Fajar

  Breaking News

Sheila Coronel dan Etika Investigative Journalism

Sukriansyah S Latief
Artikel - 12 Agustus 2017, 23:39:17

Laporan: Sukriansyah S. Latief, (Missouri, Amerika Serikat)

TAK sah rasanya seorang jurnalis mengaku sebagai 'wartawan paripurna', bila tak mengenal Sheila Soto Coronel dan sepak terjangnya. Dialah perempuan jurnalis asal Filipina, yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan jurnalisme di Asia, bahkan di belahan dunia ini, khususnya dalam perkembangan 'investigative journalism'. Dia kini memang tak muda lagi.

Di usianya yang ke-50 tahun, Sheila tidak lagi turun ke lapangan mencari fakta dan 'membongkar' dokumen. Sekarang dia lebih banyak 'bergaul' dengan buku dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat. Sejak 26 Desember 2006, dia diangkat menjadi Director of The Stabile Center for Investigative Journalism di kampus tersebut. Dia pun sudah bergelar Professor of Professional Practice.

Saya pertama kali bertemu Sheila di Malaysia ketika mengikuti 'course on advantage reporting' yang diadakan SEAPA, 18-20 Juli 2002. Ketika itu, dia masih amat bersemangat memberikan materi tentang 'investigative reporting' kepada puluhan jurnalis dari Asia Tenggara. Menurutnya, ketika itu, bukan sebuah karya jurnalistik 'investigative reporting' bila jurnalis tidak mengungkap fakta yang disembunyikan atau 'membongkar' dokumen dan hasilnya bisa mengubah pandangan masyarakat, misalnya yang benar adalah A, bukan B seperti yang selama ini umum diketahui. Dan yang lebih penting adalah, liputan itu mempunyai dampak atau pengaruh yang lebih baik bagi masyakarat.

Begitulah Sheila. Ketika bertemu kembali Jumat, dua pekan lalu, di tempat kerjanya 604F, sebuah ruangan yang tak begitu luas di kampus Univeristas Columbia, dia tampak sedikit lebih tua, tapi tetap semangat menerima saya dan jurnalis dari TV One, Metro TV, serta Batam News. Sheila kembali bercerita tentang 'investigative journalism', tapi lebih banyak di ranah akademik, dan masalah etika yang sering diabaikan jurnalis. Dia juga mengenang ketika beberapa tahun lalu ke Makassar. Masih kuat dalam ingatannya, pisang epe di sepanjang Pantai Losari, dan nikmatnya makan ikan bakar di Makassar.

Sheila memulai karir jurnalistiknya sebagai reporter di Philipine Panorama pada tahun 1982, sebuah majalah yang punya banyak pembaca. Dia juga pernah bergabung sebagai reporter politik di Manila Times, dan menulis dengan sangat baik untuk The Manila Chronicle. Sheila juga pernah menjadi 'stringer' untuk The New York Times di Amerika dan The Guardian di Inggris.

Di bidang akademik, Sheila lulus strata 1 di bidang ilmu politik di Univeritas Filipina dan masternya tentang sosiologi politik di London School of Economics. Sepanjang perjalanannya sebagai jurnalis, Sheila telah menghasilkan banyak liputan-liputan investigasi, termasuk pelanggaran hak asasi manusia di Filipina. Baik itu ketika secara politik pemerintahan Ferdinand Marcos kehilangan kekuatan, maupun di masa pemilihan pemerintahan Corazon Aquino.

Dalam pemerintahan Aquino, Sheila menulis sedikitnya tujuh laporan investigasi tentang upaya kudeta.Tulisannya tidak hanya tentang kudeta, korupsi, dan militer, tapi juga tentang rakyat yang miskin sementara penguasa bisa berfoya-foya. Misalnya tentang istri Ferdinand, Imelda Marcos yang punya begitu banyak koleksi sepatu dan perhiasan. Juga tentang yayasan milik keluarga Marcos, yang ketika itu, Imelda memberikan 10 juta peso per tahun kepada yayasan, lantas dari mana uang sebanyak itu? Pada tahun 1989, bersama beberapa temannya, Sheila mendirikan Philippine Center for Investigative Journalism (PCIJ).

Organisasi ini banyak memberikan pelatihan kepada jurnalis di Filipina, bahkan di Asia, tentang keterampilan melakukan pelaporan investigasi dan penulisan mendalam. Di masa kepemimpinan Sheila, PCIJ berkembang pesat memberikan pelatihan-pelatihan investigasi, termasuk yang bekerjasama dengan SEAPA, yang memberikan pelatihan kepada wartawan di Malaysia itu. Sheila makin dikenal karena menjadi editor dan menulis banyak buku tentang 'investigative reporting'. Dia pun mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya adalah Magsaysay Award for Journalism, Literature, and The Creative Communication Arts, pada tahun 2003. Kini Sheila juga tercatat sebagai Board of Directors pada The Center for Public Integrity, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mendedikasikan diri untuk pembuatan laporan-laporan investigasi, yang berkantor di Washington DC.

Menurut Sheila, bagi seorang jurnalis, harus selalu peka terhadap sebuah laporan yang kelihatannya terlalu sempurna atau benar atau 'too good to be true'. Karena, kata Sheila, tidak ada yang sempurna di dunia ini, pasti ada kekurangannya. Maka, kalau ada laporan peristiwa atau dokumen laporan keuangan yang terlalu rapi atau sempurna, tanpa cacat, maka sebagai jurnalis mestinya harus peka dan berpikir skeptis. ''Lihat dokumen per dokumen, siapa di belakang pembuat dokumen, lihat apa yang ada dalam dokumen. Ini memang butuh waktu yang lama dan juga biaya yang besar,'' kata Sheila. Bagi Sheila, dalam melakukan liputan investigasi, soal etika menjadi hal yang utama. Dua hal yang sering diabaikan jurnalis adalah soal cara mendapatkan informasi dan yang kedua soal proses mendapatkan informasi.

Menurutnya, seorang jurnalis tidak boleh membeli informasi atau membayar sumber informasi atau berita. Sebab, bila ini dilakukan dan diketahui oleh masyarakat, maka kredibilitas jurnalis dan medianya akan diragukan. Bukan tidak mungkin nara sumber itu tidak memberikan informasi yang akurat atau benar, karena didasari atas keinginan mendapatkan uang. Tapi, kalau data atau informasinya benar, maka sesungguhnya bila dia menginginkan uang, maka akan lebih banyak bisa dia dapatkan bila ditawari untuk membuat buku atau film dari informasi yang dimiliki.

''Jadi tidak boleh membeli atau membayar narasumber,'' tegas Sheila. Hal yang kedua adalah soal proses mendapatkan informasi.

Menurut Sheila, dia tidak sependapat bila jurnalis mendapatkan informasi dengan sembunyi-sembunyi atau tidak mengaku sebagai jurnalis. Baginya, jurnalis tidak boleh merekam atau mengambil gambar nara sumber dengan sembunyi-sembunyi (hidden camera), seperti yang kini banyak dilakukan jurnalis. Pada saat wawancara, lanjutnya, kita harus mengaku sebagai wartawan dan meminta izin untuk melakukan rekaman.

''Tapi ini dalam keadaan normal, kecuali kalau ada hal-hal yang memang sangat terpaksa, tak ada jalan lain dan demi kepentingan umum atau masyarakat,'' tambah Sheila. Soal membeli informasi atau data, juga ditentang Gene P. Mater, konsultan media Freedom Forum, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang kebebasan pers dan kebebasan berbicara. Menurut mantan wartawan beberapa media cetak dan elektronik di Amerika ini, membeli atau membayar sumber berita melanggar kode etik.

''Juga karena akan membuat orang akan terbiasa dengan menjual informasi, dan ini bisa membuat mereka mengarang-ngarang cerita.'' kata Mater ketika ditemui di Newseum, Washington DC. Freedom Forum menjadi pengelola Newseum, tempat pameran media yang sangat canggih Amerika. Hal sama dikemukakan Bill Buzenber, Direktur Eksekutif Center for Public Integrity.

Di tempatnya, yang mempekerjakan beberapa jurnalis investigator, pelanggaran etika tidak dapat ditolerir. Pernah ada jurnalis yang dikeluarkan, karena pelanggaran etika. Bagi dia, jurnalis investigator memang harus mencari dan mengungkap fakta yang disembunyikan, tidak dengan membeli atau membayar narasumber. Memang LSM yang didirikan tahun 1990 di Washington itu, senantiasa menjada integritas jurnalisnya dengan memperhatikan masalah-masalah etika. Hasilnya, kata Buzenber, dapat dilihat dari banyaknya buku yang mereka terbitkan, tentang 'investigative reporting' masalah-masalah publik, di antara korupsi dan tentang tanggungjawab pemerintah. (***)

Penulis adalah Wartawan Senior Harian FAJAR

 

Author : Rasid

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Bersaing dengan Atlet Pelatnas, Hermawan Sabet Perunggu

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Atlet panjat tebing Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Hermawan, meraih medali perunggu...
 

Belum ada Juknis, JKK dan JKM Non-ASN Tuai Penolakan

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Progam jaminan kesehatan kerja dan jaminan kematian (JKK-JKM) non aparatur sipil negara (ASN) yang dikelola oleh PT Taspen...
 

PGRI Wajo Pastikan Kembali Sabet Juara Umum

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- PGRI Kabupaten Wajo memastikan kembali merebut Juara Umum I pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diselenggaran di...
 

Flying Wheel Makassar Kontra BBM Pontianak Warriors di Semifinal Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2017

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Skuat Flying Wheel Makassar akan bersua dengan BBM Pontianak Warriors pada babak semifinal Jawa Pos-Honda Pro...
 

Demokrat Dukung DIAmi di Pilwali, Pengamat Politik: Keputusan Itu Cederai Hakikat Partai

FAJARONLINE.CO.ID -- Fenomena Demokrat mengusung Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAMI) ternyata cukup mengundang pro dan kontra. Menurut Pengamat...
 

40 Truk Bakal Angkut Berkas Dukungan Rakyat ke IYL-Cakka

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dipastikan akan menyerahkan berkas dukungan KTP ke KPU Sulsel...
 

Perempuan Cantik Asal Toraja Utara Ini Niat Caleg DPR RI

FAJARONLINE.CO.ID, RANTEPAO -- Ketua Garda Wanita (Garnita) DPD Nasdem Toraja Utara, Eva Stevany Kadang, menyatakan niatnya maju dalam pemilihan...
 

Dua Kampung dari Kaltim Datangi Bulukumba, Ada Apa...

  FAJARONLINE.CO.ID, BULUKUMBA -- Dua Desa atau Kampung dari Provinsi Kalimantan Timur mendatangi Kabupaten...
 

Flying Wheel Makassar Tembus Semifinal Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2017

FAJARONLINE.CO.ID -- Skuat Flying Wheel Makassar sukses menembus babak semifinal Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2017 yang bakal digelar di DBL Arena,...
 

IYL-Cakka Pasangan Pertama di Indonesia Maju Independen di Pilgub Serentak 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) bakal...
 

NA Resmikan Rumah Pemenangan di Pangkep

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Bakal calon gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) meresmikan rumah pemenangan di Kabupaten Pangkep, Jumat...
 

Tingkatkan Kemampuan Talenta Muda Indonesia, Huawei Experience Day Ketiga Tandai Rampungnya Program...

FAJARONLINE.CO.ID -- PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) menggelar Huawei Experience Day yang ketiga, sebagai bagian dari program Huawei...
 

Pilihan NH Bangun Kampung adalah Teladan Pemuda Zaman Now

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua Umum Laskar Muda Hanura (Lasmura) Sulsel, Tri Sulkarnain Ahmad, mengaku semakin mengagumi sosok Nurdin Halid...
 

Warga Desa Balusu Belajar Kelola Keuangan Melalui Cashflow Game

FAJARONLINE.CO.ID, BARRU -- Sebagai rangkaian diklat wirausaha desa, puluhan warga desa Balusu Kabupaten Barru belajar mengelola keuangan...
 

Andi Ilhamsyah Mattalatta Puji Komitmen Antikorupsi NH-Aziz

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua DPD Hanura Sulsel, Andi Ilhamsyah Mattalatta, memuji komitmen antikorupsi yang disuarakan pasangan bakal calon...
 

Amankan Acara Pernikahan Putri Bupati Maros, 148 Personel Polres dan Satpol PP Dikerahkan

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Sebanyak 148 personel dari Kepolisian Resort (Polres) Maros dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Maros dikerahkan...
 

Peringati HKN, Manajemen RSUD KH Hayyung Selayar Tanam Pohon

FAJARONLINE.CO.ID, SELAYAR -- Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan penanaman pohon di halaman...
 

Wadduh... Pulau di Pangkep Kekurangan Guru PNS

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Persebaran tenaga pendidik di Pangkep masih sangat kurang utamanya untuk wilayah Kepulauan yang ada di...
 

UU Pemajuan Kebudayaan Disahkan, Perlu Partisipasi Masyarakat Penyusunan Strategi Kebudayaan...

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR – Tahun ini merupakan tahun yang baik bagi para pegiat kebudayaan, karena setelah 35 tahun dirancang, akhirnya...
 

KPU Diminta Maksimalkan Data Pemilih

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Pilkada dua kabupaten yakni Polman dan Mamasa akan berlangsung Juni 2018. Menghadapi persiapan pemilukada tersebut,...
 

Soal Pembangunan Ruas Jalan Paropp-Manyyaha, Tim Penanganan Konflik Sinjai Lakukan Mediasi

FAJARONLINE.CO.ID, SINJAI -- Tim penanganan konflik Kabupaten Sinjai melakukan mediasi dengan masyarakat di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sinjai...
 

Ternyata, IYL-Cakka Punya Dukungan KTP 1,5 Juta

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) membuktikan diri sebagai petarung sejati. Di saat ada usaha...
 

Hujan Deras, Laga Final Basket Smansa XVI SDH Versus Smanses Tertunda

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Laga final Invitasi Bola Basket SMA Negeri 1 Makassar (Smansa) XVI, mempertemukan skuat putri Sekolah Dian Harapan...
 

Latih Kepemimpinan, Himab Unhas Hadirkan LKMM untuk Mahasiswa Baru Sastra Arab

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Himpunan Mahasiswa Sastra Asia Barat (HIMAB) Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (KMFIB) Universitas Hasanuddin...
 

Kompak Gandeng Pangkep Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Lembaga Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) menggelar pelatihan perencanaan,...

Load More