Fajar

  Breaking News

Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak, Kerugian Capai Rp4 Miliar

ILUSTRASI

FAJARONLINE.COM -- Ratusan ton ikan air tawar milik petani kerambah apung berada di Bendungan Wayrarem Desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mati mendadak.

Akibat peristiwa tersebut, sekitar 200 ton ikan mas itu mabok dan mati mendadak. Sementara, para pengelola ikan kerambah mengalami kerugian sekitar Rp4 miliar.

Inca Pradika (37) salah seorang pemilik keramba di Desa Pekurun, mengatakan, penyebab kematian ratusan ton ikan tersebut dikarenakan buruknya cuaca beberapa hari terakhir.

"Ikan mulai mabuk Sabtu malam, sekitar pukul 20.00 Wib. Penyebabnya faktor cuaca yang sering berubah-ubah dan tidak menentu. Hujan panas, membuat ikan mabok dan akhirnya mati, " ujar Incha, Minggu (16/7).

Ia menerangkan, ikan mas miliknya berjumlah 25 keramba, berisikan 20 ton ikan mas siap panen mati sehingga dirinya mengalami kerugian sekitar sekitar Rp1,5 Miliar. Selain itu, benih ikan yang baru ditebarnya juga ikut mati, sehingga menambah kerugian.

“Setiap kerambah, terdapat lima ton lebih. Seluruhya mati dan tidak ada yang di selamatka. Padahal, selama ini seluruh petani mengharapkan panen ikan tersebut, guna menunjang perekonomian keluarga," kata Incha, seraya mengatakan ikan mas yang mati sudah berusia 3-4 bulan.

Senada dikatakan Tami (43) pengelola kerambah lainnya. Menurut pria akrab di sapa minak Tami ini, akibat matinya ikan pihaknya menjual Rp5-10 ribu per kilogramnya. Semantara hari normalnya, ikan tersebut dibandrol Rp21-22 ribu per kgnya.

"Harga murah seperti itu saja, tidak keseluruhannya laku. Makanya, dari pada busuk, ikan itu saya bagikan di tetaga yang berada di kampung, "keluh Tami, seraya membungkus ikan dengan kantung plastik diberikan kepada warga yang datang kelokasi kerambah.

Ia menerangkan, peristiwa serupa sudah sering terjadi di wilayahnya. Namun, untuk kali ini, yang terbesar sepanjang tahun 2006 hingga saat ini.

"Seluruh pemilik kerambah, rata-rata mengalami kerugian puluhan juta. Sementara, terdapat 300 lebih pengelola ikan air tawar berada di bendungan Way Rarem ini. Untuk data sementara, sekitar Rp4 milyar lebih pengelola kerambah, mengalami kerugian," bebernya.

Yuli Yanti (39) salah seorang warga setempat mengaku senang, dapat membeli ikan mas dengan harga relatif lebih murah dari harga normalnya.

"Momen seperti yang ditunggu, sebab ikan dijul dengan harga murah. Harga normal dijual Rp32 ribu, sementara kalau keadaan seperti ini, ikan dijul dengan harga Rp5 ribu. Tidak sedikit juga, pemilik kerambah memberi dengan cuma-cuma alis geratis,"ujar ibu tiga anak tersebut.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampura, Paswani Hasyim SH., membenarkan peristiwa tersebut.

Pihaknya, telah melalakukan koordinas dengan dinas kelautan dan perikanan (DKP) Provinsi pada bagian karangtinanya.

"Sudah kita laporkan ke provinsi. Hari ini (kemarin, Red) masih suasana hari libur, oleh kernanya, pihak DKP belum turun dari provinsi. Kemungkinan besok (hari ini) mereka didampingi dinas perikanan lampura akan turun untuk mengecek secara langsung penyebab kematian ikan tersebut," kata dia.

Diterangkannya, dugaan sementara kematian ratusan ton ikan air tawar itu, disebabkan "Apwelling" atau terjadinya endapan debit air huja yang turun dari darat ingin turun ke waduk, sementara air dibawah naik keatas. Sehingga ada endapan di bawah naik ke permukaan, yang membuat sisa pakan ikan menjadi racun.

"Tindakan pertama, dinas perikanan akan melakukan penyelidikan penyebab kematian ikan tersebut. Tentunya dengan cara menerjunkan tim ahli dan akan di uji leb. Dengan begitu, akan mengetahui penyebab kematian ikan-ikan tersebut," kata dia.

Selanjutnya, akan melaporkan hal itubke dinas DKP provinsi untuk dilakukan penindakan lebih lanjut.

Ia menambahkan, sebelumnya peristiwa tersebut sudah pernah terjadi, untuk dua tahun terakhir terjadi swbanyak tiga kali. Namun, saat ini jumlah Kematiannya sangat tinggi dibanding kejadian sebelumnya. (JPG)

Author : Muhammad Nursam

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Maknai Proklamasi, Danrem Toddopuli Minta Kukuhkan Agama, Perkuat...

Bone | 2 menit lalu
 

Bupati Indah Bantu Veteran Rp14 Juta

Luwu Utara | 4 menit lalu
 

Siswa SMPN 1 Pangkajene Mendadak Jadi Wartawan di Peringatan HUT RI...

Pangkep | 9 menit lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan, Enam Perusahaan Berkolaborasi di Program BUMN...

Metropolis | 19 menit lalu
 

Sejumlah Tokoh dan Ketua Parpol Kecewa Tak Diundang di Upacara HUT RI

Pinrang | 35 menit lalu
 

Remaja Masjid Tak Mau Ketinggalan Momen Kemerdekaan, Begini Semaraknya

Metropolis | 50 menit lalu
 

Petani Enrekang Sudah Uji Coba Delapan Unit Mesin Panen Padi

Enrekang | 1 jam lalu
 

Danny Lebih Pilih Sambangi Posko IYL-Cakka

Politik | 1 jam lalu
 

Kisah Perjuangan Andi Ninnong Terulang di HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Wajo | 1 jam lalu
 

Empat Narapidana Rutan Masamba Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Luwu Utara | 1 jam lalu
 

Semarakkan Kemerdekaan RI, Kodim 1421 Pangkep Gelar Khataman Alquran

Pangkep | 1 jam lalu
 

Belasan Sepeda Hias Meriahkan Lomba HUT RI di Tamalanrea

Metropolis | 2 jam lalu
 

Bau Tembakau Tercium, Bea Cukai Gagalkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Rumah Pemenangan GNH17 Rupanya Digunakan untuk Ini

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Masyarakat Enrekang Nikmati HUT RI dengan Menyeruput Aroma Kopi

Enrekang | 2 jam lalu
 

KPU Enrekang Manfaatkan Momen Kemerdekaan untuk Sosialisasi Pilkada

Enrekang | 2 jam lalu
 

Dapat Remisi, Delapan Napi Rutan Pinrang Bebas

Pinrang | 2 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia di Peringkat...

All Sportif | 2 jam lalu
 

Siswa Baraka Bentangkan Bendera Sepanjang 350 Meter 

Enrekang | 2 jam lalu
 

Berita Foto: Wow... Begini Penampakan Gogos Terpanjang, Capai 17 Meter

Metropolis | 2 jam lalu
 

Peringati HUT Kemerdekaan RI, Forkopimda Enrekang Ziarahi Makam...

Enrekang | 2 jam lalu
 

Begini Cara Volunteer Dompet Dhuafa Rayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Gowa | 3 jam lalu
 

Langka... Jokowi-JK Foto Bareng dengan Tiga Mantan Presiden RI

Nasional | 3 jam lalu
 

Bakal Helat Porseni, MTsN 1 Makassar Genjot Kualitas SDM

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Rayakan Kemerdekaan, The Rinra Hotel Adakan Donor Darah

Metropolis | 3 jam lalu

Load More