Fajar


 Breaking News

Sujud Tingkatkan Kebahagiaan dan Sehatkan Otak

Taruna Ikrar Profesor dan Dekan, School of Biomedical Sciences, National Health University, California, USA


Islam mengajarkan pentingnya kesehatan tubuh dan spiritual. Semua aspek ibadah dalam Islam merujuk dan memberikan manfaat kesehatan tubuh dan rohani. Salah satu manifestasi ibadah adalah sujud dalam salat, yang kalau ditinjau secara mendalam memberikan kemanfaatan fisiologi yang amat proporsional bagi anatomi tubuh manusia, khususnya fungsi otak manusia.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Muhammad saw. Bersabda; “Aku disuruh bersujud pada tujuh tulang pada kening seraya menunjuk dengan tangannya kepada hidungnya-, dua tangan, dua lutut dan ujung-ujung jari kaki.”

Secara fisik kondisi sujud menunjukkan sebuah penghambaan total. Selanjutnya, dalam aspek kesehatan berdasarkan ilmu kedokteran terkini, sujud memberikan manifestasi yang luar biasa bagi kesehatan otak.
Hal tersebut secara ilmiah dapat diterangkan sebagai berikut; kondisi tubuh pada saat sujud dalam salat, dengan gerakan tubuh menungging dengan meletakkan kepala-dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, ujung kaki pada lantai, sehingga posisi dahi, hidung, telapak tangan, kedua lutut dan kaki sejajar di atas permukaan bumi. Posisi seperti ini dan akibat kekuatan gravitasi bumi menyebabkan aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak, serta berbagai bagian kepala lainnya. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah yang kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke bawah atas pengaruh gravitasi bumi, sehingga mengalir sempurna ke daerah otak.
Aliran tersebut akan memperkaya saturasi atau kandungan oksigen, serta berbagai zat-zat utama yang dibutuhkan oleh otak. Sebagaimana diketahui, otak merupakan organ yang sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Sehingga dengan penambahan oksigen dalam jumlah tertentu akan meningkatkan proses pembentukan dan koneksi sinapsis di antara miliaran sel-sel saraf. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah yang kaya oksigen, immune system, neurotransmitter, serta zat-zat nutrient yang sangat dibutuhkan otak, sehingga sujud tersebut akan memacu kerja sel-selnya.

Struktur otak manusia yang begitu kompleks terdiri dari 100 miliar sel. Dalam setiap sel neuron otak terdapat sekitar 10.000 koneksi, yang disebut sinapsis, sehingga total koneksi di otak, hingga ribuan triliun sinapsis atau koneksi. Koneksinya itu dari segi struktur, organisasi, jaringan, dan fungsionalnya. Struktur, koneksi atau triliunan sinapsis otak ini, sangat membutuhkan pasokan nutriens, oksigen serta neurotransmitter dan agent immune tubuh, yang bisa menjaga proses fisiologi otak yang sempurna. Proses fisiologi yang sempurna ini, bisa menjaga dan meningkatkan proses plastisitas, neurogenesis atau perbaruan, serta dinamika fungsi sistem saraf di dalam otak.

Dengan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih menerima banyak pasokan darah. Pada akhirnya menjamin pemenuhan semua kebutuhan sistem saraf berupa, oksigen, elektrolit, neurotransmitter, enzim-enzim, serta semua kebutuhan utama otak secara maksimal dan efisien.

Dari aspek rohaniah atau spiritual, gerakan sujud merupakan refleksi ketundukan yang terjadi secara sempurna. Sehingga gerakan jiwa yang penuh kesombongan, keangkuhan dan emosi akan hilang setelah kening dan hidung menempel ke tanah. Menempelnya kening dan hidung ke tanah, sebuah tempat yang selalu diinjak-injak oleh kaki, adalah kondisi kuat ketundukan dan kepasrahan pelakunya kepada Zat yang ia sembah.

Dalam pandangan ilmu electrodinamik, sujud adalah proses grounding seluruh energi tubuh kita. Suasana ketundukkan, kepatuhan, penghormatan, dan ketaatan hanya kepada Allah swt. semata, akan menimbulkan rasa kepastian bahwa kehidupan ini tergantung kepada Allah swt. pemilik dan pencipta alam semesta. Dengan manifestasi tersebut, akan memberikan kepastian kehidupan dan ketenangan batin, rohani dan spiritual.
Sehingga dengan kepastian tersebut, menimbulkan rasa aman, damai, dan tenang, yang pada akhirnya membuat kebahagiaan hidup secara fisikal, biologi dan rohaniah atau spiritual menjadi seimbang. Semuanya akan bermuara dalam peningkatan kesehatan otak secara keseluruhan. (*)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE