Fajar


 Breaking News

Skill untuk Masa Depan

Abdul Kadir Alumni S3 di Victoria University of Melbourne dan Guru SMKN 4 Barru

Transisi dari akhir ke awal tahun ajaran senantiasa menjadi momen penting bagi masyarakat. Itu karena saat seperti ini digunakan untuk mengukur ketercapaian dari tiga tujuan universal program pendidikan (education attainment) yaitu, memelihara budaya dan standar intelegensi masyarakat, mendidik individu untuk mencapai dan berkembang dalam karier, dan membentuk individu dan lingkungan sosial yang seimbang.

Kualifikasi tamatan (graduate qualification) menjadi indikator utama keberhasilan seluruh proses pendidikan. Di antara tamatan, ada yang menunggu hasil mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, sedang yang lain menunggu hasil untuk memulai karier di tempat kerja (workplace career).

Laporan Survei Tenaga Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 menyebutkan terdapat 20 persen pengangguran di Indonesia berasal dari lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi, bahkan laporan lain menyebutkan tidak sedikit posisi manajer di sektor bisnis yang berpendidikan rendah mempekerjakan staf yang mengantongi ijazah sarjana. Gambaran tingkat kemampuan lulusan ini dalam menembus dunia kerja mengindikasikan pengetahuan dalam bidang tertentu dan bekal keterampilan teknik (hard skills) yang mereka miliki belumlah cukup untuk memulai karier, memasuki dunia kerja, mengefektifkan pekerjaan, dan bahkan meniti karier sesuai level pendidikannya. Olehnya itu, siswa perlu dilengkapi kelompok soft skills yang dapat mempertemukan kompetensi mereka dengan situasi pasar kerja saat ini.

Soft skills yang bisa digunakan mengefektifkan penerapan kompetensi saat ini dan yang akan datang yang bersifat transferable, untuk semua disiplin serta adaptif baik pada perubahan struktur masyarakat (social diversity) akibat integrasi global maupun pada perkembangan sains dan teknologi adalah employability skills.

Employability skills adalah keterampilan yang digunakan mengobservasi dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai, mengefektifkan suasana kerja, dan meningkatkan kariir. Skill ini mulai populer di negara maju dan telah diintegrasikan dengan kurikulum pendidikan. Pengintegrasian skill ini dimulai di Inggris tahun 2010 dari rekomendasi Centre for Skills Development of United Kingdom (CSDUK).

Langkah tersebut juga dilakukan di institusi pendidikan dan pelatihan di negara lain seperti The American Society for Training and Development (ASTD), The Conference Board of Canada’s Corporate Council on Education (CBCCCE), dan Australian Council for Education Research (ACER).
Element Employability Skills yang dapat dikembangkan untuk mempersiapkan siswa merintis dunia karir itu antara lain:

1) Communication Skills, merupakan skill yang sangat penting bagi pelajar sebagai calon tenaga kerja saat ini, terlebih karena semua aspek dalam sektor ekonomi telah terhubung dalam global bisnis. International mobility berupa migrasi investor dan pekerja yang menembus batas negara, memerlukan interaksi yang tepat dan efektif melalui komunikasi. Keterampilan komunikasi yang dimaksud adalah kemampuan menerima, membaca, dan menerjemahkan (literation ability) dari berbagai format seperti script, table, grafik, image, line, audio, dan lainnya. Menulis dokumen dan surat laporan, berbicara dalam monolog dan dialog seperti presentasi, diskusi, dan interview. Mendengar intruksi dan informasi, berinteraksi melalui teknologi informasi seperti teleconference, dan mampu menggunakan bahasa international.

2) Critical thinking dan problem solving skills termasuk kemampuan berpikir kreatif, membuat keputusan strategis, dan memecahkan masalah melalui tahapan berpikir kritis seperti menangkap dan menyeleksi informasi, memahami (comprehend understanding), menganalisis, membandingkan, menyusun ide, mengevaluasi, menggunakan konsep untuk konteks (apply), dan memutuskan status dan dampak suatu konsep atau isu (justify).

3) Management dan leadership skills yaitu kemampuan dasar dalam perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan, mengontrol, dan memotivasi seperti kemampuan menyusun timelines, membuat skala prioritas, dan kemampuan terorganisasi maupun mengorganisasi tugas pada tim kerja serta memotivasi tim untuk mencapai tujuan organisasi. Skill ini bisa dilatihkan pada tingkat sekolah seperti setting timelines belajar, tugas kelompok belajar, dan pada kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

4) Collaboration dan networking skills adalah skill yang dapat digunakan untuk interaksi dan berkolaborasi dengan lingkungan kerja (co-worker) dari berbagai background social seperti ras, agama, etnik, dan budaya. Keterampilan ini termasuk kemampuan bekerja dalam tim, menyelesaikan tugas bersama, mendampingi (supervise) dan memberi pelayanan (services), serta kemampuan negosiasi (negotiation ability).

5) Information technology skills adalah kemampuan untuk menggunakan kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan IT seperti akses, analisis, mengorganisasi data dan informasi berkapasitas tinggi dengan flexibility,dan suitability tools dan jaringan informasi sebagai sarana penting dalam meningkatkan produksi dan mengurangi biaya operasional administrasi perusahaan dan lembaga lainnya. Oleh karena sebagian besar urusan administrasi dan pelayanan telah berpindah ke dunia virtual secara online, maka pelajar sebagai calon tenaga kerja mutlak menguasai IT skills.

6) System oriented skills (SOS) yaitu kemampuan memahami dan menempatkan diri di berbagai jenis organisasi yang selanjutnya dapat mendesain, memodifikasi, dan merekomendasi sistem organisasi, institusianal organisasi, maupun sistem teknologi yang inovatif.
Paket skill inilah yang mulai popular untuk diberikan pada peserta didik di berbagai negara maju, melalui integrasi ke dalam kurikulum sebagai keterampilan yang dapat mengantar lulusan dalam proses transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja. (*)

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait