Fajar

  Breaking News

Ibu Angkat Dihina, Polisi Ini Tega Bunuh Ibu Kandung

ILUSTRASI

FAJARONLINE.COM - Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh Satuan Reskrim Polres Sorong, terhadap Ch salah satu tersangka pembunuh Nurlela Panjaitan, yang ditangkap di Empat Lawang Sumatera Selatan, diketahui Ch merupakan tsk pembunuh ibu kandungnya yang terjadi di tahun 2013 lalu. Pembunuhan tersebut dilakukan karena Ch tidak terima ibu angkatnya dihina oleh ibu kandungnya.

Menurut Kapolres Sorong, AKBP Rudy Prasetyo, S.IK melalui Kasat Reskrim Polres Sorong AKP Rudi Ardiana, SH, S.IK, dari beberapa informasi dan saksi yang diperiksa, diketahui Ch merupakan tersangka pembunuh yang terjadi di tahun 2013 lalu.

Ch yang diperiksa turut mengakui hal tersebut, ia yang melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya dan membuang mayatnya di tempat pembuangan sampah akhir di Jalan Sorong - Makbon, di tahun 2013.

Dari keterangan tersangka yang disampaikan oleh Kasat Reskrim, Ch yang merupakan mantan anggota polisi sejak tahun 2011 lalu, dirawat oleh ibu angkatnya sejak masih kecil hingga menjadi seorang polisi. Hal tersebut dikarenakan kondisi ibu kandungnya yang kemungkinan tidak dapat membiayai Ch. Ch lalu dirawat hingga dewasa dan menjadi polisi.

Karena penasaran dengan jati dirinya, Ch lalu mencari tahu tentang keberadaan orang tua kandungnya. Setelah mencari tahu, Ch lalu mengetahui ibu kandungnya dan sempat berkomunikasi beberapa kali sebelum bertemu dengan ibu kandungnya. Ch lalu memutuskan untuk menjemput ibu kandungnya menggunakan mobil yang saat itu baru pulang dari pasar.

Saat di perjalanan pulang, Ch dan ibu kandungnya bercerita. Ch lalu menanyakan mengapa ibu kandungnya tidak pernah mencari dirinya, namun ibu kandungnya mengatakan bahwa ia selalu dihalangi oleh ibu angkat Ch untuk bertemu Ch. Tidak hanya itu, ibu kandung Ch menghina ibu angkat Ch.

Ch yang tidak terima ibu angkatnya dihina lalu memukul ibu kandungnya sendiri. Saat dipukuli, ibu kandung Ch berteriak. Takut ada massa yang datang, Ch lalu mencekik leher ibu kandungnya hingga meninggal dunia. Malam sebelum pembunuhan tersebut dilakukan, Ch sudah lebih dulu mabuk.

Untuk menutupi jejaknya, Ch lalu membawa mayat ibu kandungnya ke tempat pembuangan sampah akhir di Jalan Sorong - Makbon Km 12, untuk dibuang. Setelah kejadian itu, Ch baru ditangkap setelah melakukan pembunuhan terhadap Nurlela Panjaitan.

Namun, sampai saat ini, Polres Sorong masih terus berkoordinasi dengan Polres Sorong Kota, Karena LP Kasus Ch di tahun 2013 terdapat di Polres Sorong Kota.“Berkasnya masih ada di Polres Sorong Kota, jadi kita masih terus berkoordinasi dengan Polres Sorong Kota,” jelasnya. (jpg)

Author : Alief Sappewali

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Kakanwil Kemenag Sulsel Minta JCH Ikuti Aturan

Liputan Haji | 23 menit lalu
 

Komisi I DPR Seleksi 21 Orang Calon KIP

Bone | 47 menit lalu
 

Idrus Marham Sindir Punggawa Soal Head to Head

Pilgub Sulsel 2018 | 1 jam lalu
 

Sekda Harus Lepas Jabatan Jika Maju di Pilkada

Politik | 2 jam lalu
 

Atlet Tennis Meja Ikut Pra Porda di Belopa

All Sportif | 2 jam lalu
 

Tim AFP Sulsel Pastikan Tiket Babak 8 Besar Kejurnas FFI 2017

All Sportif | 3 jam lalu
 

30 Ribu Tahun Lalu Manusia Pra Sejarah Indonesia Sudah Pandai Buat...

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Begini Perjuangan Istri Aziz Qahhar Mudzakkar Bantu Sosialisasi di...

Pilgub Sulsel 2018 | 3 jam lalu
 

Teliti Jejak Manusia, Tim Peneliti Lakukan Ekskavasi di Leang Bulu...

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Lepas CJH Luwu, Cakka Didoakan Terpilih di Pilgub

Liputan Haji | 3 jam lalu
 

Masyarakat Peduli Komitmen Dukung Program BPJS Ketenagakerjaan...

Metropolis | 3 jam lalu
 

Ditanya Soal Wahab Tahir, Sekjen Golkar : Nurdin Halid Saja Ikut...

Pilwalkot Makassar | 3 jam lalu
 

Dinas Pekerjaan Umum Ekspose Pembangunan Jembatan Terpanjang di...

Pangkep | 3 jam lalu
 

Gubernur Syahrul Hadiri Pembukaan Pimnas di UMI

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Wagub Sebut LIRA Bisa Ajak Warga Jadi Pemilih Cerdas

Metropolis | 3 jam lalu
 

Insentif 66 Imam Masjid di Sukamaju Naik Jadi Rp200 Ribu

Luwu Utara | 3 jam lalu
 

Menang 2-0, PSM Puncaki Klasemen Sementara Liga 1

PSM Makassar | 4 jam lalu
 

Idrus Marham Pastikan NH-Aziz Diusung Koalisi Gemuk

Pilgub Sulsel 2018 | 4 jam lalu
 

Wagub Puji Kebersamaan Jemaah Miraatul Khaerat Bangun Masjid

Metropolis | 4 jam lalu
 

Tolak Menpora Lantik Cabor, Ketua KONI Pinrang Marah Besar

Pinrang | 4 jam lalu
 

Trotoar di Pinrang Tak Ramah Bagi Difabel

Pinrang | 5 jam lalu
 

Sering Kecelakaan, Pembatas Jalan di Enrekang Butuh Perbaikan

Enrekang | 5 jam lalu
 

Toyota Team Indonesia Komitmen Majukan Motorsport di Nusantara

Otomotif | 5 jam lalu
 

Sambangi Kampung KB, Satu Rombongan Disdalduk Enrekang Mentok di...

Enrekang | 5 jam lalu
 

Besok,TP4D Kejari Soppeng Sosialisasi Antisipasi Penyelewengan Dana...

Soppeng | 5 jam lalu

Load More