Fajar

  Breaking News

Koperasi dalam Islam

DAS’AD LATIF Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unhas

Menurut Fathi Ahmad Abdul Karim: “Sesungguhnya ekonomi Islam adalah bagian terintegrasi dari sistem Islam yang sempurna. Apabila ekonomi konvensional terpisah secara sempurna dari agama, maka keistimewaan terpenting ekonomi Islam adalah keterkaitannya secara sempurna dengan Islam itu sendiri, yaitu akidah dan syariat.”

Sedangkan menurut Samir Abdul Hamid Ridwan: “Sesungguhnya dua sisi syariat Islam ialah ibadat dan muamalat (Ekonomi Islam). Keduanya terkait laksana satu tubuh dan keduanya satu tujuan.” Bahkan dalam Alquran dijelaskan bahwa memakai 20 terminologi bisnis. Ungkapan tersebut malahan diulang sebanyak 370 kali dalam Alquran.

Saking pentingnya aktivitas ekonomi dalam Islam, dua dari lima Rukun Islam hanya bisa terlaksana bila muslim secara ekonomi berkecukupan, ditambah lagi dengan sembilan dari sepuluh sahabat yang dijamin Rasulullah masuk surga, mereka adalah para pedagang yang memiliki kemapanan dalam ekonomi. Salah satu aktivitas yang dapat menggerakkan ekonomi umat adalah koperasi. Koperasi dalam Islam dijelaskan dalam kitab fikih yang dikarang ulama pada bab fikih muamalah dengan sebutan syirkah atau syirkah ta’awuniyah. Koperasi dimaksudkan sebagai wadah kemitraan, gotong royong, kerja sama, kekeluargaan, dan kebersamaan usaha yang halal dan sehat. Dalam Alquran kerja sama dalam segala sangat dianjurkan sebagaimana firman Allah swt. “Dan bekerjasamalah dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah saling bekerja sama dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2).

Kemitraan usaha dianjurkan bahkan dicontohkan oleh Nabi, sebagaimana riwayat Imam al-Daruquthni dari Abu Hurairah dari Nabi saw. yang bersabda: Allah swt. berfirman: ”Aku adalah pihak ketiga (Yang Maha Melindungi) bagi dua orang yang melakukan syirkah, selama salah seorang di antara mereka tidak berkhianat kepada perseronya. Apabila di antara mereka ada yang berkhianat, maka Aku akan keluar dari mereka (tidak melindungi)”.

Dalam menjalankan koperasi sangat terlihat prinsip Ta’awun (gotong royong), ukhuwah (persaudaraan), dan al-’adalah (keadilan). Keadilan sangat terasa ketika penentuan nisbah untuk pembagian keuntungan yang bisa saja berbeda dari porsi modal, karena disesuaikan oleh faktor lain selain modal misalnya keahlian, ketersediaan waktu dan sebagainya. Koperasi sesuai dengan prinsip syariat sudah terdeteksi pada pada abad III Hijriyah, sebagiamana yang tertulis dalam karangan ulama seperti al-Farabi.

Syirkah ta’awuniyah (Koperasi) harus berkembang sesuai perkembangan sains dan teknologi, yang telah mengubah banyak hal utamanya dalam aktivitas ekonomi yang serba elektronik, oleh karena perubahan sosial dalam bidang muamalah terus berkembang cepat, akibat dari globalisasi, maka pengajaran fiqh muamalah tidak cukup secara apriori bersandar (merujuk) pada kitab-kitab klasik, tetapi teks-teks fiqh klasik tersebut perlu diapresiasi secara kritis sesuai konteks, kemudian dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman dengan menggunakan ijtihad kreatif dalam koridor syariat.

Prinsip Muamalah
Sehingga mengukur koperasi yang ada saat ini apakah sesuai dengan syariat atau tidak, maka cukup melihat dalam prinsip utama dalam bermuamalah, sebuah transaksi muamalah akan disebut sebagai syariat bila terhindar dari kata akronim MAGHRIB (Maysir, Gharar, Riba, Batil).

Maysir (Spekulasi)
Maysir dalam ekonomi Islam ini dimaksudkan sebagai upaya memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa bekerja. Yang biasa juga disebut berjudi. Dalam konteks menjalankan usaha kerja sama dalam koperasi dimaksudkan suatu transaksi yang dilakukan oleh dua pihak untuk kepemilikan suatu benda atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain, dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu tindakan atau kejadian tertentu.

Gharar (Terdapat Penipuan)
Sebuah transaksi dalam muamalah dapat disebut sesuai dengan syariat bila terhindar dari Gharar berarti terdapat penipuan, kerusakan, ketidakjelasan, atau sesuatu yang lahirnya disukai, tetapi batinnya dibenci. Gharar ini terjadi bila pelaku mengubah sesuatu yang seharusnya bersifat pasti (certain) menjadi tidak pasti (uncertain). Secara operasional, gharar bisa diartikan; kedua belah pihak dalam transaksi tidak memiliki kepastian terhadap barang yang menjadi objek transaksi baik terkait kualitas, kuantitas, harga, dan waktu penyerahan barang sehingga pihak kedua dirugikan. Gharar ini terjadi apabila mengubah sesuatu yang sudah pasti menjadi tidak pasti.

Riba (Tambahan)
Praktek riba juga sering terjadi dalam koperasi simpan pinjam, usaha yang didirikan sebagai wadah tolong menolong berubah menjadi wadah saling menindas. Dan tidak adalagi kepedulian untuk membantu sesama atau dalam bahasa agama disebut ‘adamu al-tarahum (tidak ada belas kasih).

Bathil
Dalam muamalah sangat dilarang keras untuk melakukan kebatilan atau kezaliman sebab akan merugikan orang lain, dalam agama ini sangat dijunjung tinggi prinsip keadilan dalam bermuamalah bahkan banyak larangan untuk merugikan orang lain, dalam menjalankan koperasi maka tidak dibenarkan dalam melakukan kezaliman. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Babak Pertama, Indonesia Unggul 2-0 Atas Filipina

Sepakbola Internasional | 4 menit lalu
 

Begini Meriahnya Sambutan Warga ke IYL di Balla Lompoa

Pilgub Sulsel 2018 | 4 menit lalu
 

Maknai Proklamasi, Danrem Toddopuli Minta Kukuhkan Agama, Perkuat...

Bone | 7 menit lalu
 

Bupati Indah Bantu Veteran Rp14 Juta

Luwu Utara | 9 menit lalu
 

Siswa SMPN 1 Pangkajene Mendadak Jadi Wartawan di Peringatan HUT RI...

Pangkep | 14 menit lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan, Enam Perusahaan Berkolaborasi di Program BUMN...

Metropolis | 23 menit lalu
 

Sejumlah Tokoh dan Ketua Parpol Kecewa Tak Diundang di Upacara HUT RI

Pinrang | 40 menit lalu
 

Remaja Masjid Tak Mau Ketinggalan Momen Kemerdekaan, Begini Semaraknya

Metropolis | 54 menit lalu
 

Petani Enrekang Sudah Uji Coba Delapan Unit Mesin Panen Padi

Enrekang | 1 jam lalu
 

Danny Lebih Pilih Sambangi Posko IYL-Cakka

Politik | 1 jam lalu
 

Kisah Perjuangan Andi Ninnong Terulang di HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Wajo | 1 jam lalu
 

Empat Narapidana Rutan Masamba Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Luwu Utara | 1 jam lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan RI, Kodim 1421 Pangkep Gelar Khataman Alquran

Pangkep | 2 jam lalu
 

Belasan Sepeda Hias Meriahkan Lomba HUT RI di Tamalanrea

Metropolis | 2 jam lalu
 

Bau Tembakau Tercium, Bea Cukai Gagalkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Rumah Pemenangan GNH17 Rupanya Digunakan untuk Ini

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Masyarakat Enrekang Nikmati HUT RI dengan Menyeruput Aroma Kopi

Enrekang | 2 jam lalu
 

KPU Enrekang Manfaatkan Momen Kemerdekaan untuk Sosialisasi Pilkada

Enrekang | 2 jam lalu
 

Dapat Remisi, Delapan Napi Rutan Pinrang Bebas

Pinrang | 2 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia di Peringkat...

All Sportif | 2 jam lalu
 

Siswa Baraka Bentangkan Bendera Sepanjang 350 Meter 

Enrekang | 2 jam lalu
 

Berita Foto: Wow... Begini Penampakan Gogos Terpanjang, Capai 17 Meter

Metropolis | 3 jam lalu
 

Peringati HUT Kemerdekaan RI, Forkopimda Enrekang Ziarahi Makam...

Enrekang | 3 jam lalu
 

Begini Cara Volunteer Dompet Dhuafa Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Gowa | 3 jam lalu
 

Langka... Jokowi-JK Foto Bareng dengan Tiga Mantan Presiden RI

Nasional | 3 jam lalu

Load More