wali kota yang pernah memimpin kota Makassar. Sejak era J.M. Qaimuddin (1950-1951) hingga Moh Ramdhan Pomanto (2014-sekarang). Dari semuanya, belum ada satu pun perempuan yang pernah menjabat wali kota Makassar. Ini menjadi tantangan sekaligus ujian bagi sejumlah figur perempuan yang namanya mencuat sebagai bakal calon wali kota Makasar dalam Pilwali Makassar 2018. Mampukah mereka mematahkan “kutukan patriarki” itu?

Pada perhelatan Pilwalkot Makassar 2018 mendatang, kami mencatat ada tiga nama perempuan yang sering dibicarakan sepanjang 2016-2017 dalam bursa bakal calon kandidat. Mereka adalah Andi Rachmatika Dewi, Aliyah Mustika, dan Sri Rahmi. Ketiganya cukup diperhitungkan sebagai pesaing kuat kaum Adam, yang lebih dulu menguasai panggung. Munculnya tiga nama ini, sedikit lebih baik dari perhelatan Pilwalkot Makassar 2013 lalu, yang hanya memunculkan dua nama perempuan, Muhyina Muin dan Apiaty Amin Syam.

Munculnya figur perempuan ini juga menarik dicermati dari sejumlah sisi. Pertama, keterwakilan figur perempuan di DPRD Kota Makassar. Dari 50 anggota DPRD Makassar periode saat ini (2014-2019), delapan di antaranya adalah perempuan (6,25%). Masing-masing satu dari Golkar, Demokrat, Gerindra, Nasdem, PDI-P, dan Hanura, serta dua dari PKS. Angka itu tidak terlalu buruk jika disandingkan dengan figur perempuan di DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019.

Dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019, hanya 16 orang legislator perempuan. Padahal Jakarta sebagai Ibu Kota Negara. Atau DPRD Surabaya, dari 50 anggota DPRD terdapat 17 wakil perempuan yang berhasil duduk di parlemen. Keterwakilan legislator perempuan di DPRD Makassar menunjukan sentimen patriarki tidak terlalu berpengaruh pada masyarakat kota yang kritis dan cerdas.
Kedua, dukungan partai besar. Tiga figur perempuan calon wali kota Makassar berasal dari partai besar, besar dalam arti memiliki sumber daya ekonomi dan politik yang luas. Aliyah Mustika didukung (Demokrat), Andi Rachmatika Dewi (Nasdem) dan Sri Rahmi (PKS). Pengaruh parpol tidak bisa dinafikan dalam konstalasi politik seperti ini. Menariknya, perolehan kursi di DPRD Makassar juga berselisih tipis. Demokrat peraih kursi terbanyak kedua setelah Golkar dengan 7 kursi, disusul Nasdem dan PKS masing-masing 5 kursi.

Modal ini bisa bertambah jika ditilik dari posisi ketiganya di partai dan jabatan pemerintahan. Selain sebagai isteri mantan wali kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Aliyah Mustika juga didongkrak dengan jabatannya sebaga anggota DPR. Andi Rachmatika Dewi menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Kota Makassar sekaligus Ketua Fraksi Nasdem DPRD Makassar. Sedangkan Sri Rahmi juga punya posisi politik penting, sebagai anggota DPRD Sulsel sekaligus Wakil Ketua DPW PKS Sulsel. Jika ketiganya diusung menjadi calon wali kota atau wakil wali kota, maka persaingan antar tiga partai ini menjadi seru dan kompetitif.

Faktor ketiga adalah “Risma Effect” di Surabaya, dan “Indah Putri Effect” di Luwu Utara. Juga ada Rustriningsih di Kebumen. Ketiganya bisa mengikuti jejak sejumlah perempuan yang memenangi kursi pilkada itu. Jika ingin maju, Cicu, Aliyah, dan Sri Rahmi juga harus berkaca pada kekalahan Muhyina dan Apiaty. Jika tidak, mereka akan mengulang sejarah yang sama. Mengutip data KPUD Kota Makassar, pada Pilwalkot 2013 lalu, Muhyina-Saiful hanya memperoleh 56.607 suara jauh lebih banyak dari Apiaty_Sulkifli di posisi paling buncit dengan raihan 7326 suara dari total pemilih 592.299. Mereka hanya berhasil meraih kurang dari 10% kepercayaan masyarakat kota Makassar untuk menjadi wali kota.

Sosialisasi, nama besar, latar belakang politik, dan kemampuan mereka bukan tidak mumpuni untuk mengelola tim yang solid guna suksesi pencalonan mereka saat itu, mereka juga telah didukung maksimal oleh sarana dan prasarana politik yang cukup bergengsi melawan 8 pasangan lain yang didominasi pria. Namun mereka harus mengakui keunggulan Danny-Ical sebagai peraih suara terbanyak.

Faktor penting lain yang harus diperhatikan tiga srikandi ini adalah rendahnya partisipasi pemilih kota Makassar pada pilwalkot 2013 lalu. Total DPT waktu itu adalah 983.900, ada 391.600 pemilih yang tidak memberikan suara, atau sekitar 39,8%. Jumlah ini bahkan lebih besar dari raihan suara Danny-Ical sebesar 182.484 suara. Peta kekuatan suara jelas sudah tidak sama apabila Danny-Ical jadi “pecah kongsi”. Akan sangat bermanfaat bila Cicu, Aliyah dan Sri Rahmi “flashback” pada dinamika perhelatan Pilwalkot lalu, hingga menemukan ujung pangkal dari besarnya jumlah “golput” waktu itu, agar bisa meningkatkan partisipasi pemilih untuk menggiringnya jadi pendukung mereka. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

ASS Temui Ulama Kharismatik, Anregurutta Sanusi Baco

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR – Bakal calon wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (ASS) terus bergerilya untuk meminta restu tokoh...
 

Indonesia Usung Bisnis Forum Dalam KTT D-8 Mendatang

FAJARONLINE.COM, ISTANBUL---Fokus utama Organisasi Developing Eight (D-8) adalah kerjasama di bidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan...
 

Wapres JK Bersama Racep Tayyip Erdogan di Istanbul Turki

Wapres RI HM Jusuf Kalla berpose bersama sesaat sebelum jamuan santap siang di Istana Dolmabahce Istanbul Turki, Jum’at 20/10. Foto yg...
 

Terus Meningkat, Dinkes dan KPA Perkuat Sosialisasi Bahaya Laten HIV-AIDS

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Kota Makassar kembali melakukan pertemuan Koordinasi Lintas Sektor yang berlangsung di...
 

Dinilai Bibit Unggul, Wabup Bulukumba Minta Santri Tidak Minder

FAJARONLINE.COM, BULUKUMBA -- Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Babul Khaer Kalumeme, Kecamatan...
 

Jurnalis Adu Kekuatan dengan Legislator Bulukumba di Lapangan Hijau 

  FAJARONLINE.COM, BULUKUMBA -- Tim Jurnalis FC melakoni laga persahabatan dengan tim DPRD Bulukumba. Berlangsung di lapangan Andi Sulthan...
 

Kembangkan Bakat Anak Lewat Seminar, Al Fityan Hadirkan Neno Warisman

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Sekolah Al Fityan Gowa untuk pertama kalinya menggelar seminar nasional parenting di Four Point by Sheraton Makassar,...
 

Belum Cukupkan Kursi, Masrur-Hasanna Sudah Siapkan Foto Studio

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Salah satu kandidat cabup Enrekang, Masrur Makmur Latanro nampaknya masih terus bergerilya untuk maju dalam Pilkada...
 

Penghargaan untuk RMS Tokoh Pendorong Investasi di Sulsel

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Bupati Sidrap, H Rusdi Masse (RMS) mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pendorong investasi di Provinsi...
 

Kepala Daerah Pendorong Kemajuan 2017

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, bersama Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu dan Kepala Daerah Pendorong Kemajuan 2017, di Grand...
 

Support Pekan Raya Pemuda, Deng Ical Yakin Jadi Investasi SDM

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Forum Kreativitas Pemuda (FKP) Sulsel melaksanakan kegiatan Temu Tokoh Berpengaruh Sulsel. Salah satunya Wakil Wali Kota...
 

Porseni Tingkat Kabupaten, Begini Pesan Emas Ketua PGRI Enrekang

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Pekan Olahraga dan Kesenian (Porseni) antar guru se-Kabupaten Enrekang mulai dilangsungkan, Jumat, 20 Oktober. Kegiatan...
 

Sudah 214 Kasus Penyelewengan, Dana Desa Resmi Diawasi Polisi

FAJARONLINE.COM, JAKARTA – Hingga Jumat (20/10) hari ini ada 214 kasus penyelewengan dana desa yang sudah ditindaklanjuti kepolisian....
 

Katon Bagaskara Hibur Pengunjung Kalla Toyota Sale

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Artis era 90-an, Katon Bagaskara, tampil energic dengan gitar berwarna hitamnya pada acara Kalla toyota Sale di Mal...
 

Sadis, Pria Ini Kapak Istrinya Tiga Kali Hingga Tewas

FAJARONLINE.COM -- Seorang pria di Kecamatan XIII Koto Kampar, tega mengapak istrinya hingga tewas. Alasannya hanya karena cemburu buta, dia menuduh...
 

Di Depan RMS, Cicu-Appi Salam Komando, Tanda-tanda...

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Bakal Calon Wali Kota Makassar usungan Partai Nasdem, dr A Rachmatika Dewi (Cicu) melakukan salam komando dengan Munafri...
 

Hanura Enrekang Janji Umumkan Rekomendasi Pilkada Akhir Oktober

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Partai Hanura masih belum menentukan sikap atas kandidat yang bakal diusungnya di Pilkada Enrekang 2018 mendatang. Meski...
 

Dijanji Gratis, Pedagang Protes Retribusi Pasar

FAJARONLINE.COM, WAJO -- Puluhan pedagang dari Pasar Salobulo di Desa Salobulo Kecamatan Sajoanging Kabupaten Wajo mempersoalkan retribusi pasar. Itu...
 

PKS Resmi Dukung NA-ASS 

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya mengeluarkan rekomendasinya kepada pasangan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman...
 

515 Peserta Bakal Gugur Seleksi PPK

FAJARONLINE.COM, BONE -- Proses pendaftaran panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Bumi Arung Palakka, dibanjiri peserta. Animo masyarakat sangat...
 

APBD-P Enrekang Bakal Dipangkas Sampai Rp9 Miliar

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Enrekang bakal secepatnya digelar....
 

Kabag Humas DPRD Makassar Resmi Menyandang Gelar Magister Manajemen 

  FAJARONLINE.COM, MAKASAAR -- Kabag Humas DPRD Makassar, Andi Taufiq Nadsir resmi menyandang gelar magister Manajemen. Dia...
 

Arkeolog Temukan “Gerbang Neraka” di Arab Saudi

FAJARONLINE.COM, JEDDAH—Ketika peneliti mencari sisa-sisa struktur dan permukiman yang dibangun oleh orang-orang kuno, mereka biasanya berfokus...
 

Dana Sudah Kucur, KPU Enrekang Siap Maksimalkan Tahapan Pilkada

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima kucuran dana awal APBD untuk penyelenggaraan Pilkada. Dana tersebut bakal...
 

Percikkan Air Kencing ke Fans Lawan, Pemain Bola di Italia Dihukum 5 Laga

FAJARONLINE.COM, TORRE DEL GRECO—Seorang pemain sepak bola di Italia, Giovanni Liberti telah diskors selama lima pertandingan karena...

Load More