Fajar

  Breaking News

Cari Damai, Tak Semua Rohingya Dukung ARSA

BELAJAR MENGAJI. Aktivitas di desa Muslim Rohingya Ka Din Pite, Sittwe. Saat sore hari, anak-anak Rohingya mengaji di komplek masjid.
Feature - 14 September 2017, 13:22:57

* Mendekat ke Zona Konflik Rohingya

KONFLIK yang terus berulang terhadap komunitas Muslim Rohingya di kawasan Maungdaw, negara bagian Rakhine perlu segera diakhiri.

Laporan Dhimas Ginanjar, Sittwe, Myanmar

Bukan hanya karena tewasnya ratusan warga Rohingya dan hampir 300 ribu lainnya mengungsi ke Bangladesh. Damai diperlukan supaya Muslim lain tidak ikut kena imbasnya.

Keinginan itu disampaikan oleh komunitas Muslim Rohingya yang berada di desa Ka Din Pite, Sittwe. Di desa itu, ada sekitar 1.437 muslim. Mereka mengatakan lelah dengan koflik yang terjadi. Saat ini, mereka sudah merasa tenang berada di Sittwe meski tidak tinggal di kota.

“Kami hanya ingin damai, tidak ada lagi konflik karena bisa berdampak ke kami,” ujar Maung Lay, 50, kepala desa. Muslim Rohingya yang ada di tempat itu sudah tinggal selama 50 tahun. Meski memiliki berbagai keterbatasan, mereka bisa hidup dalam damai.

Maung Lay mengatakan, mereka tahu betul arti penting perdamaian. Oleh sebab itu, mereka tidak pernah neko-neko. Segala aturan yang dikeluarkan pemerintah Myanmar mereka ikuti. Termasuk untuk memiliki kartu identitas meski tipe sementara (white card), dan bisa bahasa Myanmar dengan baik.

Bahkan saat kerusuhan 2012 meletus di Sittwe, dan menyebabkan masjid berusia 800 tahun terbakar, mereka tetap tenang di desa. Mereka tidak mau ikut campur, dan berujung pada terusirnya mereka dari lahan yang disediakan pemerintah. “Saat itu terjadi, kami tetap di sini,” tandasnya.

Warga Rohingya lainnya, Ko Khin Tun menambahkan, keinginan terhadap damai itu membuat mereka tidak mau mendekat dengan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). Seperti diberitakan kemarin, ARSA-lah yang menyerang pos-pos keamanan Myanmar.

Serangan itu lantas dijadikan alasan militer Myanmar untuk melakukan pembalasan. Buntut pembalasan brutal itu, 400-an warga Rohingya tewas dan hampir 300 ribu lainnya mengungsi ke Bangladesh. Belakangan, ARSA juga melakukan tindakan gila dengan mengancam mengebom kota-kota besar.

Pemerintah Myanmar sendiri sudah geregetan dengan kelompok itu. Apalagi, mereka sudah berbaiat terhadap ISIS dan ingin mendirikan negara Islam di Myanmar. “Kami tidak tahu mereka, tidak mendukung, dan tidak memiliki kaitan apapun dengan mereka,” tegasnya.

Tidak semua Muslim Rohingya memang mendukung ARSA. Menteri Kesejahteraan Kembali, Pertolongan, dan Pemukiman Kembali U Win Myat Aye membenarkan hal itu setelah mendapatkan beberapa laporan. Bahwa Muslim Rohingya di Buthidaung, Maungdaw, dan Rathedaung meminta bantuan pemerintah.

“Beberapa (warga Muslim, red) menghubungi kami untuk mengatakan bahwa wilayah mereka tidak diserang. Mereka juga tidak melakukan serangan apapun, dan mereka bersama-sama untuk menghadapi kemungkinan diserang,” terangnya seperti dikutip dari Myanmar Times.

Kemungkinan untuk damai mulai terbuka. Sebab, pada Sabtu 9 September malam, ARSA sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meletusnya konflik sejak 25 Agustus mengumumkan genjatan senjata. Memang, gencatan senjata itu hanya bersifat sementara karena ARSA ingin bantuan sosial bisa masuk.

Tetapi, bukan tidak mungkin genjatan senjata bisa diperpanjang sehingga tidak ada lagi korban. Rencananya, tak ada lagi angkat senjata itu akan berlangsung selama sebulan. Gencatan senjata, secara efektif mulai berlaku pada Minggu 10 September.

“The Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dengan ini menyatakan penghentian sementara operasi militer,” tulis ARSA di akun Twitter @ARSA_Official.

Sikap militer Myanmar memang belum jelas dalam menyikapi tawaran gencatan senjata itu. Namun, kemungkinan besar pihak militer menerima itu karena banyaknya sorotan terhadap Myanmar. Mulai tuduhan genosida, sampai tidak berperikemanusiaan karena menghalangi masuknya bantuan dari lembaga non pemerintah.

Joy Singhal dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) mengatakan bahwa gencatan senjata itu sangat penting. Sebab, tim kemanusiaan membutuhkan akses aman untuk menyalurkan bantuan. “Kami akan membawa suplai makanan, air minum, dan transportasi ke area aman,” ucapnya.

Cuitan ARSA yang meminta gencatan senjata, dibalas oleh Deputi Direktur Umum Kantor Presiden Myanmar Zaw Htay juga melalui Twitter. Melalui akun resminya @ZawHtayMyanmar. “Kami tidak memiliki kebijakan untuk negosiasi dengan teroris,” katanya lengkap dengan tagar ARSA teroris.

Sementara, gelombang pengungsi dari konflik itu terus berdatangan ke Bangladesh. Diperkirakan, sedikitnya 300 ribu orang menyebrang ke perbatasan untuk mencari keselamatan. Amnesty International sempat menyoroti sikap militer Myanmar yang menanam ranjau darat di sekitar perbatasan.(myanmartimes/aljazeera/sbi)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

SD dan SMP Kekurangan Ribuan Guru ASN

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Kekurangan tenaga pengajar atau guru aparatur sipil negara (ASN) di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah...
 

2018, Kuota BPJS PBI Bertambah 176 Ribu Jiwa

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Kabar gembira datang untuk warga kurang mampu di Bumi Lamadukkelleng. Lantaran 2018 mendatang, kuota peserta BPJS progam...
 

Pelaku Pengerusakan SDN 262 Bulupabbulu Ternyata Bocah

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Pengerusakan sebanyak enam kali di SD 262 Bulupabbulu Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, tepatnya di Jalan Beringin Sengkang...
 

Perpanjang Masa Kampanye, Masa Tenang Pilkades Dipangkas

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Para kandidat Pilkades serentak di Kabupaten Enrekang sudah mulai melancarkan kampanyenya, Kamis, 23 November. Masa...
 

Pendiri Sophie Paris Akan Jadi Pembicara Seminar di Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Perusahaan fashion dan kecantikan, Sophie Paris siap mendatangkan pendirinya dalam acara seminar bersama...
 

VIDEO: DETIK-DETIK KAPAL JETLINER TABRAK KANTOR SYAHBANDAR

Kapal fery cepat Jetliner milik PT Pelni menabrak kantor Syahbandar Kendari, sesaat sebelum merapat di Pelabuhan Nusantara, sekitar pukul 17.30 Wita,...
 

Asik... Handphone Lama Bisa Tukar Tambah dengan Samsung Baru

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Samsung menawarkan program terbaru tukar tambah semua jenis handphone dengan produksi terbaru dari...
 

DPRD Mamuju Tata Ulang Leading Sektor

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU — Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya menjadi leading sektor Komisi I DPRD Mamuju,...
 

Pengacara Senior Tadjuddin Rachman Gelar Bedah Buku di Phoenam

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR-- Pengacara senior Makassar H Tadjuddin Rachman, SH, Mh akan membedah dua buku penting untuk jadi pegangan para lawyer,...
 

Diseret Soal Rina Nose Pindah Agama, Melanie: Agama Bukan MLM

FAJARONLINE.CO.ID -- Tudingan lepas hijab karena persoalan cinta hingga pindah agama bukan hanya berdampak bagi Rina Rose. Meski sudah dibantah,...
 

REI Sulsel Jalin Kerja Sama dengan Astaki dan Gapeksindo Sulsel

Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq (tengah) bersama Ketua DPP ASTAKI Sulsel, Didi Wahyudi (kiri) dan Ketua DPD GAPEKSINDO Sulsel, Andi Troy...
 

Soal Warga Kurang Mampu, Deng Ical: Pemerintah Harus Berpihak

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah sejatinya memberi ruang yang sama bagi setiap warganya. Tak boleh ada perbedaan perlakuan. Sebab,...
 

Berkunjung di Wajo, ASS Sambangi Posko AlenaNA 

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Bakal calon Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) melakukan kunjungan di Kabupaten Wajo. Guna bersilaturahim...
 

Kader PKB dan Hanura Ngotot Digandeng, Ini Jawaban DBR

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Dua partai pengusung bakal calon Bupati Wajo dr Baso Rahmanuddin (DBR) mulai pasang badan. Itu supaya kadernya...
 

Stasiun Karantina Parepare Terapkan Aplikasi E-Kinerja

FAJARONLINE.CO.ID, PAREPARE -- Terhitung November 2017, Stasiun Karantina Pertanian Klas I Parepare mulai menerapkan evaluasi dengan sistem aplikasi...
 

Desa Wira Karya Pernah Ada di Kabupaten Enrekang

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Munculnya nama fiktif Desa Wira Karya dalam database aplikasi kementerian membuat dana desa tahap kedua untuk...
 

Gauli Anak Tirinya Enam Kali, Pelaku: Dia Diam Saja Saat Saya Raba

FAJARONLINE.CO.ID -- Entah apa yang ada di pikiran Muhammad Syahroni (43). Warga Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu tega mencabuli anak tirinya...
 

Kejurda Tenis NH Anniversary Berakhir, Ini Juaranya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kejuaraan Daerah (Kejurda) tenis antar cabang dan klub se-Sulsel usai digelar di Lapangan Tenis Telkom...
 

Legislator Wajo Ini Komitmen Dukung Penuh Prof Andalan

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Anggota DPRD kabupaten Wajo, Baso Oddang menyatakan dukungan penuhnya untuk paket Prof Andalan dalam kontestasi pilgub...
 

Musim Pilkada, Muslimin Bando Curhat Pengalamannya Saat Kalah

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Tak semua orang mampu menerima kekalahannya dengan lapang dada atau legawa. Apalagi jika itu berkaitan dengan...
 

Raker BAZNAS Makassar Mantapkan Program Unggulan

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2017 di Travelers Hotel...
 

Jetliner Tabrak Kantor Syahbandar, Ratusan Penumpang Syok

FAJARONLINE.CO.ID -- Kapal fery cepat Jetliner milik PT Pelni menabrak kantor Syahbandar Kendari, sesaat sebelum merapat di Pelabuhan Nusantara,...
 

Buka Plafon Kamar Kos Tetangga Niat Mau Mencuri, Lihat Perempuan Eh... Ternyata Digituin

FAJARONLINE.CO.ID -- Aksi tak senonoh diduga dilakukan seorang remaja berusia 15 tahun berinisial Wr terhadap seorang wanita berusia 32 tahun...
 

STISIP Veteran Palopo Datangkan Dua Doktor Penguji Eksternal

FAJARONLINE.CO.ID -- Ujian skripsi mahasiswa S1 STISIP Veteran Palopo digelar Kamis (23/11/2017), di kampusnya. Pihak kampus mendatangkan dua doktor...
 

Wakili Sulsel, SSB Langsagaga Enrekang Optimis Bawa Pulang Gelar Juara

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Klub usia dini asal Enrekang, SSB Langsagaga bakal berlaga dalam turnamen FOSSBI di Solo, 23-24 November. Mereka siap...

Load More