Fajar

  Breaking News

Mata Lebam, Gigi Hampir Copot, Bocah SD Ditampar Polisi Berkali-kali

Ilustrasi

FAJARONLINE.COM -- Siswa kelas VI SDN 1 Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berinisial MAD menjadi korban penganiyaan.

Dia ditampar ASS, oknum polisi dari Satuan Sabhara Polres Kobar di SDN I Kumai Hilir, Jumat (14/7) pukul 10.30 WIB.

Akibatnya, bocah berusia 12 tahun itu mengalami luka lebam di bagian mata dan giginya hampir lepas.

Informasi yang berhasil dihimpun, saat siswa kelas enam SD mau pulang sekolah, DES (12) yang merupakan anak polisi mengejek MAD karena baju olahraga yang dipakai itu sobek di bagian lengan. Karena saling ejek itu, MAD memukul DES di bagian pundak dekat dada dan menjerit.

Setelah dipukul, DES langsung keluar dari kelas dan menghampiri ayahnya yang berada di luar sekolah. Tidak berpikir panjang, ASS langsung mendatangi MAD yang baru keluar dari ruang sekolah.

ASS langsung menampar MAD berulang kali di hadapan guru dan teman-teman sekolahnya.

Bahkan cincin yang di pakai ASS lepas saat menampar MAD. Setelah mengambil cincinnya, ASS kembali menampar dua kali.

Perbuatan tersebut sempat dilerai oleh penjual pentol di sekolah tersebut, namun ASS tidak menghiraukan. Bahkan setelah itu ASS juga marah-marah dan menunjuk-nunjuk para guru.

Wali kelas VI SDN 1 Kumai Hilir Parminah saat dibincangi mengatakan, anggota polisi menampar muridnya di hadapan dirinya serta murid-murid lainya.

Dia mengaku awalnya tidak mengetahui penyebab hingga anggota polisi menampar anak kecil.

"Saya sedih kalau mengingat kejadian Jumat siang. Polisi menampar murid kami berkali-kali," kata Parminah, sambil meneteskan air mata.

Setelah ditelusuri, kejadian awalnya memang DES mengejek MAD baju olahraga yang dipakai robek. Setelah itu MAD memukul bagian atas dada dan membuat DES menjerit dan langsung lari.

"Tiba-tiba ada polisi dengan seragam lengkap dan langsung memukuli MAD. Saya hanya kaget dan lemas badan saya melihat murid saya ditampar beberapa kali. Saat meludah juga ada darahnya," kata Parminah sambil menangis dan menutupi mukanya.

Kepala SDN 1 Kumai Hilir Jariah juga sudah melaporkan kejadian ini ke Cabang Dinas Dikbud Kumai. Mengenai kejadian juga sudah dijelaskan secara detail.

"Kejadian yang tidak pantas itu di dalam sekolah. Saya sudah laporkan ke cabang dinas di Kumai. Ke depan masalah mau melaporkan akan dikoordinasikan dengan pihak komite," kata Jariah.

Selain MAD yang ditampar, polisi tersebut juga marah-marah terhadap guru. Hal ini membuat trauma kepada guru karena mendapat ancaman dari anggota kepolisian tersebut.

Sementara itu MAD yang didatangi di rumahnya di Jalan Panglima Utar RT 02 Desa Kapitan Kecamatan Kumai tampak masih trauma.

Bocah kelas enam SD ini mengaku merasakan sakit di bagian muka, gigi dan mata akibat tamparan keras. Giginya hampir lepas dan matanya masih merah.

"Saya waktu itu memang diejek dia (DES), lalu saya pukul pundak. Lalu dia menjerit dan datangi bapaknya. Saya pikir dia pulang," cerita MAD dengan nada pelan kepada awak media.

Saat pamit dengan wali kelasnya, dirinya lalu ingin memasang kaos kaki. Namun dirinya dibentak polisi berbadan tegap dengan seragam ketat dan berbadan besar. Kedatangan polisi tersebut membuat dirinya kaget, dan sempat disuruh berdiri dan langsung ditampar beberapa kali.

"Saat menampar sambil bilang ‘kamu ini nakal’. Ditampar beberapa kali. Saya hanya diam saja. Sempat cincinnya jatuh lalu menampar saya lagi," ujarnya.

Saat itu, dirinya langsung pulang dan menceritakan hal ini kepada orang tuanya, hingga berobat ke dokter untuk mengobati luka.

Syahruni orang tua korban tidak terima dengan peristiwa anaknya ditampar oleh anggota polisi. "Namun ada itikat baik dari anggota polisi dan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Kita juga sudah buat surat damai," terangnya.

Kapolres Kobar AKBP Pria Premos juga turun tangan terhadap masalah tersebut. Meski kedua belah pihak sudah berdamai, ada sekelumit masalah yang belum terselesaikan. Kapolres pun sampai harus ke rumah korban untuk meminta maaf secara langsung.

"Kita datang ini secara baik-baik. Kita meminta maaf terhadap korban yang dianiaya oleh anggota kami," kata Kapolres.

Menurut Pria Premos, tindakan anggotanya tidak benar sehingga akan diproses secara internal. "Kami datang ke rumah korban dan bertemu dengan keluarga besar, komite dan guru. Kalau ada yang mau melapor silahkan saja, dan kami janji akan proses masalah ini. Hanya saja besar harapan kami agar diselesaikan secara kekeluargaan," bebernya. (jpnn)

 

Author : awal

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Maknai Proklamasi, Danrem Toddopuli Minta Kukuhkan Agama, Perkuat...

Bone | 4 menit lalu
 

Bupati Indah Bantu Veteran Rp14 Juta

Luwu Utara | 5 menit lalu
 

Siswa SMPN 1 Pangkajene Mendadak Jadi Wartawan di Peringatan HUT RI...

Pangkep | 10 menit lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan, Enam Perusahaan Berkolaborasi di Program BUMN...

Metropolis | 20 menit lalu
 

Sejumlah Tokoh dan Ketua Parpol Kecewa Tak Diundang di Upacara HUT RI

Pinrang | 36 menit lalu
 

Remaja Masjid Tak Mau Ketinggalan Momen Kemerdekaan, Begini Semaraknya

Metropolis | 51 menit lalu
 

Petani Enrekang Sudah Uji Coba Delapan Unit Mesin Panen Padi

Enrekang | 1 jam lalu
 

Danny Lebih Pilih Sambangi Posko IYL-Cakka

Politik | 1 jam lalu
 

Kisah Perjuangan Andi Ninnong Terulang di HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Wajo | 1 jam lalu
 

Empat Narapidana Rutan Masamba Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Luwu Utara | 1 jam lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan RI, Kodim 1421 Pangkep Gelar Khataman Alquran

Pangkep | 1 jam lalu
 

Belasan Sepeda Hias Meriahkan Lomba HUT RI di Tamalanrea

Metropolis | 2 jam lalu
 

Bau Tembakau Tercium, Bea Cukai Gagalkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Rumah Pemenangan GNH17 Rupanya Digunakan untuk Ini

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Masyarakat Enrekang Nikmati HUT RI dengan Menyeruput Aroma Kopi

Enrekang | 2 jam lalu
 

KPU Enrekang Manfaatkan Momen Kemerdekaan untuk Sosialisasi Pilkada

Enrekang | 2 jam lalu
 

Dapat Remisi, Delapan Napi Rutan Pinrang Bebas

Pinrang | 2 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia di Peringkat...

All Sportif | 2 jam lalu
 

Siswa Baraka Bentangkan Bendera Sepanjang 350 Meter 

Enrekang | 2 jam lalu
 

Berita Foto: Wow... Begini Penampakan Gogos Terpanjang, Capai 17 Meter

Metropolis | 2 jam lalu
 

Peringati HUT Kemerdekaan RI, Forkopimda Enrekang Ziarahi Makam...

Enrekang | 2 jam lalu
 

Begini Cara Volunteer Dompet Dhuafa Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Gowa | 3 jam lalu
 

Langka... Jokowi-JK Foto Bareng dengan Tiga Mantan Presiden RI

Nasional | 3 jam lalu
 

Bakal Helat Porseni, MTsN 1 Makassar Genjot Kualitas SDM

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Rayakan Kemerdekaan, The Rinra Hotel Adakan Donor Darah

Metropolis | 3 jam lalu

Load More