Fajar

  Breaking News

Empat Mie Instan Asal Korea Mengandung Babi, BPOM Minta Ditarik

Mie Samyang

Empat produk mi instan asal Korea yang mengandung babi, yaitu: Samyang (mi instan U-Dong), Samyang (mi instan rasa Kimchi), Nongshim (mi instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mi instan Yeul Ramen) dilarang beredar di Indonesia.

Fajaronline.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta agar mi instan asal Korea ditarik dari peredaran karena positif mengandung babi. Dari beberapa produk yang telah dilakukan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi, terdapat empat produk yang menunjukkan positif terdeteksi mengandung DNA babi. 

Keempat produk mi instan asal Korea itu, yaitu: Samyang (mi instan U-Dong), Samyang (mi instan rasa Kimchi), Nongshim (mi instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mi instan Yeul Ramen). Keempat mi instan tersebut diimpor oleh PT. Koin Bumi.

Seperti diketahui, BPOM menerbitkan izin edar produk makanan setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, gizi, serta label. Karena itu, BPOM meminta agar semua produk mi asal Korea tersebut ditarik. Sebab, masyarakat harus mendapatkan perlindungan untuk membeli makanan. 

Pada siaran persnya, Minggu (18/6/2017) disebutkan, dalam peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2016 dinyatakan bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan “Mengandung Babi”. Selain itu, mencantumkan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih. 

BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran, termasuk produk yang mengandung babi atau diduga mengandung babi dengan cara: (1) penempatan termasuk display di sarana ritel, yaitu produk yang mengandung babi harus diletakkan terpisah dari produk non babi dengan diberikan keterangan “mengandung Babi”, dan (2) pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi. 

“Badan POM telah melakukan pengambilan sampel dan pengujian terhadap beberapa produk mi instan asal Korea. Dari beberapa produk yang telah dilakukan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi, beberapa produk menunjukkan positif (+) terdeteksi mengandung DNA babi,” demikian keterangan resmi yang terpacak di laman BPOM. 

Berdasarkan pengecekan label diketahui bahwa produk yang mengandung babi itu tidak mencantumkan peringatan “Mengandung Babi”. Importir juga tidak menginformasikan kepada BPOM saat pendaftaran untuk mendapatkan izin edar bahwa produk yang didaftarkan tersebut mengandung babi. 

“Terhadap produk-produk tersebut, Badan POM telah memerintahkan importir yang bersangkutan untuk menarik produk dari peredaran.” 

Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, BPOM menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus melakukan penarikan terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan “Mengandung Babi.” 

Selain itu, BPOM terus mengimbau pelaku usaha agar selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya. Masyarakat juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran Obat dan Makanan yang tidak memenuhi ketentuan. 

Menurut BPOM, masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dengan selalu "Cek KLIK". Pastikan kemasan dalam kondisi baik, cek informasi produk pada labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan pastikan tidak melebihi masa Kedaluwarsa. Masyarakat juga dapat mengecek legalitas produk Obat dan Makanan melalui website Badan POM atau aplikasi android “CekBPOM”.  (Jpg)

 

Author : Rasid

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



🔀Berita Terkini
 

Api Lalap Gudang Vulkanisir Jawara, Damkar Terjebak Macet Panjang

Peristiwa | 9 menit lalu
 

Peserta Gerak Jalan antar Kecamatan Adu Kebolehan di Depan Hj...

Sidrap | 10 menit lalu
 

Inilah Amal Shaleh yang Bisa Dilakukan pada 10 Hari Pertama Zulhijah

Hidayah | 23 menit lalu
 

Terowongan Cu Chi, Bukti Vietnam Bangsa Petarung

Internasional | 26 menit lalu
 

Permalukan Perspin Pinrang, Pemain Sidrap United Terima Bonus

All Sportif | 39 menit lalu
 

Over Loading Masalah Utama Penataan Lalu Lintas Angkutan Barang

Peristiwa | 41 menit lalu
 

Heboh...Bendera Indonesia Terbalik, Menteri Malaysia Bilang Begini

Internasional | 43 menit lalu
 

Wali Kota Palopo Lepas Peserta Gowes Pesona Nusantara

All Sportif | 44 menit lalu
 

Wagub: Santri Harus Siap Hadapi MEA

Enrekang | 56 menit lalu
 

Viral Video Oknum Polisi Pungli ke Sopir Truk

Peristiwa | 56 menit lalu
 

Sebelum Bertolak ke Pinrang, Pemain Sidrap United Terima Bonus

All Sportif | 1 jam lalu
 

Musik Rock Paling Disukai Dokter Saat Melakukan Operasi

Kesehatan | 1 jam lalu
 

Tiga Smartphone Ini Paling Laris di Muka Bumi Saat Ini

Gadget | 2 jam lalu
 

Peringati Hari Anak Nasional, 200 Pelajar Padati Anjungan Manakarra...

Mamuju | 2 jam lalu
 

Mau Buktikan Lebih Cinta Istri atau Allah, Coba Ukur di Sini

Hidayah | 2 jam lalu
 

Basmin Mattayang Optimis Kendarai Parpol Maju di Pilkada Luwu

Pilkada Luwu 2018 | 2 jam lalu
 

Adik Bungsu Ayu Azhari Nikahi Hijabers Tajir, Ini Mahar...

Selebriti | 2 jam lalu
 

Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Benang di Sukoharjo

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Morula IVF Buka Program Bayi Tabung di Makassar

Metropolis | 3 jam lalu
 

Klasemen Sementara Liga Inggris, Italia, dan Spanyol

Sepakbola Internasional | 3 jam lalu
 

Hasil Lengkap Pertandingan Liga Inggris, Italia, dan Spanyol

Sepakbola Internasional | 3 jam lalu
 

Simoene: Kami Tidak Pernah Menyerah

Liga Spanyol | 3 jam lalu
 

Allegri Bahagia Juventus Langsung Menang

Liga Italia | 3 jam lalu
 

Ini Alasan Wenger Usai Kalah di Markas Stoke City

Liga Inggris | 3 jam lalu
 

All Matic Makassar Gelar Upacara Hut RI

Metropolis | 3 jam lalu

Load More