Fajar

  Breaking News

Kekuatan Dongeng bagi Anak

Dalasari Pera Guru SMP Muhammadiyah Belawa

Degradasi moral telah menyentuh ruang anak-anak sebagai akibat lemahnya ketahanan budaya dan globalisasi yang tidak seimbang. Misalnya saja, kasus yang paling sering muncul ke permukaan saat ini adalah tindakan merisak (bullying) di antara sesama siswa sekolah dasar, bahkan hingga level sekolah menengah atas.

Kasus merisak ini telah menjadi bahan riset LSM, Plan International dan International Center for Research on Women (IRCW). Hasilnya, 84 persen anak di Indonesia mengalaminya dan angka ini tergolong tinggi.

Kasus narkoba dan pembegalan pun tak kunjung berkurang. Hasil penelitian BNN dan Puslitkes Universitas Indonesia menunjukkan peningkatan pengguna narkoba setiap tahunnya, meski 80 persen masyarakat Indonesia mengetahui jenis dan bahaya narkoba. Perilaku negatif semacam ini dapat dengan mudah berkembang jika lingkungannya tidak serius membentuk cara-cara berpikir moral anak sebagai upaya pembentukan kepribadiannya. Ibarat tanaman, anak adalah kecambah yang harus menerima perawatan semaksimal mungkin.

Menjamurnya jargon pendidikan tampaknya tidak serta merta menunjukkan hasil yang siginifikan. Proses pelaksanaan pendidikan itu tidak sesuai dengan isi yang diusung jargon itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman setiap orang bahwa untuk mencapai tujuan dari jargon pendidikan tersebut, seharusnya dimulai dari keluarga. Pendidikan berbasis keluarga menjadi salah satu upaya membentuk kepribadian anak secara intensif, mandiri, maksimal, dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah kemasyarakatan secara khusus dan negara secara umum.

Salah satu bentuk pendidikan dalam keluarga yang mudah dan murah diterapkan adalah mendongeng untuk anak. Tanpa disadari, dengan mendongeng, keluarga telah melakukan penguatan pendidikan karakter yang sedang didengung-dengungkan pemerintah.

Dongeng memiliki kekuatan sangat besar mendorong keluarga dalam terselenggaranya pendidikan karakter. Pertama, mendongeng merupakan pendekatan perkembangan kognitif. Cerita-cerita yang dimunculkan memberikan ruang yang sangat luas bagi anak untuk menjelaskan aktivitas mental terkait dengan perolehan informasi atau proses pemecahan suatu masalah. Namun, selaku orang tua, dalam menggunakan pendekatan ini mereka harus memiliki kesiapan. Bukan tidak mungkin, orang tua memiliki perbedaan tentang cara berpikir moral yang bisa menyebabkan kondisi tarik-menarik dan masa persesuaian cara berpikir moral.

Kedua, mendongeng akan menjadi jalan membiasakan membangun karakter anak. Sebab, dongeng membentuk imaji anak tentang karakter yang baik dan buruk melalui tokoh dan kebaikan apa saja yang diperoleh sebagai akibat dari karakter baik yang dimilikinya. Misalnya, anak yang menyukai tontonan film kartun tema kepahlawanan, maka mereka cenderung berimaji tentang perilaku heroik.

Begitupun dengan dongeng, mendengarkan sebuah cerita mampu menggugah mereka berimaji sesuai dengan apa yang didengarkannya. Bahkan, tidak sedikit anak-anak yang kemudian menggelari diri mereka sebagai prince atau princess akibat dari mendengarkan cerita semacam Cinderella atau Rapunzel.

Ketiga, dongeng dapat membangun interaksi yang kuat antara orang tua dan anak. Orang tua cenderung lebih mudah memahami dan menangkap perubahan dan perkembangan psikologis anak jika interaksi keduanya baik. Dengan demikian, anak merasa lebih diperhatikan dan telah membagun kedekatan. Dengan dongeng, orang tua secara tidak langsung telah menjauhkan pola didik mereka dari perilaku Laissez-Faire, yakni membiarkan anak berbuat sesukanya. Pola pembiaran berpotensi membentuk pula pola pikir dan berperilaku yang cenderung terbiarkan (bebas) tanpa memandang nilai-nilai ataupun norma yang berlaku di masyarakat.

Keempat, mendongeng berarti mengajarkan anak tidak menjadi autis disebabkan pengaruh gawai dan televisi. Kedua benda ini menjadi hal yang sangat menakutkan jika tidak disertai pendampingan. Gawai dan televisi mampu memberikan ruang dan jarak tersendiri bagi anak dan lingkungan sekitarnya. Termasuk dengan keluarganya sendiri. Mereka memiliki dunia sendiri yang tumbuh kembangnya berdasarkan pengaruh gawai dan televisi. Memberikan dunia sendiri sama saja membunuh kepekaan mereka dalam bersosialisasi.

Kelima, mendongeng adalah upaya membangun gerakan literasi dalam keluarga sehingga anak-anak terhindar dari intoleransi, yang penyebab utamanya adalah terbatasnya pengetahuan dan wawasan anak pada hal-hal tertentu saja. Pendidikan literasi juga pada hakekatnya menjadi penyaring yang kuat bagi anak. Kebiasaan mendengarkan deongeng dapat meransang minat baca anak.

Keenam, menceritakan dongeng sama saja kita telah memberikan asupan gizi untuk tumbuh kembang otak anak. Cerita yang disampaikan sedikit banyaknya membantu kecerdasan emosional anak yang mampu meransang perkembangan otak anak. Namun, sebagai pendongeng, orang tua berkewajiban memberikan cerita edukatif dan menghibur.

Mendongeng memang akan mengalami beberapa kendala, utamanya ketidakmampuan orang tua bercerita secara lisan. Oleh karena itu, orang tua harus terlebih dahulu membiasakan diri dengan dongeng dan memperbanyak bahan cerita. Apabila orang tua berkomitmen memulai pendidikan karakter dari keluarga, mereka tentu mampu meluangkan waktu dan melakukan manajemen pendidikan di dalam keluarga. Anak yang berkarakter kuat akan lahir dari keluarga yang mengawali pendidikan dengan baik dan berkelanjutan. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Babak Pertama, Indonesia Unggul 2-0 Atas Filipina

Sepakbola Internasional | 4 menit lalu
 

Begini Meriahnya Sambutan Warga ke IYL di Balla Lompoa

Pilgub Sulsel 2018 | 4 menit lalu
 

Maknai Proklamasi, Danrem Toddopuli Minta Kukuhkan Agama, Perkuat...

Bone | 7 menit lalu
 

Bupati Indah Bantu Veteran Rp14 Juta

Luwu Utara | 9 menit lalu
 

Siswa SMPN 1 Pangkajene Mendadak Jadi Wartawan di Peringatan HUT RI...

Pangkep | 13 menit lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan, Enam Perusahaan Berkolaborasi di Program BUMN...

Metropolis | 23 menit lalu
 

Sejumlah Tokoh dan Ketua Parpol Kecewa Tak Diundang di Upacara HUT RI

Pinrang | 40 menit lalu
 

Remaja Masjid Tak Mau Ketinggalan Momen Kemerdekaan, Begini Semaraknya

Metropolis | 54 menit lalu
 

Petani Enrekang Sudah Uji Coba Delapan Unit Mesin Panen Padi

Enrekang | 1 jam lalu
 

Danny Lebih Pilih Sambangi Posko IYL-Cakka

Politik | 1 jam lalu
 

Kisah Perjuangan Andi Ninnong Terulang di HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Wajo | 1 jam lalu
 

Empat Narapidana Rutan Masamba Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Luwu Utara | 1 jam lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan RI, Kodim 1421 Pangkep Gelar Khataman Alquran

Pangkep | 2 jam lalu
 

Belasan Sepeda Hias Meriahkan Lomba HUT RI di Tamalanrea

Metropolis | 2 jam lalu
 

Bau Tembakau Tercium, Bea Cukai Gagalkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Rumah Pemenangan GNH17 Rupanya Digunakan untuk Ini

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Masyarakat Enrekang Nikmati HUT RI dengan Menyeruput Aroma Kopi

Enrekang | 2 jam lalu
 

KPU Enrekang Manfaatkan Momen Kemerdekaan untuk Sosialisasi Pilkada

Enrekang | 2 jam lalu
 

Dapat Remisi, Delapan Napi Rutan Pinrang Bebas

Pinrang | 2 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia di Peringkat...

All Sportif | 2 jam lalu
 

Siswa Baraka Bentangkan Bendera Sepanjang 350 Meter 

Enrekang | 2 jam lalu
 

Berita Foto: Wow... Begini Penampakan Gogos Terpanjang, Capai 17 Meter

Metropolis | 3 jam lalu
 

Peringati HUT Kemerdekaan RI, Forkopimda Enrekang Ziarahi Makam...

Enrekang | 3 jam lalu
 

Begini Cara Volunteer Dompet Dhuafa Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Gowa | 3 jam lalu
 

Langka... Jokowi-JK Foto Bareng dengan Tiga Mantan Presiden RI

Nasional | 3 jam lalu

Load More