Fajar

  Breaking News

Mengubah Karakter Peserta Didik Melalui MOS

Ma,ruf Syarifuddin Guru Husnul Khatimah Polewali

Penerimaan siswa siswi baru merupakan musim yang ditunggu-tunggu orang tua, untuk mendaftarkan anaknya menjadi peserta didik di sekolah baik negeri maupun swasta.

Saat diamati, serta merta perjuangan menempuh pendidikan itu memerlukan materi serta perjuangan, sebagai syarat menjadi peserta didik baru. Sebagian besar warga tentunya berlomba mendaftarkan dirinya sebagai peserta didik baru untuk mengejar pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Peserta didik mulai menyiapkan berkas untuk melengkapi sistem yang sudah menjadi standarisasi, agar dirinya terdaftar di sekolah yang mereka inginkan. Olehnya itu formulir sebagai tanda atau syarat menginjakkan kaki di sebuah instusi pendidikan, akhirnya bisa dikatakan sebagai substansi awal pengenalan peserta didik dalam ruang lingkup pendidikan. Sistem yang terbangun saat ini dalam pendidikan adalah memberikan wejangan terhadap peserta didik untuk dapat menaati sistem yang menjadi landasan, agar dapat memasuki wadah pendidikan. Corak seperti demikian adalah memberikan pembelajaran terhadap peserta didik, untuk melatih mental maupun tata cara berkomunikasi ketika awal mengenal dunia pendidikan secara umum.

Dalam pendidikan, biasanya identik dengan masa orientasi siswa (MOS), sebagai dasar menempuh pendidikan yang berkarakter dan berperadaban. Di dalam MOS, terdapat pendidikan yang memperkenalkan dasar membangun mental dan sikap disiplin peserta didik, namun ketika mengamati awal masuknya peserta didik dalam pengenalan pendidikan. Di masa ini, peserta didik mulai pengenalan ruang lingkup pendidikan maupun pengenalan terhadap senioritas. Perilaku yang dilakukan peserta didik ketika mengikuti MOS memiliki corak seragam yang berwarna-warni, sebagai simbol membentuk perilaku peserta didik dalam melatih mental, agar dapat membangun peserta didik sebagai generasi yang berkharisma dan beradab. MOS sangat banyak memberikan pengajaran terhadap peserta didik untuk menjadi pribadi yang dapat membangun nilai-nilai kebinekaan maupun soliditas terhadap sesama peserta didik.

Implementasi MOS dapat tercium di tengah realitas sosial akibat kurang maksimal terhadap pembelajaran mengenai idealnya penerapan MOS secara umum, sehingga senioritas yang tidak berlandaskan norma dan keidealan dalam mengaktualkan potensi pendidikan, dapat memberikan aroma yang berdampak buruk terhadap peserta didik, sehingga pengenalan peserta didik akan rapuh karena pengajaran yang tidak memberikan wejangan mendidik secara ideal. Beberapa peserta didik baru mulai memiliki inisiatif melakukan dekonstruksi terhadap sistem yang dibangun oleh senioritas terhadap pengenalan dasar pendidikan yang dapat merusak citra pendidikan.

Seyognya pengenalan siswa baru mengedepankan pembangunan jati diri peserta didik, untuk menumbuhkan kreativitas dan inovatif dalam menjalankan aktivitas sebagai peserta didik yang bernuansa estetika.

Paling berperan dalam proses berjalannya MOS adalah senioritas sebagai tonggak berjalannya MOS dalam dunia pendidikan, namun peran senioritas dalam menjalankan masa orientasi siswa baru yang dilakukan adalah memperlihatkan perilaku yang dapat mendidik maupun mencerminkan sebagai senior yang terdidik terhadap peserta didik baru. Tak bisa kita pungkiri, dalam masa orientasi siswa baru biasanya senioritas memiliki tujuan mencerdaskan peserta didik dengan melakukan pengenalan materi yang dapat mengubah paradigma peserta didik ke arah lebih baik, namun berbagai metode yang digunakan senioritas dalam mencapai tujuan pendidikan dalam MOS seyogyanya dapat mencerdaskan peserta didik, dan menanamkan sikap untuk berperilaku adil terhadap sesama.

MOS harus menjadi awal membangun karakter peserta didik, dikarenakan pembelajaran dalam masa orientasi siswa baru dapat mengubah karakter peserta didik secara totalitas. Dan di dalam masa itu lebih mengutamakan membangun kesadaran peserta didik, dengan mengkaji potensi yang dimiliki peserta didik. Dalam perkembangan peserta didik ketika sudah melewati masa orientasi, biasanya peran peserta didik lebih membangun soliditas terhadap sesame, kemudian dapat menjalankan pendidikan yang lebih mengutamakan nilai-nilai sosial. Seyognya dalam memperbaiki dunia pendidikan semestinya melalui pendekatan MOS yang di dalamnya mencerdaskan dan melatih mental peserta didik, untuk lebih mempertajam dalam membangun hubungan humanisme antarsesama. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Agustus, Ancol Sajikan Beragam Kegiatan Menarik

Pariwisata | 4 jam lalu
 

PMII STAI DDI Maros Helat Mapaba

Pendidikan | 4 jam lalu
 

IKA SMADA Rapat Kerja di Hotel Dalton

Metropolis | 4 jam lalu
 

Figur Lama Dominasi Pilwalkot Palopo 

Pilwalkot Palopo 2018 | 5 jam lalu
 

Cewek Ini Mau Saja Sekamar dengan Tiga Pria di Indekosnya, Pakai...

Peristiwa | 5 jam lalu
 

Komunitas Gowa Max Bakal Jajal Kabupaten Bone

Gowa | 5 jam lalu
 

Guru SLBN 1 Wajo Raih Penghargaan Nasional

Pendidikan | 5 jam lalu
 

Polsek Camba Lakukan Patroli, Warga Malah Keluhkan Masalah Listrik

Maros | 5 jam lalu
 

Usai Begal Gojek, Pria Ini Ditemukan Mengapung di Kanal

Peristiwa | 6 jam lalu
 

Sembilan Bakal Calon Bakal Paparkan Visi-Misi di PKB Wajo

Pilkada Wajo 2018 | 6 jam lalu
 

Jelang Iduladha, Lalu Lintas Ternak Diperketat

Maros | 6 jam lalu
 

Stok Hewan Kurban Dijamin Aman Hadapi Lebaran Haji

Maros | 6 jam lalu
 

Empat Klub Sepak Bola Bersaing di Trofeo Labuaja

Maros | 6 jam lalu
 

Prof Tahir Kasnawi: MDGs Indonesia Terkendala Narkoba dan Persoalan...

Nasional | 6 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia Posisi 5

All Sportif | 7 jam lalu
 

Warga Masale Juara Sepeda Lambat Harian FAJAR, Ini Keunikannya

Metropolis | 7 jam lalu
 

Endejip Enrekang Siapkan Rute Berlumpur untuk Lintasan Offroad

Enrekang | 7 jam lalu
 

Salim Tantang AIM di Pilbup Polman, Begini Komentar ABM

Sulawesi Barat | 7 jam lalu
 

Lahir saat HUT RI, Diberi Nama M Bilal Dirgantara

Polman | 7 jam lalu
 

Aneh... Habiskan Rp2 Miliar, Gedung Kantor Camat Tinggimoncong Tak...

Gowa | 7 jam lalu
 

Judas Amir: Mari Selesaikan Masalah dengan Diskusi

Palopo | 8 jam lalu
 

Innalillah... Tubuh Pelajar Bone Ditemukan Terbujur Kaku, Begini...

Peristiwa | 8 jam lalu
 

Geram Jalanan Masih Rusak, Warga Sinjai Borong Tanam Pisang di Tengah...

Peristiwa | 8 jam lalu
 

Bakal Maju di Jateng, Mantan Menteri ESDM Kritik Kondisi Politik Saat...

Politik | 8 jam lalu
 

Arebal Kontra Amin Polhut 62 Berakhir Imbang

Sepakbola Nasional | 8 jam lalu

Load More