Fajar


 Breaking News

I Love Monday: Tolak THR



FAJARONLINE.COM - Magnet THR begitu dahsyat. Ratingnya bahkan mengalahkan rating tentang ketupat, parsel, kue kering, maupun petasan dan kembang api.

Topik Harian Ramadan menjelang lebaran di negeri antah-berantah, tak jauh-jauh dari tema THR. Baca Te Ha eR. Semua pembicaraan selalu dikaitkan dengan "ritual" tahunan tersebut.

Udin, pegawai honor di perusahaan Maju Terus Pantang Mundur (Jurus Pandur) malah kelihatan getol tanya sana sini soal tunjangan di akhir Ramadan, di sela-sela mengerjakan Tugas Harian Rutin kantornya.

Nah, sudahkah Anda terima THR? Kalau sudah, seperti halnya Udin, maka bersyukurlah. Bersegeralah habiskan ke jalan yang lurus, benar, dan berkah. Jangan lupa zakat, infaq, dan sedekah.

Bemana kalau belum? Tetaplah bersyukur. Lho? Lha iya. Kalau belum terima sekarang, berarti masih ada kesempatan untuk menerima. Tunggu saja. Semakin lambat THR diterima, maka semakin lama pula habisnya.

Asal tahu saja, sungguh beruntung orang-orang yang telat menerima THR. Menurut survei, mereka yang cepat menerima THR, akan cepat pula menghabiskannya. Nah, ketika THR mereka sudah habis, giliran golongan penerima terakhir yang berdompet tebal.

Kalau pun THR-nya belum juga diterima hingga detik ini, bersyukurlah. Mungkin "hilal" THR-nya belum kelihatan karena masih ketutup dengan kas bon.

Boleh jadi juga, itu merupakan bagian dari ujian kesabaran. Menurut Udin, dirinya pernah mendengarkan ceramah seorang tokoh yang menyebutkan, orang yang lolos dari ujian kesabaran akan mendapatkan nilai lebih. Mungkin THR-nya nanti bersamaan dengan bonus dan gaji ke-13.

Bila belum ada tanda-tanda "hilal" THR bakal menampakkan jatidirinya, maka bersyukur merupakan langkah tepat, karena mungkin Anda termasuk orang-orang pilihan yang semestinya sudah termasuk dalam golongan pemberi THR.

"Bersyukurlah jika tak mendapatkan THR, karena itu adalah kesempatan untuk belajar memberi," kutip Udin.

Udin sendiri termasuk ke dalam golongan orang-orang yang cepat menerima THR, dan cepat pula menghabiskan tunjangannya tersebut.

Setelah uang THR-nya sudah habis, Udin dan gengnya kemudian membuat gerakan #TolakTHR!!!. Hah? Tolak THR? "Iya, ini gerakan moral dengan visi dan misi; Bijak memaknai THR. Enyahkan prinsip materialistis; no money, no honey," terang si doi penuh semangat bak demonstran.

Gerakan itu mengajak semua elemen masyarakat negeri antah-berantah untuk membuat panitia khusus alias Pansus menolak segala bentuk THR yang terkait dengan Takabur, Hoax, Riya'. Apalagi THR yang berhubungan dengan Pemberian Harapan Palsu (PHP)
Akh..., ada-ada saja si Udin ini.

Di sela-sela kampanye menolak segala macam bentuk THR terkait Takabur, Hoax, dan Riya, Udin tak lupa memberikan tips jitu untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya.

Mau tahu? Gampang bingits. Lakukan cara yang teramat sangat sederhana ini; Tunjukkan Hatimu Riang. Sambil berdoa, tunggulah beberapa jenak. Gak Pake Lama alias GPL. Hasilnya nyata, bakal banyak Teman Hari Raya. Mudah kan, hehehe. (kritik-saran, WA 081-24-222-468)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE