Fajar

  Breaking News

Karut Marut Kebijakan Sistem PPDB Online

Nursalam Wakil Ketua Umum Forum Mahasiswa Magister (Formaster) Sulsel Malang

Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir. (Ki Hadjar Dewantara)

Regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online 2017 di tingkat SMP dan SMA/SMK sejumlah daerah di Indonesia, telah menuai pro dan kontra dari masyarakat. Sekolah yang baru menerapkan sistem tersebut tampak “gamang” karena prosesnya yang cukup alot dan selektif. Sistem PPDB online bukanlah sebuah kebijakan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Penerapan sitem PPDB online hakikatnya telah diterapkan sebelumnya di sekolah kota-kota besar di Indonesia, seperti, Jakarta dan Makassar. Namun, regulasi kebijakan ini dinilai belum efektif sehingga menimbulkan polemik dalam lingkungan internal pendidikan dan masyarakat umum. Hal tersebut dipicu dari faktor ketidaksiapan sekolah menerapkan sistem tersebut. Ketersediaan sarana di sekolah yang minim seperti komputer dan sistem jaringan internet yang error, menjadi faktor kendala utama sekolah dalam menerapkan sistem PPDB berbasis online.

Karut marut penerapan sistem PPDB online meliputi konsep teknis dan ketentuan baku yang ada di dalam regulasi ini. Masalah konsep teknis yang ada di dalam sistem PPDB online, mencakup kategori jalur pendaftaran dan batas kuota jumlah siswa yang akan diterima. Seperti, sistem PPDB online di Provinsi Sulawesi Selatan di tingkat SMA/SMK yang mendapat sorotan dari masyarakat dan pejabat pemerintahan di Kabupaten Gowa. Data yang dimuat di dalam panduan umum PPDB Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan 2017 menetapkan, batas kuota jumlah siswa yang diterima di sekolah tingkat SMA/SMK melalui jalur pendaftaran akademik yaitu 42 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur prestasi 5 persen, jalur kemitraan 3 persen, dan jalur domisili 30 persen. Jumlah rombel kelas pun yang wajib dibuka di tingkat SMA hanya 36 rombel. Sedangkan di tingkat SMK maksimal 72 rombel dengan jumlah 35 siswa/rombel. Regulasi yang sama pun harus diterapkan oleh sekolah yang berstatus swasta. Sehingga, diprediksi daya tampung siswa di sekolah menjadi terbatas. Dan dikhawatirkan ada siswa yang tidak dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA/SMK. Karena, proses PPDB yang sangat selektif dan batas kuota siswa yang diterima sangat minim.

Beberapa ketentuan dan persyaratan di dalam kelima jalur tersebut dinilai merugikan siswa. Seperti jalur prestasi, siswa yang diterima wajib memiliki sertifikat OSN, O2SN, dan FLSN yang databesnya terdaftar di Dinas Pendidikan Provinsi. Sehingga, siswa yang memiliki piagam nasional namun databesnya tidak terdaftar dinilai belum “layak” diterima di sekolah yang dipilihnya. Maka dari itu, legalitas sebuah piagam dapat menghambat seorang siswa yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah. Dinamika ini terus bergulir hingga memasuki fase pengumuman kelulusan siswa saat ini. Padahal, tingkat prestasi siswa pada umumnya tidak dapat diukur melalui selembar piagam atau sertifikat. Banyak indikator lain yang harusnya dinilai untuk menilai tingkat prestasi siswa. Salah satunya melalui tes kompetensi pribadi demi menjaring siswa yang memiliki tingkat prestasi dan kualitas tinggi.

Indikator utama yang harus dipenuhi oleh sekolah agar mampu mengimplementasikan sistem PPDB online adalah, kelengkapan sistem sarana komputer yang didukung dengan jaringan internet yang baik di sekolah. Demi menghindari tudingan miring dari masyarakat tentang pelaksanaan sistem ini. Seperti, kasus yang terjadi di Cimahi, Jawa Barat karena sejak hari pertama orang tua siswa tidak dapat mengakses website PPDB online yang membuat masyarakat menjadi khawatir ada oknum yang bermain di balik sistem ini. Kemudian, konsep persyaratan yang berlaku di dalam kategori jalur pendaftaran perlu direvisi lebih mendalam lagi oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Sistem rayon domisili dan kemitraan perlu diperjelas regulasinya agar jarak dan birokrasi tidak menjadi pengahalang bagi siswa dalam melanjutkan pendidikannya. Oleh sebab itu, sistem kebijakan PPDB online pada hakikatnya memiliki visi dan arah yang sangat baik, demi meminimalisasi tingkat kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru di sekolah. Maka dari itu, regulasi kebijakan ini perlu revisi ulang dan mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat, agar pendidikan Indonesia menjadi lebih berkualitas. Majulah pendidikan Indonesia! (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Babak Pertama, Indonesia Unggul 2-0 Atas Filipina

Sepakbola Internasional | 4 menit lalu
 

Begini Meriahnya Sambutan Warga ke IYL di Balla Lompoa

Pilgub Sulsel 2018 | 4 menit lalu
 

Maknai Proklamasi, Danrem Toddopuli Minta Kukuhkan Agama, Perkuat...

Bone | 7 menit lalu
 

Bupati Indah Bantu Veteran Rp14 Juta

Luwu Utara | 9 menit lalu
 

Siswa SMPN 1 Pangkajene Mendadak Jadi Wartawan di Peringatan HUT RI...

Pangkep | 13 menit lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan, Enam Perusahaan Berkolaborasi di Program BUMN...

Metropolis | 23 menit lalu
 

Sejumlah Tokoh dan Ketua Parpol Kecewa Tak Diundang di Upacara HUT RI

Pinrang | 39 menit lalu
 

Remaja Masjid Tak Mau Ketinggalan Momen Kemerdekaan, Begini Semaraknya

Metropolis | 54 menit lalu
 

Petani Enrekang Sudah Uji Coba Delapan Unit Mesin Panen Padi

Enrekang | 1 jam lalu
 

Danny Lebih Pilih Sambangi Posko IYL-Cakka

Politik | 1 jam lalu
 

Kisah Perjuangan Andi Ninnong Terulang di HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Wajo | 1 jam lalu
 

Empat Narapidana Rutan Masamba Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Luwu Utara | 1 jam lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan RI, Kodim 1421 Pangkep Gelar Khataman Alquran

Pangkep | 2 jam lalu
 

Belasan Sepeda Hias Meriahkan Lomba HUT RI di Tamalanrea

Metropolis | 2 jam lalu
 

Bau Tembakau Tercium, Bea Cukai Gagalkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Rumah Pemenangan GNH17 Rupanya Digunakan untuk Ini

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Masyarakat Enrekang Nikmati HUT RI dengan Menyeruput Aroma Kopi

Enrekang | 2 jam lalu
 

KPU Enrekang Manfaatkan Momen Kemerdekaan untuk Sosialisasi Pilkada

Enrekang | 2 jam lalu
 

Dapat Remisi, Delapan Napi Rutan Pinrang Bebas

Pinrang | 2 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia di Peringkat...

All Sportif | 2 jam lalu
 

Siswa Baraka Bentangkan Bendera Sepanjang 350 Meter 

Enrekang | 2 jam lalu
 

Berita Foto: Wow... Begini Penampakan Gogos Terpanjang, Capai 17 Meter

Metropolis | 3 jam lalu
 

Peringati HUT Kemerdekaan RI, Forkopimda Enrekang Ziarahi Makam...

Enrekang | 3 jam lalu
 

Begini Cara Volunteer Dompet Dhuafa Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Gowa | 3 jam lalu
 

Langka... Jokowi-JK Foto Bareng dengan Tiga Mantan Presiden RI

Nasional | 3 jam lalu

Load More