Fajar

  Breaking News

Ikut Fit and Proper Test di Hanura, Bahrianto Bahas Solusi Atasi Kerusakan Jalan Raya

Pilkada Luwu 2018 - 30 Agustus 2017, 19:09:45

FAJARONLINE.COM, PALOPO -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Sulawesi Selatan melakukan fit and proper test bakal calon Bupati Kabupaten Luwu periode 2018-2023 di Hotel Agro Wisata Jl Poros Latuppa, Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Selasa (29/08/2017).

Di fit and proper test, setiap balon bupati menerima pertanyaan dari panelis yang masing-masing berasal dari pengurus DPC Luwu, DPD Sulsel dan DPP Hanura.
Bakal Calon Bupati Luwu, Bachrianto Bachtiar, paling pertama dan terlama yang berdiri di hadapan panelis yakni selama lebih dua jam sejak pukul 08.00 Wita hingga 10.15 Wita yang terdiri atas Drs H Ansar Pandaka MSi, Sahar SH MH, H Arifuddin SE MSi, Rahmat Hidayat, SE, Mustagfir Sabry (Moses), dan lainnya.

Soal visi misi, secara keseluruhan, tim juri DPC, DPD dan DPP Hanura yang dipimpin langsung Sarifuddin Sudding sebagai Sekjen DPP Hanura merasa Partai Hanura sangat puas dan menilai pemaparan Pak Bachrianto sangat bisa dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Luwu karena begitu menguasai fakta-fakta ketimpangan pembangunan disertai solusi-solusi yg baik dilakukan di Kabupaten Luwu.

“Pak Bachrianto ini saya panggil saja Pak bupati. Semoga masyarakat tidak melihatnya sebagai suatu hal yang negatif, justru hal yang positif. Karena saya percaya dia akan mampu menjalankan tugas dan programnya dengan baik. Beliau memang berkompeten untuk menjadi seorang bupati,” puji Sahar, Ketua Tim DPC Hanura Luwu yang kemudian diaminkan dan diapplaus oleh semua tamu undangan yang hadir.

Dalam pemaparannya, secara gamblang Bahrianto menyebut jika Luwu sekarang secara fisik memang sudah tampak ada kemajuan tetapi masih perlu dibenahi. Salah satunya adalah pertama, jika berbicara mengenai jalan yang selalu rusak. Sebagian besar orang selalu berpikir pasti spek konstruksinya dikurangi dalam artian dikorupsi, Bisa jadi. Tapi Faktanya, beban jalan itu memang terlalu berat. Cepat rusaknya jalur Trans Sulawesi karena ada hubungannya dengan jalur laut yang terabaikan.

Misalnya, produksi hasil-hasil perkebunan, manufaktur, sayur-sayuran, dan aneka mineral, besi hingga suku cadang kendaraan dan otomotif yang diangkut dari Surabaya dengan kapal laut menuju ke Makassar. Kemudian dibawa ke daerah termasuk Luwu lewat darat dengan tonase kendaraan yang super berat, sementara saluran air drainase jalan tidak memadai untuk mengalirkan air saat turun hujan, sehingga air kerap menggenang dan membuat permukaan jalan terkikis dan banyak bagian jalan yang rusak dan berlobang.

Jadi, apa penyebabnya jalur Trans Sulawesi seakan menjadi proyek abadi? Mudah dibaca. Bayangkan kalau semua hasil produksi tersebut setiap bulannya dikirim ke Luwu, Palopo, hingga Sulawesi Tengah dengan truk-truk besar? Jelas cepat rusak. Mengapa pemerintah tak memilih jalur laut dan membuat gudang di Luwu? Kuncinya ada di pemerintahan sendiri, papar Dosen FIKP Unhas ini.

Bachrianto yang juga seorang konsultan pembangunan mengungkapkan jika dirinya sudah bertemu dengan beberapa calon gubernur untuk mensinkronisasikan program. Ia tahu persis mengapa jalanan hampir setiap tahun rusak. Ia juga tahu kondisi-kondisi logistik di Sulawesi Selatan. Ia juga mengerti mengapa birokrasi-birokrasi pemerintah pusat dan daerah saling mengunci.

Maka jika dipercaya sebagai Bupati di Luwu, selain program pemberdayaan jalan tol laut, mengaktifkan ekonomi maritim di beberapa titik di Kabupaten Luwu, semua kebijakan Pemerintah yang sudah ada dan berkaitan dengan ekonomi kerakyatan akan diurai, dirapihkan kembali, direinvestasi lagi. Baginya, untuk Pemimpin yang tangkas, diperlukan agility management yang merapihkan dan mendinamisasikan cara kerja birokrasi. Kalau tidak begitu, jalur trans sulawesi hanyalah salah satu akibat yang masyarakat keluhkan setiap setahun sekali, yaitu saat mereka jalan buat mudik.

Kedua, mengenai tingkat kemiskinan yang masih besar di Kabupaten Luwu, Pak Dosen begitu masyarakat Luwu banyak memanggilnya mengatakan sudah lebih dari 20 tahun ia bergerak mengentaskan kemiskinan di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, Jika ditelaah lebih jauh, kemiskinan di Luwu pada dasarnya merupakan fenomena pedesaan, lebih khusus lagi pertanian. Sebagian besar penduduk miskin di Luwu adalah mereka yang tinggal di sekitar daerah pedesaan. Dan mudah untuk diduga, sebagian besar mereka bekerja di sektor pertanian, baik sebagai petani maupun buruh tani.

“Jadi kemiskinan ini penyebab utamanya ada di sektor pertanian. Jika sektor pertanian berhasil maka 80 persen penduduk yang di sektor ini mestinya berhasil. Tapi karena tidak berhasil sehingga sektor pertanian menjadi penyumbang kemiskinan terbesar di Luwu” katanya.

Hal yang paling penting dirubah adalah mindset berpikir Pemerintah. Bukan dengan membuat program-program pertanian, tapi Petani yang diurus. Menyiapkan tenaga pendampingan yang profesional sesuai dengan bidangnya. Program revitalisasi dan industrialisasi pertanian dengan konsep petik-olah-kemas-jual, itu harus satu rangkaian. Dalam arti yang lebih luas, Petani diurus tidak sekadar soal produksi, pembagian alat dan mesin pertanian, atau pemberian pupuk.

Petani diurus artinya bicara tentang Kedaulatan pangan yakni tentang pemberdayaan petani yang memiliki hak mendefinisikan sistem pangan untuk mereka sendiri, dan daerahnya. Dengan demikian, karena petaninya yang diurus, perlu pendampingan secara berkelanjutan untuk mengentaskan masyarakat miskin pedesaan.

Pendampingan yang dilakukan kepada petani, selain untuk menstabilkan harga, juga diharapkan hasil panen tersebut cepat dipasarkan. “Petani diurus oleh pemerintah hingga proses pemasaran hasil panen, agar bisa terjual cepat dan petani dapat hasilnya,” ungkap Bachrianto.

Jika masalah infrastruktur dan masalah pertanian ini sudah dibenahi dengan baik, dengan tenaga pendampingan profesional sudah ada, bisa dipastikan kelompok miskin mendapat prioritas dalam program pemberdayaan ekonomi, dan mendapat keuntungan yang layak dari aktivitas ekonomi dan pembangunan pemerintah. (shd)

Author : Indra

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Gelar Simposium, Demokrat Beri Kesempatan Bakal Cagub Bicara 15 Menit

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - DPD Partai Demokrat Sulsel bakal menggelar simposium sebagai rangkaian penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur...
 

Pemkab Pinrang Undang Menteri Kesehatan Resmikan RS Bungi

FAJAR ONLINE.COM,PINRANG - Peresmian rumah sakit (RS) Pratama Bungi dijadwalkan pada pertengahan Oktober mendatang. Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F...
 

Radamel Falcao Tersubur di Eropa, Dybala Kedua, Messi Ketiga

MONACO, FAJAR—Radamel Falcao mempertahankan ketajamannya di musim 2017/2018 ini. Bomber AS Monaco asal Kolombia tersebut saat ini bahkan...
 

KUI Unismuh Satu-satunya Penyelenggara Learning Express Indonesia Timur

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Kantor Urusan Internasional (KUI) Unismuh Makassar melaksanakan dua program kolaborasi dengan Singapore Polytechnic. KUI...
 

Ada Darah Berceceran dari Kampus UIN ke Rusunawa, Mahasiswi Diduga Aborsi

FAJAR ONLINE.COM,GOWA - Adanya temuan darah berceceran di depan gedung Perpustakaan UIN Alauddin Samata Gowa diduga hasil aborsi. Pasalnya, darah...
 

Tak Lagi Otomatis Dijabat Istri Sekda, DWP Mamuju Diingatkan Tugas Pokoknya

FAJAR ONLINE.COM - Pengurus baru Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mamuju dikukuhkan Senin, (25/09/2017). Bupati Mamuju, Habsi Wahid yang hadir...
 

Siap-siap Ayunkan Raketmu di CFD Boulevard

FAJAR ONLINE.COM, MAKASSAR - Bakal ada Gerakan Bulutangkis Massal di Makassar. Diinisiasi oleh Harian FAJAR, Pemprov Sulsel, dan PBSI Sulsel....
 

Semangat Pemain AC Milan Payah

MILAN, FAJAR—CEO AC Milan, Marco Fassone mengeritik semangat yang ditunjukkan pemain Rossoneri usai kalah dari Sampdoria di giornata ke-6 Serie...
 

Hazard Masih Cadangan, Ini Penjelasan Pelatih Chelsea

LONDON, FAJAR—Eden Hazard menjadi pemain terpenting Chelsea tiga musim terakhir. Namun, pasca cedera akhir musim lalu, winger tim nasional...
 

Ketua DPRD Sulbar Tidak Berkantor, Bibir Staf Humas Benjol Diserang Demonstran

FAJAR ONLINE.COM,MAMUJU - Peringati Hari Tani Nasional diwarnai sejumlah aksi mahasiswa menuntut sejumlah kasus pertanian di Sulbar. Aksi Himpunan...
 

Anak Angkat Terlilit Utang, Pedagang Sayur Keliling di Maros Gantung Diri

FAJAR ONLINE.COM,MAROS - Warga Perumnas Bentenge Desa Bontomatene Kecamatan Mandai, Nur Intang (57) ditemukan tewas gantung diri, Senin...
 

Nasyit Umar Ceramah 4 Pilar Kebangsaan di Hadapan Anggota PGRI Sinjai

FAJAR ONLINE.COM,SINJAI - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Muhammad Nasyit Umar, melakukan sosialisasi empat pilar...
 

Babak Pertama, PSM U-19 yang Diperkuat Asnawi dan Nurhidayat Ditahan Imbang 0-0 Perseru

Pemain PSM Makassar U-19, Asnawi Mangkualam Bahar berusaha menguasai bola dari pemain Perseru Serui U-19 pada lanjutan Liga 1 U-19, di Stadion Andi...
 

Jika Musik Membuat Anda Merinding, Otak Anda Mungkin Istimewa

HARVARD, FAJAR—Apakah Anda pernah merasakan merinding saat mendengarkan lagu yang bagus yang membuat semua bulu di lengan Anda berdiri? Jika,...
 

JNE Latih Penggiat UMKM Manfaatkan Teknologi untuk Berbisnis

FAJAR ONLINE.COM - Penggiat UMKM online shop dan wirausaha mengikuti seminar di La Buana Cafe & Resto Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu sore...
 

Pulang Berhaji dengan Selamat, Bupati Bone Berterima Kasih kepada ASN

FAJAR ONLINE.COM,BONE - Pasca mengikuti ibadah haji, Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi langsung memimpin kegiatan apel, Senin...
 

Ini Alasan Gerakan Koperasi Kabupaten Takalar Belajar Manajemen Perkoperasian di Sinjai

FAJAR ONLINE.COM,SINJAI - Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja kabupaten Sinjai menerima rombongan studi banding dari Dinas Koperasi, UKM, Tenaga...
 

Khawatir Dampak Ujaran Kebencian, Bupati Lutra Nasihati Guru PAUD

FAJAR ONLINE.COM,LUWU UTARA- Fenomena hate speech atau ujaran kebencian yang masif di media sosial rupanya menjadi perhatian yang cukup serius...
 

Didatangi Bakal Calon Bupati, Pedagang Pasar Sentral Sinjai Minta Ini

FAJAR ONLINE.COM,SINJAI - Andi Seto Gadhista Asapa, putra mantan Bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa menyapa pedagang di Pasar Sentral Sinjai, Senin...
 

Juara Kampung Literasi, Lurah Pandang-Pandang Dapat Motor Yamaha

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Pemenang Kampung Literasi FAJAR Kabupaten Gowa, Kelurahan Pandang-pandang akhirnya memperoleh hadiah utama satu unit...
 

KLHK dan Komisi VII DPR Kembangkan Bank Sampah di Makassar

FAJAR ONLINE.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI dan Komisi VII DPR RI menggelar sosialisasi pengembangan bank sampah melalui...
 

Tes Urine Mendadak di Kodim 1424, Ini Hasilnya

FAJAR ONLINE.COM, SINJAI - Kodim 1424 Sinjai melakukan tes urine di Aula Makodim Sinjai, Senin (25/9/2017). Tes ini dilakukan secara...
 

Ajak Pelajar Nobar Film G30S/PKI, Lantamal VI Beri Hadiah

FAJAR ONLINE.COM, MAKASSAR - Lantamal VI Makassar menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI di Gedung Sultan Hasanudin, Makassar, Senin,...
 

Di Hadapan PNS Sinjai, Pemateri Ini Tegaskan Rokok Berisiko Kanker

FAJAR ONLINE.COM, SINJAI - Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) Cabang Makassar menggelar Sosialisasi Kanker dan Tumor, Senin (25/9/2017)....
 

Semua Mobil Dinas DPRD Lutra Ditarik untuk Dipakai Kadis

FAJAR ONLINE.COM, MASAMBA - Seluruh mobil dinas DPRD Luwu Utara segera ditarik Pemkab Luwu Utara dalam waktu dekat. Penarikan mobil dinas...

Load More