Fajar

  Breaking News

Mengubah Karakter Peserta Didik Melalui MOS

Ma,ruf Syarifuddin Guru Husnul Khatimah Polewali
Opini - 17 Juli 2017, 09:24:32

Penerimaan siswa siswi baru merupakan musim yang ditunggu-tunggu orang tua, untuk mendaftarkan anaknya menjadi peserta didik di sekolah baik negeri maupun swasta.

Saat diamati, serta merta perjuangan menempuh pendidikan itu memerlukan materi serta perjuangan, sebagai syarat menjadi peserta didik baru. Sebagian besar warga tentunya berlomba mendaftarkan dirinya sebagai peserta didik baru untuk mengejar pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Peserta didik mulai menyiapkan berkas untuk melengkapi sistem yang sudah menjadi standarisasi, agar dirinya terdaftar di sekolah yang mereka inginkan. Olehnya itu formulir sebagai tanda atau syarat menginjakkan kaki di sebuah instusi pendidikan, akhirnya bisa dikatakan sebagai substansi awal pengenalan peserta didik dalam ruang lingkup pendidikan. Sistem yang terbangun saat ini dalam pendidikan adalah memberikan wejangan terhadap peserta didik untuk dapat menaati sistem yang menjadi landasan, agar dapat memasuki wadah pendidikan. Corak seperti demikian adalah memberikan pembelajaran terhadap peserta didik, untuk melatih mental maupun tata cara berkomunikasi ketika awal mengenal dunia pendidikan secara umum.

Dalam pendidikan, biasanya identik dengan masa orientasi siswa (MOS), sebagai dasar menempuh pendidikan yang berkarakter dan berperadaban. Di dalam MOS, terdapat pendidikan yang memperkenalkan dasar membangun mental dan sikap disiplin peserta didik, namun ketika mengamati awal masuknya peserta didik dalam pengenalan pendidikan. Di masa ini, peserta didik mulai pengenalan ruang lingkup pendidikan maupun pengenalan terhadap senioritas. Perilaku yang dilakukan peserta didik ketika mengikuti MOS memiliki corak seragam yang berwarna-warni, sebagai simbol membentuk perilaku peserta didik dalam melatih mental, agar dapat membangun peserta didik sebagai generasi yang berkharisma dan beradab. MOS sangat banyak memberikan pengajaran terhadap peserta didik untuk menjadi pribadi yang dapat membangun nilai-nilai kebinekaan maupun soliditas terhadap sesama peserta didik.

Implementasi MOS dapat tercium di tengah realitas sosial akibat kurang maksimal terhadap pembelajaran mengenai idealnya penerapan MOS secara umum, sehingga senioritas yang tidak berlandaskan norma dan keidealan dalam mengaktualkan potensi pendidikan, dapat memberikan aroma yang berdampak buruk terhadap peserta didik, sehingga pengenalan peserta didik akan rapuh karena pengajaran yang tidak memberikan wejangan mendidik secara ideal. Beberapa peserta didik baru mulai memiliki inisiatif melakukan dekonstruksi terhadap sistem yang dibangun oleh senioritas terhadap pengenalan dasar pendidikan yang dapat merusak citra pendidikan.

Seyognya pengenalan siswa baru mengedepankan pembangunan jati diri peserta didik, untuk menumbuhkan kreativitas dan inovatif dalam menjalankan aktivitas sebagai peserta didik yang bernuansa estetika.

Paling berperan dalam proses berjalannya MOS adalah senioritas sebagai tonggak berjalannya MOS dalam dunia pendidikan, namun peran senioritas dalam menjalankan masa orientasi siswa baru yang dilakukan adalah memperlihatkan perilaku yang dapat mendidik maupun mencerminkan sebagai senior yang terdidik terhadap peserta didik baru. Tak bisa kita pungkiri, dalam masa orientasi siswa baru biasanya senioritas memiliki tujuan mencerdaskan peserta didik dengan melakukan pengenalan materi yang dapat mengubah paradigma peserta didik ke arah lebih baik, namun berbagai metode yang digunakan senioritas dalam mencapai tujuan pendidikan dalam MOS seyogyanya dapat mencerdaskan peserta didik, dan menanamkan sikap untuk berperilaku adil terhadap sesama.

MOS harus menjadi awal membangun karakter peserta didik, dikarenakan pembelajaran dalam masa orientasi siswa baru dapat mengubah karakter peserta didik secara totalitas. Dan di dalam masa itu lebih mengutamakan membangun kesadaran peserta didik, dengan mengkaji potensi yang dimiliki peserta didik. Dalam perkembangan peserta didik ketika sudah melewati masa orientasi, biasanya peran peserta didik lebih membangun soliditas terhadap sesame, kemudian dapat menjalankan pendidikan yang lebih mengutamakan nilai-nilai sosial. Seyognya dalam memperbaiki dunia pendidikan semestinya melalui pendekatan MOS yang di dalamnya mencerdaskan dan melatih mental peserta didik, untuk lebih mempertajam dalam membangun hubungan humanisme antarsesama. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Sudah Bayar Rp5 Juta, Warga Pangkep Tak Kunjung Dapat Sertifikat Tanah

FAJARONLINE.COM,PANGKEP - Adanya dugaan pungutan liar (Pungli) disampaikan salah seorang warga Asal Kelurahan Anrong Appaka, Kecamatan...
 

Hendak Buang Air Kecil, Sopir Pikap Ditabrak Truk hingga Tewas

FAJARONLINE.COM,PANGKEP - Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Rabu dini hari...
 

UNM Adakan Orientasi Akademik PPG untuk 77 Calon Guru

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Kegiatan Orientasi Akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan bersubsidi digelar Universitas Negeri Makassar di...
 

Disiapkan Ganti Markus, Abdillah Natsir Berlapang Dada Tak Maju di Pilkada Pinrang

FAJARONLINE.COM,PINRANG- Keputusan Golkar yang memberi rekomendasi bagi pasangan Abdul Latief-Usman Marham pada Pilkada Pinrang 2018 memupus harapan...
 

Pekan Seni Mahasiswa Unhas Sekaligus Hibur Peserta Pomnas 2017

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR -- Tim Pengembangan Bakat Minat, Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Pekan Seni Mahasiswa Unhas 2017 bertajuk...
 

Satu Medali Emas Pomnas XV di Tangan Karateka Sulsel

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Tim karate Sulsel saat ini sudah mengamankan satu medali emas di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas)...
 

Letkol Pnb Anton Sioux Resmi Jabat Komandan Skadron Udara 11

FAJARONLINE.COM, MAROS-- Letkol Pnb Anton "Sioux" Pallaguna resmi menjadi Komandan Skadron Udara 11 Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Rabu,...
 

Dikritik Setelah Kalah di Markas Manchester City, Pelatih Napoli Bingung

FAJARONLINE.COM, MANCHESTER—Pelatih Napoli, Maurizio Sarri mengaku bingung dengan media dan fans setelah kembali dikritik usai melakukan rotasi...
 

Bareng Sri Mulyani, Nurdin Abdullah Jadi Pembicara tentang Desentralisasi di Kementerian Keuangan

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Di sela-sela kesibukannya maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah...
 

Tak Mampu Kalahkan Spurs, Zidane: Ini Sulit Diterima, Tapi.......

FAJARONLINE.COM, MADRID—Real Madrid tak mampu mengalahkan Tottenham Hotspur di matchday ketiga Liga Champions. Dalam laga yang berlangsung di...
 

REI Sulsel Pererat Silaturahmi dengan Perbankan

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Pengurus baru DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulsel, melakukan silaturahmi ke BNI Wilayah Makassar, Rabu...
 

Gelar Konferensi Ketahanan Pangan, Unhas Hadirkan Enam Pembicara Asing

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Fakultas Pertanian dan Public Management Center (PMC) Universitas Hasanuddin akan mengadakan konferensi ketahanan pangan....
 

Masih Kader Golkar, Pengamat Sebut Bisa Saja TBL Balik Arah Lawan NA

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR--Pasca Nurdin Abdul (NA) membatalkan berpaket dengan Tanribali Lamo (TBL), maka TBL bisa diincar figur lain untuk...
 

Reuni Akbar, Alumni Universitas Bosowa 45 Pertemukan Angkatan 1986 hingga 2017

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Alumni Universitas 45 Bosowa akan menggelar musyawarah besar (Mubes) untuk pemilihan ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA)....
 

REI Sulsel Bentuk Pokja NPL Tangani Kredit Macet

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulsel, membentuk kelompok kerja (Pokja) khusus kredit macet. Ketua REI Sulsel, HM...
 

TEKNOLOGI PELAYANAN

PERKEMBANGAN teknologi semakin pesat. Terutama dalam bidang informasi. Perkembangannya telah mengubah banyak aspek kehidupan. Lepas dari dampak...
 

Buka Kursus Calon Pengantin, Kemenag Barru Kebanjiran Peserta

FAJARONLINE.COM,BARRU - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barru menggelar kursus calon pengantin selama dua hari di aula Kemenag Barru. Panitia...
 

Coba Lihat Gaya Gubernur SYL saat Mattojang di Halaman Rujab

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mencoba memainkan permainan tradisional adat bugis, Mattojang, di halaman rumah jabatan gubernur Jalan Jenderal...
 

Markas Polres Selayar Terbakar, Ini Dia Foto-Fotonya

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - Kantor Polres Kepulauan Selayar terbakar sekitar, pukul 04.30 wita dini hari. Kebakaran terjadi di gedung kantor bagian...
 

Pesta Ballo, Warga Maros Tewas Ditikam Teman Minum

FAJARONLINE.COM,MAROS - Warga Dusun Panagi Desa Cenrana, Kecamatan Camba Kabupaten Maros,Hamuddin (40) tewas setelah ditikam Safaruddin (21), Selasa...
 

Deng Ical Tularkan Konsep Smart City di Tidore Kepulauan

FAJARONLINE.COM - Wakil Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI tampil sebagai pembicara pada rapat kerja daerah (Rakerda) Pemerintah Kota Tidore...
 

Pengurus Baru REI Sulsel Silaturahmi Pimpinan BNI Makassar

Dari kiri; pimpinan kantor BNI Wilayah Makassar, Edy Awaluddin,Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel M Sadiq, dan Wakil Ketua Simon Rahman...
 

80 Persen, PSM Penuhi Syarat untuk Tampil di Piala AFC dan Liga Champions

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR - PSSI akan kembali memanggil enam klub teratas klasemen di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (19/10/2017). Pertemuan ini untuk...
 

Kalahkan Rekor Kemenangan Besar MU, Klopp: Ini Sejarah Indah Liverpool

FAJARONLINE.COM, LIVERPOOL—Liverpool mengalahkan Maribor tujuh gol tanpa balas di matchday ketiga Grup E Liga Champions, Rabu, 18 Oktober,...
 

Sadar PSM Lawan Tangguh, Bhayangkara Fokus Tingkatkan Stamina Pemain

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Tidak hanya PSM yang memiliki persiapan minim memasuki laga pekan ke-30 Liga 1. Tim lawan, Bhayangkara FC juga...

Load More