Fajar

  Breaking News

Peternak Merasa Tertipu Biaya Vaksin, Pengumuman 2.500 Kenyataan 5.000

ILUSTRASI

FAJARONLINE.COM, BONE -- Sejumlah peternak di Bumi Arung Palakka, mengeluhkan biaya vaksin hewan. Mereka heran dengan besaran nilai yang harus dikeluarkan.

Salah satunya, peternak sapi bernama Maman. Dijelaskan Maman, beberapa waktu lalu diumumkan di masjid oleh dinas peternakan terkait biaya vaksin Rp2.500 per ekor.

"Kenyataannya, pelaksanaan di lapangan petugas meminta Rp5.000 per ekor. Ada selisih Rp2.500. Dikemanakan ini selisihnya," kata Maman.

Maman menjelaskan, biaya vaksin Rp5.000 masih bisa dibayarkannya. Hanya saja, dia merasa tertipu dengan penyampaian informasi yang disampaikan pihak Dinas Peternakan Bone.

"Saya hampir malu karena biaya vaksin. Saya bawa uang pas Rp2.500. Pas di tengah jalan, orang cerita-ceritanya, katanya Rp5.000 perekor. Makanya saya pulang ambil Rp5.000 untuk jaga-jaga. Ternyata benar, Rp5.000. Untung saya bawa segitu. Kalau tidak, saya pasti malu," paparnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Bone, Aris Andono berdalih, informasi yang diperoleh masyarakat adalah informasi lama. Sudah dilakukan perubahan biaya.

"Memang sebelum ada Perbup, biaya vaksin Rp2.500. Setelah keluar Perbup, awal tahun 2017, maka biaya vaksin menjadi Rp5.000. Terdiri atas Rp3.000 untuk vaksin dan Rp2.000 biaya operasional," ujar Aris.

Disinggung populasi ternak sapi saat ini di Kabupaten Bone, Aris mengungkapkan bahwa berdasarkan data terakhir yang dimilikinya per Desember 2016, jumlah sapi di Bone sebanyak 395.027 ekor.

"Data riil saat ini belum ada. Karena masih dalam penghitungan. Yang jelas, sapi yang bisa divaksin usianya minimal 6 bulan," tandasnya. (smd)

Author : Muhammad Nursam

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Nyaris Kalah, Pep Guardiola Malah Bilang: Ini Salah Satu Hari Terindah

Liga Inggris | 2 menit lalu
 

Ichsan Yasin Limpo Garap Disertasi Doktor di Jepang dan Korea

Pilgub Sulsel 2018 | 43 menit lalu
 

STKIP Muhammadiyah Buka Kursus Bahasa Inggris untuk SD hingga SMA

Barru | 50 menit lalu
 

Setelah NH-Aziz, PPP Djan Faridz Terbitkan Rekomendasi untuk Ilham...

Pilkada Bantaeng 2018 | 56 menit lalu
 

Prajurit TNI AU Se-Makassar Ikut Sosialisasi Manfaat Asabri

Peristiwa | 1 jam lalu
 

VIDEO: Suasana JCH Pangkep yang Rombongannya Meninggal Dunia

Liputan Haji | 1 jam lalu
 

Bek Napoli Khawatir Balotelli Singkirkan Mereka di Liga Champions

Liga Champion | 2 jam lalu
 

PKM Unhas Andalkan Cabai Katokkon di Pimnas 2017

Pendidikan | 2 jam lalu
 

CEO Milan Sudah Akhiri Belanja Milan

Liga Italia | 2 jam lalu
 

Kamis, Polisi Ungkap Bukti Mengejutkan tentang Ayah Bayi Ajaib di...

Enrekang | 2 jam lalu
 

Dapat Bantuan 10 Paket Buku, Perpustakaan Enrekang Terkendala Dana

Enrekang | 2 jam lalu
 

Wakil Wali Kota Makassar Jadi Pembicara di Bau-Bau

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Pengembangan Peternakan Bone Dapat Rekor MuRI

Feature | 2 jam lalu
 

Hanya Bermodal Satu Kursi, PDIP Enrekang Pungut Biaya Survei Rp8 Juta...

Pilkada Enrekang 2018 | 2 jam lalu
 

PKK Makassar Gelar Lomba Masak Beragam Menu dengan Biaya Maksimal...

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Istri Danlanud Ajak Guru dan Pengurus Yasarini Outbound di Galesong

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Karakterisasi Nilai Juang di Sekolah

Opini | 2 jam lalu
 

Diserang Lewat Media Sosial, Tim NH-Aziz : Mereka Lagi Panik

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Modal Sosial sebagai Amunisi Pembangunan

Opini | 2 jam lalu
 

Akhir September, Indomarco Gelar Funbike dan Senam Sehat

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Terima PSMTI, Syahrul Minta Ekonomi Dijaga

Peristiwa | 2 jam lalu
 

Enrekang Boyong Sepuluh Atlet ke Pra Porda Tenis Meja

Enrekang | 2 jam lalu
 

Jemaah Haji yang Pingsan di Asrama Sudiang Akhirnya Meninggal di RS...

Liputan Haji | 3 jam lalu
 

Iniesta: Saya Bisa Meninggalkan Barcelona

Liga Spanyol | 3 jam lalu
 

Pemainnya Ngotot ke Juventus, Ini Kata Presiden Lazio

Liga Italia | 3 jam lalu

Load More