Fajar

  Breaking News

Teknologi Kesehatan: Deteksi Aneurisme Tak Perlu Lagi Pembedahan Kepala

ILUSTRASI

FAJARONLINE.COM - Aneurisme merupakan terjadinya pembengkakan pada pembuluh darah akibat adanya kerusakan pada struktur pembuluh darah atau karena adanya kelemahan pada dinding pembuluh darah. Jika dibiarkan, aneurisme yang digambarkan seperti mata ikan pada balon ini bisa pecah.

“Kalau lokasinya di dekat batang otak, bisa fatal akibatnya. Stroke misalnya,” ujar dr Nur Setiawan Suroto SpBS, saat ditemui di RSUD dr Soetomo Jumat (14/7). Karena itu penanganan segera diperlukan agar tidak terjadi hal yang membahayakan bagi pasien.

Dokter yang akrab disapa Iwan ini pun menganjurkan untuk setidaknya sekali seumur hidup melakukan MRI. Tujuannya adalah untuk mengetahui jika ada kelainan yang terjadi di otak bisa diketahui dengan cepat. Seperti kasus aneurisme.

Jika dulu penanganan aneurisme membutuhkan pembedahan kepala, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, hal itu tidak lagi perlu dilakukan. Cukup dengan melakukan pemasangan flow diverter dari pembuluh darah di pangkal paha, aneurisme sudah dapat di atasi.

“Metode ini minim risiko dan waktunya lebih singkat,” lanjut Iwan. Di Indonesia sendiri, belum banyak rumah sakit yang menerapkan sistem ini. RSUD dr Soetomo sendiri menjadi satu-satunya rumah sakit pemerintah yang sudah dua kali melakukan pemasangan flow diverter tersebut.

Operasi pertama juga dilakukan oleh Iwan pada bulan Oktober 2016 silam. Sedangkan operasi kedua, dilakukan pada Minggu (9/7) lalu. Meski kasusnya hampir serupa, aneurisme yang ditangani anggota Surabaya Neuroscience Institute (SneI) kali ini adalah Giant Aneurisme.

“Aneurisme itu ada tiga tingkatan. Small, Large dan Giant,” tutur Iwan. Aneurisme dikatakan small jika memiliki ukuran di bawah 3 milimeter. Jika ukurannya 10-20 milimeter disebut dengan aneurisme large. Sedangkan jika lebih dari 20 milimeter disebut dengan giant aneurisme.

“Kalau yang ini ukuran diameternya 3,12 cm. Jauh lebih besar dari yang sebelumnya hanya sekitar 1 cm,” lanjutnya. Karena ukurannya yang cukup besar, metode flow diverter pun dianggap sebagai jalan terbaik.

Dengan metode ini, pasien akan disayat kecil pada bagian pangkal paha. Tujuannya untuk memasukkan kateter yang berisi stent. Stent inilah yang nantinya berfungsi sebagai pelindung pembuluh darah agar tidak berbelok masuk ke dalam gelembung aneurisma. “Flow diverter ini tipenya self expendable stent. Jadi begitu dia dilepas dari kateter, bisa langsung mengembang sendiri,” ungkap spesialis bedah saraf tersebut.

Dalam operasi tersebut, dokter menggunakan mesin angiografi untuk melihat pergerakan kateter melalui layar. Angiografi sendiri merupakan sebuah alat untuk melihat bagian dalam tubuh manusia dengan memasukkan pewarna ke dalam pembuluh darah.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, operasi yang dijalani oleh Kartini (53) minggu lalu memang memakan waktu lebih lama. Salah satu alasannya adalah besarnya ukuran aneurisme yang ada. Ukuran ini membuat gambar yang tampak di layar seolah-olah menumpuk sehingga pembuluh darah sulit terlihat.

Selain itu, usia pasien yang sudah cukup lanjut juga menjadi kesulitan tersendiri. Pasalnya, pembuluh darah pada manusia akan semakin berkelok-kelok sehingga agak sulit untuk menyetir kateter dari pangkal paha hingga ke bagian otak.

Kartini sendiri sudah menunggu selama tiga bulan sebelum akhirnya menjalani operasi pada hari Minggu lalu. Dia merupakan pasien rujukan dari Kalimantan Tengah. Tiga hari usai menjalani operasi, Kartini pun diperbolehkan pulang pada hari Rabu (12/7).

“Sekarang saya sudah di Semarang. Lagi di rumah keponakan sebelum kembali ke Kalimantan,” ujar Kartini saat dihubungi melalui saluran telepon. Dia pun menjelaskan jika saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik dibanding sebelum melakukan operasi.

“Dulu mata saya sulit untuk membuka. Sekarang ya sudah bisa, walau tetap belum secara penuh,” lanjutnya. Pusing yang dulu sering dirasakannya pun sudah tidak lagi muncul.

Ditanya tentang gejala awal saat didiagnosis aneurisme, perempuan asli Palangkaraya tersebut menjelaskan jika awalnya dia hanya pusing. Lalu lama-lama kelopak matanya menjadi sulit untuk membuka. “Saya cek ke dokter mata nggak ada masalah. Lalu kemudian saya direkomendasikan melakukan CT-Scan di rumah sakit. Dari sana baru tahu kalau ada gelembung di saraf mata,” tutur Kartini.

Karena fasilitas rumah sakit di Kalimantan Tengah masih belum memadahi, Kartini pun dirujuk ke RSUD dr Soetomo. Dia pun tidak membayar satu rupiah pun untuk operasi yang dijalani. Semua dicover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan dana fungsional RSUD dr Soetomo. (jpg)

Author : Alief Sappewali

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Bupati Indah Bantu Veteran Rp14 Juta

Luwu Utara | 2 menit lalu
 

Siswa SMPN 1 Pangkajene Mendadak Jadi Wartawan di Peringatan HUT RI...

Pangkep | 7 menit lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan, Enam Perusahaan Berkolaborasi di Program BUMN...

Metropolis | 17 menit lalu
 

Sejumlah Tokoh dan Ketua Parpol Kecewa Tak Diundang di Upacara HUT RI

Pinrang | 33 menit lalu
 

Remaja Masjid Tak Mau Ketinggalan Momen Kemerdekaan, Begini Semaraknya

Metropolis | 48 menit lalu
 

Petani Enrekang Sudah Uji Coba Delapan Unit Mesin Panen Padi

Enrekang | 1 jam lalu
 

Danny Lebih Pilih Sambangi Posko IYL-Cakka

Politik | 1 jam lalu
 

Kisah Perjuangan Andi Ninnong Terulang di HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Wajo | 1 jam lalu
 

Empat Narapidana Rutan Masamba Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Luwu Utara | 1 jam lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan RI, Kodim 1421 Pangkep Gelar Khataman Alquran

Pangkep | 1 jam lalu
 

Belasan Sepeda Hias Meriahkan Lomba HUT RI di Tamalanrea

Metropolis | 2 jam lalu
 

Bau Tembakau Tercium, Bea Cukai Gagalkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Rumah Pemenangan GNH17 Rupanya Digunakan untuk Ini

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Masyarakat Enrekang Nikmati HUT RI dengan Menyeruput Aroma Kopi

Enrekang | 2 jam lalu
 

KPU Enrekang Manfaatkan Momen Kemerdekaan untuk Sosialisasi Pilkada

Enrekang | 2 jam lalu
 

Dapat Remisi, Delapan Napi Rutan Pinrang Bebas

Pinrang | 2 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia di Peringkat...

All Sportif | 2 jam lalu
 

Siswa Baraka Bentangkan Bendera Sepanjang 350 Meter 

Enrekang | 2 jam lalu
 

Berita Foto: Wow... Begini Penampakan Gogos Terpanjang, Capai 17 Meter

Metropolis | 2 jam lalu
 

Peringati HUT Kemerdekaan RI, Forkopimda Enrekang Ziarahi Makam...

Enrekang | 2 jam lalu
 

Begini Cara Volunteer Dompet Dhuafa Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Gowa | 3 jam lalu
 

Langka... Jokowi-JK Foto Bareng dengan Tiga Mantan Presiden RI

Nasional | 3 jam lalu
 

Bakal Helat Porseni, MTsN 1 Makassar Genjot Kualitas SDM

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Rayakan Kemerdekaan, The Rinra Hotel Adakan Donor Darah

Metropolis | 3 jam lalu
 

Tidak Gampang Dapat Wiratama, Pria Soppeng Ini Berhasil Meraihnya

Pendidikan | 3 jam lalu

Load More