Fajar

  Breaking News

Redistribusi Guru dan PPDB Multientry

Jaja Jamaludin Pemerhati dan Praktisi Pendidikan, Pengurus IKA UPI Bandung Tinggal di Tanjung Bunga Makassar

Untuk kesekian kali, Irman Yasin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, menggagas kebijakan revolusioner di Bidang Pendidikan (FAJAR, 6 Juli 2017).

Kali ini, beliau menggagas kebijakan redistribusi guru di seluruh Sulsel. Konsep dan gagasan ini, patut diapresiasi menyusul dan sangat terkait dengan kebijakan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) multientri yang sangat variatif itu. Dalam perspektif tata kelola pendidikan, langkah ini dapat dianggap cukup pioneer, karena tampaknya melakukan restorasi pendidikan tidak dalam perspektif variabel yang tunggal. Beliau secara bersamaan dengan kebijakan PPDB Multientri (jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan akademis) sekaligus juga meredistribusi guru. PPDB multientri sangat jelas memberikan implikasi yang akan sangat signifikan bagi pemerataan kualitas dan kuantitas raw-input yaitu calon siswa di setiap sekolah. Melalui PPDB multientri-lah, dapat diejawantahkan heterogenitas kapasitas dan kapabilitas akdemik raw-input sekolah. Dengan demikian, tidak lagi terjadi penumpukan secara ekstrem siswa yang berprestasi tinggi di satu dua sekolah saja. Sementra di sekolah lainnya, calon siswa yang kemampuannya sedang dan rendah. Dengan demikian, di setiap sekolah dapat ditemukan heterogenistas raw-input. Selain itu, PPDB multrientri juga menjamin sekolah berada pada koridor yang berkeadilan dan inklusif. Itulah, misi dasar sekolah mewakili tugas negara harus menciptakan aksesibilitas bagi setiap warga negara yang berhak mendapatkan pendidikan layak sebagaima jenjang yang dipilihnya secara berkeadilan.

Pada perpektif pendidik/guru, Dinas Pendidikan Sulsel melakukan gebrakan signifikan dengan meresdistribusi setidaknya 1.000 guru. Faktor yang amat determinatif dalam tata kelola sekolah adalah eksistensi dan kompetensi guru. Jika redistribusi ini berdampak baik pada pemerataan kualitas pendidik di seluruh sekolah di Sulsel, maka Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel telah secara afirmatif mewakili negara menunaikan kewajiban negara terhadap warganya, yakni mendapatkan kualitas pendidikan dengan meredistribusi guru-guru berkualitas di berbagai daerah di Sulsel. Model seperti inilah sejatinya diharapkan publik di mana melakukan perubahan adalah sebuah keniscayaan.

Memang bukan saja redistribusi guru, tetapi juga redistribusi pimpinan sekolah (kepala sekolah) juga sama perlunya dalam pemeraan kualitas tata kelola sekolah. Mungkin saja ke depan, redistribusi kepala sekolah yang dinilai potensial dan prestatif dilakukan di seluruh jenjang pendidikan di Sulsel. Jika redistribusi guru menjamin kualitas pembelajaran di kelas sebagai frontliner sekolah dapat berjalan baik. Maka, redistribusi kepala sekolah akan menjamin peningkatan kualitas tata kelola sekolah yang jauh lebih baik lagi. Tata kelola sekolah tidak kalah penting bahkan faktor manajemen dan kepemimpinan sekolah, merpakan faktor determinatif bagi pengelolaan sekolah yang berkualitas dan akuntabel.

Kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel ini patut diapreasi bahkan didorong secara lebih masif dan menyentuh pada variabel determinatif lainnya, misalnya redistribusi sumber daya sekolah yang lain. Jika kebijakan redistribusi aksesibilitas pada tataran raw input, redistribusi guru berkualitas dan redistribusi sumber daya sekolah yang lain dilakukan dalam--setidaknya--tiga tahun berturut-turut, maka implikasi dan rekayasa pengelolaan dan peningkatan mutu pendidikan di Sulsel bukan saja sudah on the right track, melainkan akan banyak implikasi lain seperti atmosfer kompetitif seluruh sekolah se-Sulsel akan terjadi secara kultural.

Resistensi Awal
Kebijakan PPDB multientri dan redistribusi guru, bukan tanpa hambatan. Setidaknya, tanggapan sejumlah kalangan seperti orang tua banyak yang keberatan. Pada umumnya orang tua dan siswa bersangkutan banyak merasa terhambat masuk ke sekolah yang selama ini dianggap favorit, tetapi karena nilai akhir yang dimiliki siswa tersebut berada pada range di tengah, maka di sekolah favorit tersebut terdegradasi. Para siswa seperti ini harus mangambil alternatif sekolah pilihan kedua atau pilihan ketiga. Di sinilah sesungguhnya PPDB multientri telah efektif meratakan raw input siswa yang berkemampuan di atas rata-rata (middle up) di sejumlah sekolah, yang selama ini menerima siswa middle-down.

Dalam perpektif siswa dan orang tua siswa tertentu boleh jadi banyak mengecewakan. Oleh karenanya, Disdik Sulsel diharapkan melakukan redistribusi guru dan redistribusi sumber daya sekolah, sekaligus agar masyarakat lebih cepat menerima reasoning tentang kebijakan pemerataan mutu pendidikan sekolah.

Melunasi Janji Konstitusi
Langkah progresif Disdik Sulsel, tidak banyak dilakukan di daerah lain. Di mana secara bersamaan, redistribusi calon siswa dibarengi redistribusi guru sebagai faktor penting dalam pembelajaran. Jika pemerataan sumber daya sekolah untuk seleruh sekolah se-Sulsel dapat tercapai dengan baik, maka pada kondisi ini Sulsel dapat menjadi contoh yang baik bagaimana pemerintah daerah mewakili negara menunaikan janji konstitusi dalam pemerataan kualitas pendidikan. Kita berharap, langkah ini dapat dipahami dan diikuti stakeholder pendidikan. Oleh karena tanpa ada langkah progresif seperti ini, kita sudah bosan kalau tidak jenuh mendengar kata-kata manis dalam kebijakan pendidikan.

Kebijakan redistribusi sumber daya pendidikan di sekolah menengah atas dalam 3-5 tahun ke depan akan berdampak sangat signifikan, bukan saja bagi dunia pendidikan tetapi juga bagi dinamika tata kota. Melalui redistribusi calon siswa, diharapkan memberi efek positif berkurangnya intensitas trasportasi para siswa. Oleh karena lebih dari 40 persen proporsi jalur domisilai masuk sekolah diperuntukan bagi siswa yang berdomisili tidak lebih dari radius 2 km dengan sekolah terdekat dari tempat tinggal domisili siswa. Ini berarti para siswa yang domisili 2 km dari sekolah, hanya akan berkontribusi pada penggunakan transportasi sejauh 2 km saja. Selain itu, iklim sekolah akan menjadi kompetitif. Wallahu Alam. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Babak Pertama, Indonesia Unggul 2-0 Atas Filipina

Sepakbola Internasional | 4 menit lalu
 

Begini Meriahnya Sambutan Warga ke IYL di Balla Lompoa

Pilgub Sulsel 2018 | 5 menit lalu
 

Maknai Proklamasi, Danrem Toddopuli Minta Kukuhkan Agama, Perkuat...

Bone | 7 menit lalu
 

Bupati Indah Bantu Veteran Rp14 Juta

Luwu Utara | 9 menit lalu
 

Siswa SMPN 1 Pangkajene Mendadak Jadi Wartawan di Peringatan HUT RI...

Pangkep | 14 menit lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan, Enam Perusahaan Berkolaborasi di Program BUMN...

Metropolis | 24 menit lalu
 

Sejumlah Tokoh dan Ketua Parpol Kecewa Tak Diundang di Upacara HUT RI

Pinrang | 40 menit lalu
 

Remaja Masjid Tak Mau Ketinggalan Momen Kemerdekaan, Begini Semaraknya

Metropolis | 54 menit lalu
 

Petani Enrekang Sudah Uji Coba Delapan Unit Mesin Panen Padi

Enrekang | 1 jam lalu
 

Danny Lebih Pilih Sambangi Posko IYL-Cakka

Politik | 1 jam lalu
 

Kisah Perjuangan Andi Ninnong Terulang di HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Wajo | 1 jam lalu
 

Empat Narapidana Rutan Masamba Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Luwu Utara | 1 jam lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan RI, Kodim 1421 Pangkep Gelar Khataman Alquran

Pangkep | 2 jam lalu
 

Belasan Sepeda Hias Meriahkan Lomba HUT RI di Tamalanrea

Metropolis | 2 jam lalu
 

Bau Tembakau Tercium, Bea Cukai Gagalkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Rumah Pemenangan GNH17 Rupanya Digunakan untuk Ini

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Masyarakat Enrekang Nikmati HUT RI dengan Menyeruput Aroma Kopi

Enrekang | 2 jam lalu
 

KPU Enrekang Manfaatkan Momen Kemerdekaan untuk Sosialisasi Pilkada

Enrekang | 2 jam lalu
 

Dapat Remisi, Delapan Napi Rutan Pinrang Bebas

Pinrang | 2 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia di Peringkat...

All Sportif | 2 jam lalu
 

Siswa Baraka Bentangkan Bendera Sepanjang 350 Meter 

Enrekang | 2 jam lalu
 

Berita Foto: Wow... Begini Penampakan Gogos Terpanjang, Capai 17 Meter

Metropolis | 3 jam lalu
 

Peringati HUT Kemerdekaan RI, Forkopimda Enrekang Ziarahi Makam...

Enrekang | 3 jam lalu
 

Begini Cara Volunteer Dompet Dhuafa Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Gowa | 3 jam lalu
 

Langka... Jokowi-JK Foto Bareng dengan Tiga Mantan Presiden RI

Nasional | 3 jam lalu

Load More