Fajar

  Breaking News

Perppu Pembubaran Ormas dan Negara Kekuasaan

Mustajab Al-Musthafa Analis Politik LP3S
Opini - 13 Juli 2017, 10:25:38

Pemerintah akhirnya mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Pembubaran Ormas).

Perppu merupakan kewenangan proregatif presiden yang dikeluarkan berdasarkan penilaian subjektifnya, terhadap keadaan negara yang dianggapnya genting dan peraturan yang ada dianggapnya tidak memadai untuk mengatasinya. Perppu itu membatalkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas, khususnya pada poin-poin yang diatur dalam Perppu tersebut.

Potensi penolakan dari DPR sangatlah minim mengingat mayoritas anggotanya merupakan pendukung pemerintah. Jika pun ditolak, maka prosedur pembatalannya juga panjang.

Sementara pihak juga menilai negara telah mengarah kepada negara kekuasaan, meninggalkan prinsip negara hukum dengan mengabaikan proses hukum yang telah digariskan undang-undang, dalam menyikapi beberapa perkara terakhir ini termasuk terkait Ormas yang dianggap anti-Pancasila. Pilihan pembuatan Perppu dengan mengabaikan UU Ormas bisa dimaknai sebagai tindakan yang “dipaksakan” untuk kepentingan penguasa, sekalipun itu sah secara konstitusional.

Terpepas dari legaslitas Perppu tersebut, yang menarik dicermati adalah masalah Pancasila yang menjadi sentra pembahasan di dalamnya. Tak bisa dipungkiri latar belakang dari Perppu itu adalah kondisi politik yang terjadi hampir setahun terakhir di ibu kota. Ya, terkait Pilkada DKI yang kemudian diliputi isu politik identitas, SARA, dan kasus penodaan agama. Aksi-aksi massa yang dilakukan kalangan umat Islam terkait kasus penodaan agama, kemudian ada yang memaknainya sebagai aksi intoleran dan antikebinekaan. Klaim sebagai paling toleran dan berbineka pun muncul, bahkan kemenangan salah satu pasangan calon pun ada yang memaknainya sebagai kemenangan kaum radikal.

Tidak berhenti di situ, isu anti-Pancasila pun kemudian diembuskan yang berujung pada pengumuman pembubaran sebuah ormas yang dianggap oleh penguasa sebagai anti-Pancasila. Tentu ormas tersebut menolak sikap pemerintah tersebut dan juga mengklaim aktivitas dan pemikiran yang diembannya tidak bertentangan dengan Pancasila. Terlebih pengumuman itu tidak mengikuti proses yang telah digariskan dalam UU Ormas. Olehnya itu, seharusnya lebih tepat jika pemerintah menempuh jalur hukum sesuai UU Ormas daripada membuat Perppu. Akan tetapi nyatanya, pilihan pemerintah adalah membuat Perppu.

Permasalahannya adalah, Perppu itu akan berpotensi digunakan sebagai alat hukum untuk memberangus lawan politik pemerintah dengan tuduhan anti-Pancasila, daripada sebagai sebuah penegakan hukum yang benar-benar untuk kemaslahatan negara. Pasalnya, klaim sebagai pihak yang pancasilais dan paling Indonesia yang disosialisasikan dengan hastag “Aku Pancasila” dan “Aku Indonesia”, bisa dimaknai sebagai pesan kepada pihak lain yang merupakan lawan politiknya sebagai “Tidak Pancasilais” dan “Tidak Cinta Indonesia”. Pernyataan itu juga secara bahasa semakna dengan “Aku adalah Hukum”. Artinya dengan asosiasi diri seperti itu ia berada pada posisi “bebas” dan “di atas” atau “Ia adalah hukum itu sendiri”. Maknanya adalah, apapun kebijakan yang diambilnya adalah benar secara hukum, berkesesuaian dengan Pancasila. Jika demikian, maka di sinilah letak bahayanya dan negara benar-benar menuju sebagai negara kekuasaan.

Perppu Ormas itu sendiri berpotensi melahirkan konflik horizontal di tengah masyarakat, jika pemerintah dan aparatur penegak hukum terus mengabaikan hukum dan penegakannya secara adil dan konsisten. Pasalnya, ada pihak tertentu dari kalangan sipil yang berbentuk ormas juga yang senantiasa berpakaian “ala militer” cenderung melakukan tindakan layaknya aparatur penegak hukum, yang dengan bebasnya—karena terjadi pembiaran bahkan seolah didukung oleh aparat keamanan—menentukan suatu kegiatan boleh atau tidak diselenggarakan. Ini juga sebuah anomali di negara hukum, yang punya hukum dan aparatur penegak hukum yang dibuat dan digaji dengan anggaran negara.

Perppu Ormas ini juga bisa mengarah pada penggunaan Pancasila sebagai tameng politik, sebagaimana ada masa pada era orde lama dan orde baru digunakan sebagai senjata politik menghantam lawan politik penguasa. Klaim-klaim sebagai pihak yang “Pancasilais” akan terus terjadi dan menimbulkan ketegangan bahkan konflik. Hal ini karena penafsiran terhadap hal-hal yang dianggap berkesesuaian dengan Pancasila sangatlah fleksibel. Tak ada tafsir tunggal di mana konstitusi dan perundang-undangan sendiri—yang merupakan turunan Pancasila sebagai panduan bernegara—juga bersifat fleksibel (tidak menentu) yang dibuktikan melalui amendemen konstitusi yang telah berulang kali dan revisi pelbagai perundangan-undangan yang terus terjadi. Bahkan Perppu itu menunjukkan fleksibilitas hukum itu sendiri.

Namun tentu kita berharap bahwa Perppu Pembubaran Ormas itu lahir dalam kerangka penegakan hukum yang berkeadilan, sehingga negara tetap dalam kondisi sebagai negara hukum. Bukan sebagai alat politik yang menggunakan instrumen hukum untuk sebuah kepentingan politik, dengan mengatasnamakan Pancasila dan kedaruratan negara, yang berarti penguasa telah membawa negara menjadi negara kekuasaan. Semua itu terpulang kepada penguasa dengan lembaga penegak hukum yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaannya. Kredibitas penegakannya sangat dipengaruhi oleh profesionalitas penegak hukum dalam menjalankan tugas di atas prinsip kepentingan negara, bukan di atas kepentingan penguasa dan kekuasaan semata. [mm]

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Nurdin Abdullah Yakin Dukungan PKS Tidak Meleset

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Bakal calon gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah merasa yakin dukungan PKS kepadanya tidak akan meleset untuk...
 

Target Menang di Palopo, Rekomendasi Golkar Jatuh ke Tangan JA

FAJARONLINE.COM, PALOPO -- Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid akan menyerahkan rekomendasi kepada Wali Kota Palopo, HM Judas Amir (JA) di GOR...
 

Ini Ungkapan Sedih Peter Cech untuk Kiper Persela

FAJARONLINE.COM - Choirul Huda telah tiada. Namun nama mendiang kiper Persela Lamongan itu masih saja ditulis banyak orang. Bintang-bintang sepak...
 

Peserta dari Daerah Antusias Ikut Pesta Pelajar Zetizen 2017

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Dua pekan lagi event Pesta Pelajar Zetizen FAJAR akan dilaksanakan. Saat ini, sekolah yang sudah mendaftar sudah...
 

Kepala Inspektorat Ingatkan Pilkada, Tetap Jaga Keamanan

FAJARONLINE.COM,PALOPO - Peringatan Hari Kesadaran Nasional lingkup Pemkot Palopo digelar di halaman kantor gabungan dinas, Jalan Masjaya, Selasa...
 

Pendamping AIM di Polman, Golkar Sodorkan Dua Nama

FAJARONLINE.COM, POLEWALI-Partai Golkar sudah memberikan dukungan ke petahana Andi Ibrahim Masdar (AIM) untuk maju di Pilbup Polman. Namun soal...
 

Nurdin Halid: Paket Latif-Usman Marham Saling Melengkapi

FAJARONLINE.COM,PINRANG - Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid memastikan paket Abdul Latif-Usman Marham sudah final. Pasangan bakal calon bupati...
 

Setor Pajak Rp10,2 Miliar, Angkasa Pura Dapat Penghargaan Pemkab Maros

FAJARONLINE.COM,MAROS - PT Angkasa Pura I (Persero) mendapat penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, Selasa (17/10/2017) di Lapangan...
 

Dijanji Listrik Akhir 2017, Warga Tiga Desa di Pinrang Berharap PLN Tak Ingkar

FAJARONLINE.COM -- Tiga desa terpencil di Kecamatan Lembang bakal diterangi tahun ini. Targetnya, Desember listrik desa-desa di wilayah pegunungan...
 

Setelah Gerindra, Nurdin Abdullah Temui Elite PKS Sulsel

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Jelang kegiatan jalan sehat Sulsel Jaya pada 22 Oktober sekaligus dirangkaikan deklarasi pasangan, Nurdin Abdullah...
 

BPBD Cari Solusi Banjir di Desa Wara

FAJARONLINE.COM,LUWU UTARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, Sabtu kemarin memantau beberapa titik yang menjadi...
 

Kiki Farel Tewas Setelah Mabuk-mabukan

FAJARONLINE.COM - Nyawa Kiki Farel tak tertolong. Usai menenggak minuman keras bersama dua rekannya; Jujun Junaedi (17) dan Arifin (16), dia tewas....
 

Peluang Lolos ke Piala Dunia Besar, Ini 4 Calon Lawan Italia di Babak Playoff

FAJARONLINE.COM, TURIN—Italia berpeluang besar lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia tahun depan. Berdasarkan...
 

Peringatan Korea Utara: Perang Nuklir Bisa Terjadi Kapan Saja

FAJARONLINE.COM, WASHINGTON—Korea Utara telah mengirimkan peringatan yang mengkhawatirkan kepada dunia dengan mengatakan bahwa perang nuklir...
 

Tiket Hanya 53 Ribu, Golkar Target Peserta Jago 253 Ribu

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-53 di Makassar, panitia menyiapkan ribuan hadiah hingga miliaran...
 

Kisah Sahabuddin, Polisi Penjinak Orang Gila yang Dapat Penghargaan Kapolri

Awalnya Nyaris Celaka, Kini Enam Belas Orang Sudah Sembuh Jiwa Ragaku demi Kemanusiaan. Motto Korps Brimob ini dipegang teguh Bripka Sahabuddin yang...
 

Serahkan Berkas pada Hari Terakhir, PKPI Optimis Dapat Kursi di DPRD Barru

FAJARONLINE.COM,BARRU - DPK PKPI Kabupaten Barru daftar ke KPU pada detik-detik terakhir. Berkas diantar langsung Ketua DPK PKPI, Herdiman Tabi yang...
 

Singgah Salat Magrib, NH Sumbang Rp100 Juta untuk Masjid Al Fitrah di Sidrap

FAJARONLINE.COM,SIDRAP - Kedermawanan Nurdin Halid kembali diperlihatkan saat singgah salat magrib bersama Bupati Sidrap, Rusdi Masse di Masjid Al...
 

Petugas Avsec Bandara Sulhas Gagalkan Pengiriman Detonator ke Palu

FAJARONLINE.COM,MAROS-- Petugas Avsec kembali mengamankan paket yang diduga berisi detonator bom Senin malam (16/10/2017) di Regulated Agent (RA)...
 

Foto Salam Sulsel Baru Beredar di Grup WA, Tanribali: Saya Masih di NA, Itu Hanya Silaturahmi

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Salam Sulsel Baru identik dengan salam yang digunakan pasangan calon Nurdin Halid (NH)-Aziz Qahar Mudzakkar sebagai Bakal...
 

Ngeri yang Bikin Penasaran

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR--Yuhuuu guys, siapa nih yang doyan ke bioskop? Film bergenre horor tampaknya menjadi tren yang meraup banyak penonton...
 

Atraksi Pakai Motor Listrik, Gubernur SYL Bonceng Tiga Gadis ABG

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mencoba mobil dan motor listrik di kompleks rumah jabatan gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa...
 

Semua Komoditas Ekspor Sulsel Turun

FAJARONLIN.COM, MAKASSAR - Neraca perdagangan Sulsel kembali defisit. Periode Januari-Agustus, defisit Sulsel sebesar USD25,57 atau Rp336 milliar....
 

Siap Menangkan NH-Aziz, Ini Daftar Kepala Daerah yang Berkumpul di Sidrap Tadi Malam

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (NH) bersama Ketua Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS) mengumpulkan sejumlah...
 

Gaya Hidup Uang Eletronik Jadi Pendapatan Baru Perbankan

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR — Era uang elektronik tidak bisa ditolak. Pengguna jalan tol mulai “dipaksa” membayar pakai uang...

Load More