Fajar

  Breaking News

Bincang Politik dan Sepak Bola: Butuh Percepatan dan Kepercayaan Menggerakkan Pembangunan

Para pembicara dalam diskusi politik dan sepakbola.
Metropolis - 17 Juli 2017, 15:32:19

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR – Sepak bola dan politik adalah dua hal yang dapat disandingkan. Banyak hal dalam dunia sepak bola yang dapat tarik ke dalam politik, sebagai misal sportivitas. Namun, jangan masukkan politik ke dalam olahraga sepak bola. Demikian mengemuka dalam diskusi di Plaza Mall Ratu Indah, Jalan Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (16/7/2017) sore.

Diskusi ini menghadirkan mantan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng, pakar komunikasi Hidayat Nahwi Rasul, pakar politik Aswar Hasan, CEO PSM Munafri Arifuddin, mantan pelatih PSM Syamsuddin Umar, dan ekonom Idrus Taba. Diskusi dipandu moderator Andi Mangara.

Terkait percepatan pembangunan, mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng mengibaratkan hubungan antara pemerintah dan rakyat ibarat lokomotif dan gerbong kereta api. Antara penumpang kelas VIP dan ekonomi sama-sama merasakan kenyamanan. “Kita harapkan, semua masyarakat mendapatkan keuntungan dari percepatan pembangunan bangsa. Seperti kereta api. Kalau lokomotif bergerak cepat, maka gerbong yang belakang juga sama. Jangan sampai lokomotif sudah bergerak lebih dulu, ternyata ada gerbong yang ketinggalan di belakang,” ungkap Andi Mallarangeng.

Tugas pemerintah, kata Andi Mallarangeng, ialah memastikan gerbong itu dapat maju bersama-sama, sehingga rakyat dari semua lapisan dapat menikmati kemerdekaan. Dalam perumusan kebijakan publik, pemerintah perlu melibatkan masyarakat. Dengan partisipasi, muncullah rasa memiliki ditengah masyarakat.

Dalam sepakbola, antara pemain yang satu dengan dengan yang lain harus saling percaya. Begitupula antara pemerintah dan rakyat perlu membangun rasa saling percaya (trust). “Harus ada mekanisme agar muncul kepercayaan. Itulah, adanya pemilu dalam kurun waktu 5 tahun sebagai koreksi kepemimpinan,” sebutnya.

Pemain, manajemen, dan supporter perlu bersinergi. “Demikian halnya mereka yang terlibat dalam politik, ibarat pemain dalam keseblasan Indonesia. Seperti polisi, tentara, dan guru dimana mereka harus punya talenta dan skill,” katanya.

Adapun pengamat komunikasi Hidayat Nahwi Rasul mengungkapkan, problematika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Partai politik mengalami disfungsi sebab maraknya politik uang. “Bahkan, dalam dunia politik berlaku uang dan kecurangan sebagai cara meraih kemenangan,” papar pengurus ICMI Sulawesi Selatan ini.

Proses demokrasi belum melahirkan kebijakan yang pro kepada rakyat. “Pada faktanya, demokrasi sangat sulit melahirkan negarawan. Yang lahir adalah politisi transaksional,” kata pakar telematika ini.

Di bidang ekonomi, Indonesia mengalami ketidakadilan. Hal ini, katanya, terkonfirmasi dengan angka rasio ini yang semakin berjarak. “Faktanya, keadilan sosial masih menjadi isu utama. Kita pro pada pertumbuhan, namun abai pada pemerataan,” ujar Hidayat.

Hidayat menilai, dengan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, Indonesia sebenarnya memiliki modal percepatan pembangunan. “Diupayakan bagaimana aktor-aktor negara mampu mengkonversi aturan dan kebijakan yang dapat mendorong kesejahteraan rakyat. Aktor negara jangan berorientasi pada kepentingan kelompok. Apalagi kepentingan bandar, bandit, dan badut,” papar Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan ini.

Mantan pelatih PSM Makassar Syamsuddin Umar mengatakan, untuk menjadi atlet sepak bola profesional, butuh skill dan talenta. “Jangan jadi pesepakbola jika tidak bisa menendang bola, menahan bola, dan bergerak tanpa bola. Demikian halnya dalam dunia politik,” sebutnya.

Sepak bola dan politik sama-sama memerlukan manajemen yang baik. Antara pemain bertahan, gelandang, dan penyerang harus menjalin kerjasama dan harmonisasi. “Ketika tim diserang, kita sama-sama bertahan. Ketika menyerang, kita sama-sama menyerang, sehingga ada keseimbangan. Tidak ada gap yang dimanfaatkan tim lawan,” imbuhnya.

CEO PSM Munafri Arifuddin mengatakan PSM itu adalah kombinasi antara pemain, suporter, dan manajemen. Ketiga unsur saling membangun kesepahaman dan menyatukan keinginan bersama. “Meski pemain bertabur bintang, namun tidak ada manajemen, maka tim tidak akan solid. Meski manajemen dan pemain kuat, tetapi tidak diberi dorongan moril oleh suporter, maka tim tidak memiliki semangat,” ucapnya.

Pemerintah dan rakyat, kata Munafri, harus memiliki visi yang sama, sehingga semua bisa menyatukan keinginan. “Ketika PSM mempunyai prestasi yang luar biasa, kesenangan bukan hanya ada pada pemain, tetapi juga penonton,” papar Munafri.

Contoh manejemen yang lengkap, kata Munafri, ada di dunia sepakbola. “Kita harus membangun kebersamaan untuk membuat sebuah langkah. Kita harus bersama sama ketika berhasil. Kita harus menanggung akibatnya ketika gagal,” jelasnya.

Sementara itu, pakar politik Aswar Hasan menguraikan, keseimbangan dalam bermain sepak bola ada pada pemain, supporter, manajemen, dan wasit. “Tanpa itu, tidak terjadi keseimbangan,” papar Aswar.

Dalam bahasa fikih, kata Aswar, keseimbangan bermakna adil. Lawan adil ialah zalim yang artinya menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. “Pembangunan Indonesia ibarat lokomotif dan kereta api yang berada di atas rel yang tepat. Rel itu diikat oleh bantalan agar tidak bergeser,” sebutnya.

Jika bantalan bergeser, kata Aswar, rel bisa lepas hingga mengakibatkan lokomotif keluar dari rel. “Bantalan itu adalah amanah yang mengikat supaya berada di jalurnya. Olehnya itu, Indonesia dengan keseimbangannya harus dengan amanah,” kata Aswar.

Sebagai lokomotif, presiden harus amanah. Jika presiden tidak amanah, maka gerbong juga tidak amanah, hingga menyebabkan bencana. “Indonesia harus dibawa seperti lokomotif dengan gerbong yang menyeluruh tanpa ada yang ketinggalan,” ucapnya.

Untuk mewujudkan keseimbangan dalam dunia politik, maka maka para politisi harus bertindak sebagai pejuang rakyat, bukan pejuang partai. “Mestinya mereka melakukan diri sebagai negarawan,” katanya.

Disaat partai telah merekomendasikan kadernya sebagai calon pilihan rakyat, artinya partai telah menyerahkannya kepada rakyat. “Mereka seharusnya bekerja untuk rakyat. Bukan lagi representasi partai yang harus mati-matian memperjuangkan agenda partai dan takut pada partai. Mestinya mereka takut pada rakyat. Bukan takut pada partai,” tegas Aswar.

Ahli ekonomi Idrus Taba memaparkan, organisasi apapun, dalam perspektif manajemen atau tata kelola, semuanya harus dikelola secara modern. “Baik itu organisasi kemasyarakatan, bisnis, politik, pemerintahan, semuanya menggunakan prinsip organisasi yang terkontrol, menggunakan SOP yang jelas,” sebutnya.

Lebih lanjut, untuk membangun demokrasi yang bernilai tinggi, diperlukan kepercayaan (trust). “Kepercayaan yang dimaksud ialah kepercayaan rakyat yang sebenarnya. Bukan kepercayaan yang dibeli dengan uang,” ujar Idrus. (*)

Ilmaddin Husain

Aktivis KNPI/LDII Sulsel

Author : Redaksi

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Target Menang di Palopo, Rekomendasi Golkar Jatuh ke Tangan JA

FAJARONLINE.COM, PALOPO -- Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid akan menyerahkan rekomendasi kepada Wali Kota Palopo, HM Judas Amir (JA) di GOR...
 

Ini Ungkapan Sedih Peter Cech untuk Kiper Persela

FAJARONLINE.COM - Choirul Huda telah tiada. Namun nama mendiang kiper Persela Lamongan itu masih saja ditulis banyak orang. Bintang-bintang sepak...
 

Peserta dari Daerah Antusias Ikut Pesta Pelajar Zetizen 2017

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Dua pekan lagi event Pesta Pelajar Zetizen FAJAR akan dilaksanakan. Saat ini, sekolah yang sudah mendaftar sudah...
 

Kepala Inspektorat Ingatkan Pilkada, Tetap Jaga Keamanan

FAJARONLINE.COM,PALOPO - Peringatan Hari Kesadaran Nasional lingkup Pemkot Palopo digelar di halaman kantor gabungan dinas, Jalan Masjaya, Selasa...
 

Pendamping AIM di Polman, Golkar Sodorkan Dua Nama

FAJARONLINE.COM, POLEWALI-Partai Golkar sudah memberikan dukungan ke petahana Andi Ibrahim Masdar (AIM) untuk maju di Pilbup Polman. Namun soal...
 

Nurdin Halid: Paket Latif-Usman Marham Saling Melengkapi

FAJARONLINE.COM,PINRANG - Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid memastikan paket Abdul Latif-Usman Marham sudah final. Pasangan bakal calon bupati...
 

Setor Pajak Rp10,2 Miliar, Angkasa Pura Dapat Penghargaan Pemkab Maros

FAJARONLINE.COM,MAROS - PT Angkasa Pura I (Persero) mendapat penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, Selasa (17/10/2017) di Lapangan...
 

Dijanji Listrik Akhir 2017, Warga Tiga Desa di Pinrang Berharap PLN Tak Ingkar

FAJARONLINE.COM -- Tiga desa terpencil di Kecamatan Lembang bakal diterangi tahun ini. Targetnya, Desember listrik desa-desa di wilayah pegunungan...
 

Setelah Gerindra, Nurdin Abdullah Temui Elite PKS Sulsel

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Jelang kegiatan jalan sehat Sulsel Jaya pada 22 Oktober sekaligus dirangkaikan deklarasi pasangan, Nurdin Abdullah...
 

BPBD Cari Solusi Banjir di Desa Wara

FAJARONLINE.COM,LUWU UTARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, Sabtu kemarin memantau beberapa titik yang menjadi...
 

Kiki Farel Tewas Setelah Mabuk-mabukan

FAJARONLINE.COM - Nyawa Kiki Farel tak tertolong. Usai menenggak minuman keras bersama dua rekannya; Jujun Junaedi (17) dan Arifin (16), dia tewas....
 

Peluang Lolos ke Piala Dunia Besar, Ini 4 Calon Lawan Italia di Babak Playoff

FAJARONLINE.COM, TURIN—Italia berpeluang besar lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia tahun depan. Berdasarkan...
 

Peringatan Korea Utara: Perang Nuklir Bisa Terjadi Kapan Saja

FAJARONLINE.COM, WASHINGTON—Korea Utara telah mengirimkan peringatan yang mengkhawatirkan kepada dunia dengan mengatakan bahwa perang nuklir...
 

Tiket Hanya 53 Ribu, Golkar Target Peserta Jago 253 Ribu

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-53 di Makassar, panitia menyiapkan ribuan hadiah hingga miliaran...
 

Kisah Sahabuddin, Polisi Penjinak Orang Gila yang Dapat Penghargaan Kapolri

Awalnya Nyaris Celaka, Kini Enam Belas Orang Sudah Sembuh Jiwa Ragaku demi Kemanusiaan. Motto Korps Brimob ini dipegang teguh Bripka Sahabuddin yang...
 

Serahkan Berkas pada Hari Terakhir, PKPI Optimis Dapat Kursi di DPRD Barru

FAJARONLINE.COM,BARRU - DPK PKPI Kabupaten Barru daftar ke KPU pada detik-detik terakhir. Berkas diantar langsung Ketua DPK PKPI, Herdiman Tabi yang...
 

Singgah Salat Magrib, NH Sumbang Rp100 Juta untuk Masjid Al Fitrah di Sidrap

FAJARONLINE.COM,SIDRAP - Kedermawanan Nurdin Halid kembali diperlihatkan saat singgah salat magrib bersama Bupati Sidrap, Rusdi Masse di Masjid Al...
 

Petugas Avsec Bandara Sulhas Gagalkan Pengiriman Detonator ke Palu

FAJARONLINE.COM,MAROS-- Petugas Avsec kembali mengamankan paket yang diduga berisi detonator bom Senin malam (16/10/2017) di Regulated Agent (RA)...
 

Foto Salam Sulsel Baru Beredar di Grup WA, Tanribali: Saya Masih di NA, Itu Hanya Silaturahmi

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Salam Sulsel Baru identik dengan salam yang digunakan pasangan calon Nurdin Halid (NH)-Aziz Qahar Mudzakkar sebagai Bakal...
 

Ngeri yang Bikin Penasaran

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR--Yuhuuu guys, siapa nih yang doyan ke bioskop? Film bergenre horor tampaknya menjadi tren yang meraup banyak penonton...
 

Atraksi Pakai Motor Listrik, Gubernur SYL Bonceng Tiga Gadis ABG

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mencoba mobil dan motor listrik di kompleks rumah jabatan gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa...
 

Semua Komoditas Ekspor Sulsel Turun

FAJARONLIN.COM, MAKASSAR - Neraca perdagangan Sulsel kembali defisit. Periode Januari-Agustus, defisit Sulsel sebesar USD25,57 atau Rp336 milliar....
 

Siap Menangkan NH-Aziz, Ini Daftar Kepala Daerah yang Berkumpul di Sidrap Tadi Malam

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (NH) bersama Ketua Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS) mengumpulkan sejumlah...
 

Gaya Hidup Uang Eletronik Jadi Pendapatan Baru Perbankan

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR — Era uang elektronik tidak bisa ditolak. Pengguna jalan tol mulai “dipaksa” membayar pakai uang...
 

Ternyata, Istri Jokowi Colek Prabowo di Pelantikan Anies-Sandi

FAJARONLINE.COM, JAKARTA - Apa yang tersisa dari pelantikan Anies Baswedan- Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode...

Load More