Fajar

  Breaking News

Green Economy

Anas I Anwar Makatutu Ketua Prodi Magister Ekonomi Sumber Daya Unhas
Opini - 16 September 2017, 14:20:22

Ekonomi Hijau atau green economy adalah perekonomian yang tidak merugikan lingkungan hidup. Ekonomi  yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Ekonomi hijau ingin menghilangkan dampak negatif pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan kelangkaan sumber daya alam, sehingga pengertian ekonomi hijau dalam kalimat sederhana dapat diartikan sebagai perekonomian yang rendah karbon (tidak menghasilkan emisi dan polusi lingkungan), hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.

Pola hidup masyarakat modern telah membuat pembangunan sangat eksploitatif terhadap sumber daya alam dan mengancam kehidupan. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan produksi terbukti membuahkan perbaikan ekonomi, tetapi gagal di bidang sosial dan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya areal hutan serta musnahnya berbagai spesies dan keanekaragaman hayati. Di samping itu adalah ketimpangan rata-rata pendapatan penduduk negara kaya dengan negara miskin.

Sejak hadirnya Konsep Agenda 21, baik internasional maupun nasional, sudah sangat jelas bahwa keselarasan ekonomi dan lingkungan atau lebih spesifik investasi dan lingkungan dapat dan telah dilakukan. Hanya dibutuhkan kejujuran dalam praktiknya. Konsep ekonomi hijau diharapkan menjadi jalan keluar. Menjadi jembatan antara pertumbuhan pembangunan, keadilan sosial, serta ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam.

Tentunya konsep ekonomi hijau baru akan membuahkan hasil jika kita mau mengubah perilaku. Ketika daya dukung (sumber daya) alam dan daya tampung lingkungan sudah tidak seimbang dan tidak kuat lagi dalam menampung dan memfasilitasi kegiatan penduduk (kualitas, kuantitas, dan mobilitas penduduk), otomatis kehidupan kita dan kehidupan generasi mendatang akan terancam karena kesalahan kita akibat kerusakan lingkungan. Agar tidak terjadi hal itu, dibutuhkan pemahaman, kesadaran, dan pembelajaran.

Pertemuan Rio+20 pada Juni 2012, di mana 120 kepala negara berkumpul di Rio de Janeiro, Brasil, untuk mengikuti peringatan 20 tahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pembangunan dan Lingkungan Hidup, mengusung tema ekonomi hijau sebagai sebuah paradigma pembangunan yang tidak hanya ramah terhadap lingkungan, juga inklusif secara sosial. Ada alasan yang fundamental mengapa KTT tersebut penting. Meski 40 tahun lalu terbit The Limit to Growth yang menekankan pentingnya batas kapasitas lingkungan, dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan pertemuan Rio+20 yang melahirkan konsep pembangunan berkelanjutan, dunia masih menghadapi dua tantangan besar. Yakni, di satu sisi menyejahterakan miliaran manusia, tetapi di sisi lain harus tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Konsep ekonomi hijau dianggap lebih mudah diterima masyarakat, terutama kalangan dunia usaha yang menjadi aktor utama pembangunan ekonomi, setidaknya selama setengah abad terakhir. Idealnya, konsep ekonomi hijau ini diharapkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari prinsip-prinsip manajemen bisnis modern, apalagi bisnis yang berbasis pengelolaan SDA dan lingkungan hidup, sektor pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, energi, perumahan, pengembangan wilayah, dan sebagainya.

Dalam beberapa dekade terakhir, persoalan ekonomi dan lingkungan seolah berjalan sendiri-sendiri. Tak jarang perspektif lingkungan dianggap sebagai penghambat pembangunan ekonomi. Pemikiran “growth first, clean up later” merupakan mindset yang sering muncul pada perencanaan kebijakan pembangunan khususnya di daerah yang mengejar PAD, kerusakan bumi merupakan urusan belakangan. Paradigma tersebut harus diubah total.

Ekonomi dan lingkungan bukan dua hal yang diametrikal. Yang diperlukan menjembatani keduanya ialah mencari the right kind of growth. Yakni, selain memenuhi pertumbuhan ekonomi, juga mampu memelihara lingkungan, bahkan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru dari sumber daya alam dan lingkungan tanpa harus merusaknya. Itulah esensi dari "ekonomi hijau" sebenarnya. Perubahan paradigma berpikir itu penting karena selain krisis lingkungan yang dialami bumi, penggunaan kerangka ekonomi konvensional untuk mencapai kesejahteraan semata terbukti gagal menjawab krisis ekonomi. KTT Rio+20 dan peran ekonomi hijau bagi Indonesia saat ini sungguh sangat strategis, karena pembangunan dengan business as usual tanpa memperhatikan ongkos lingkungan yang harus dibayar terbukti cukup mahal: seperti erosi, polusi, pencemaran, dan perubahan iklim. Itu belum termasuk biaya sosial akibat munculnya konflik dewasa ini.

Indonesia dengan potensi sumber daya alam yang melimpah memiliki potensi besar beralih ke ekonomi hijau. Dengan beralih ke ekonomi hijau, kita akan berpotensi meraih tiga manfaat sekaligus. Yaitu menikmati pertumbuhan ekonomi, melestarikan lingkungan sekaligus mewujudkan keadilan sosial. Yang diperlukan adalah investasi yang tepat sasaran dan reformasi tata kelola pemerintahan guna mengatasi hambatan peralihan ke ekonomi hijau. Infrastruktur perkotaan juga harus dibangun yang lebih baik dengan beralih ke sistem transportasi publik yang ramah lingkungan, dan sumber energi baru dan terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga angin, panas bumi, dan surya.

Semua itu bisa dilakukan dengan kerja sama antar pemerintah dan swasta baik dengan perusahaan berskala nasional, multinasional bahkan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Keterlibatan Lembaga Swadaya Masyarakat juga penting untuk mempercepat peralihan ke ekonomi hijau. Meski demikian, diperlukan political will yang kuat dari pengambil kebijakan, pelaku usaha, masyarakat, dan dukungan politik di parlemen agar ekonomi hijau tidak menjadi slogan semata.

Masyarakat diharapkan juga ikut mengelola lingkungan, minimal dapat dilakukan dalam lingkup kecil yaitu keluarga dan tindakan keseharian. Misalnya, jangan membuang sampah sembarangan, berkomitmen memungut sampah jika menemukannya di tempat umum, gunakan listrik secara bijak, matikan peralatan listrik yang tidak digunakan. Menanam pohon di halaman rumah,  gunakan air secara bijak, membuat sumur resapan, makan sesuai kebutuhan (consume with care), tidak membakar hutan, tidak membunuh satwa liar (kecuali hewan yang memang untuk keperluan dikonsumsi), tidak memperjual belikan satwa liar, gunakan kertas secara bijak, print bolak balik atau gunakan kertas bekas, tidak membuang limbah sembarangan, lakukan penghijauan untuk lahan yang kurang produktif. Itulah beberapa contoh kecil sebagai bentuk mendukung kelestarian lingkungan. Semoga bermanfaat. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

BTN Dukung Penuh Pengembang untuk Sukseskan Program Sejuta Rumah

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR ---Sebagai salah satu bank yang ditunjuk oleh pemerintah untuk memacu program sejuta rumah. Bank BTN pun makin gencar untuk...
 

Asbisindo akan Gelar Turnamen Futsal, Yang Main Para Pimpinan Cabang Perbankan Syariah

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Supaya makin akrab dan solid dalam organisasi. Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sulsel, akan mengadakan...
 

Megawatt Asia Gelar Pameran Material Kontruksi Industrial Expo Pertama di KTI

FAJARONLINE.COM,MAKASSAR-- Dengan adanya Program kerja dari Presiden Republik untuk percepatan pembangunan dan Infrastruktur Indonesia, Maka Megawatt...
 

Hanya Posting “Selamat Pagi” di Facebook, Polisi Israel Tangkap Pria Palestina karena Dianggap...

FAJARONLINE.COM, PALESTINE—Ini tak masuk akal, tapi benar-benar terjadi. Di Israel, seorang pekerja bangunan ditangkap setelah dia mengeposkan...
 

Tak Ada Korban Jiwa, Ini Dugaan Penyebab Kebakaran di Sudu

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Kebakaran terjadi di Sudu, Kelurahan Buntu Sugi, Kecamatan Alla, Senin, 23 Oktober. Satu rumah rata dengan tanah, tak...
 

Wajahnya Jelas di CCTV, Pencuri Spesialis Indekos di Makassar Ini Didor

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Terlihat jelas di kamera pengintai CCTV. Pelaku pencurian di wilayah Tamalate ternyata pegawai salah satu kampus swasta....
 

Oknum Pencatut Berkeliaran di Maros, Ini Imbauan PLN

FAJARONLINE.COM, MAROS - Warga dan aparat pemerintah beberapa desa di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros dibuat resah oknum-oknum yang mengaku pihak...
 

Tak Sengaja Overdosis, Perawat Cantik Tewas saat Tidur Siang

FAJARONLINE.COM, LANCASHIRE—Seorang perawat bernama Tamara McCorkindale secara tidak sengaja bunuh diri setelah overdosis saat sedang tidur...
 

Jadi Pemain Terbaik FIFA, Ronaldo Berterima Kasih pada Messi dan Neymar

FAJARONLINE.COM, LONDON—Cristiano Ronaldo kembali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pria di FIFA Football Awards setelah mengalahkan rival...
 

Ratusan Ribu Jalan Sehat NA-ASS Berjubel di Karebosi

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR-Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) mulai mengukur...
 

Nyanyikan “Everybody Dance Now” Sambil Nyetir, Pria Ini Didenda Rp1,5 Juta

FAJARONLINE.COM, MONTREAL—Sial betul nasib pria bernama Taoufik Moalla ini. Hanya karena menyanyikan lagu klasik “Everybody Dance...
 

Dapat Dukungan Parpol, IYL-Cakka Agendakan Syukuran Bersama Tim

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR- Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) membuktikan dirinya sebagai “petarung” sejati. Di saat...
 

Heboh, Pelajar Temukan Kantong Berisi Uang Puluhan Juta Nyangkut di Pohon

FAJARONLINE.COM - Tiga pelajar MI Brayo kaget betul pagi itu. Mereka melihat kantong plastik tersangkut di pohon depan sekolah mereka. Setelah...
 

Tim Ultragama Perisai Harumkan UMI di Gadjah Mada Competition 2017

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Tim Ultragama Perisai  Hukum UMI meraih Juara 3 & Juara Favorit ajang Gadjah Mada Competition 2017. Tim...
 

ICon-ITSD FTI UMI Datangkan 4 Pembicara Mancanegara

Kejar Terindex Scopus dan ISI Thomson FAJARONLINE.COM, MAKASSAR---Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia, Makassar akan...
 

Belanja Tempat Sampah Via Online, Eh yang Datang Paket Berisi Ganja 42 Kg

FAJARONLINE.COM, ORLANDO—Hati-hati saat Anda berbelanja via online. Jika sedang sial, Anda bisa saja berhubungan dengan polisi karena paket...
 

Persiba Balikpapan Siap Lawan PSM

Tim kesebelasan Persiba Balikpapan uji coba lapangan sebelum tanding melawan tuan rumah PSM Makassar, Senin (23/10/2017). Persiba Balikpapan...
 

Makassar Tuan Rumah Rapimnas BEM se-Indonesia

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, menjadi tuan rumah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pertama Badan...
 

Sepuluh Bulan 24 Pasien DBD, Satu Pasien Meninggal Dunia

FAJARONLINE.COM, MASAMBA---Cuaca di Luwu Utara sering diguyur hujan. Kondisi ini berpotensi membuat daya tahan tubuh makin lemah. Berbagai penyakit...
 

Ridwan Wittiri Minta Pilkada Jangan Ada Isu SARA

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR--PDIP menargetkan kemenangan maksimal di 12 pilkada kabupaten kota plus Pilgub Sulsel 2018 tahun depan. Meski begitu,...
 

PSM Tanpa Tibo, Persiba Tanpa Heri Susanto

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Duel antara PSM melawan Persiba sama-sama tidak akan diperkuat satu pemain intinya. Titus Bonai di PSM dan Heri Susanto...
 

Air Mancur Pelangi Mamuju Jadi Ikon Baru, Peresmian Tunggu Jadwal Pemprov

FAJARONLINE.COM, MAMUJU-- Meski belum diresmikan, masyarakat Sulbar sudah bisa menikmati pesona air mancur di jalan Arteri Mamuju. Proyek bundaran...
 

Ronaldo Pesepakbola Terbaik di Jaga Bumi 2017

FAJARONLINE.COM -- Ajang penghargaan FIFA 2017 terkait para pelaku sepak bola terbaik baru saja usai dihelat. Penghargaan tertinggi yakni pemain...
 

Peringati Hari Jadi SMA Negeri 2 Raha, Ikatan Alumni Berbagi di Panti

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Raha Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara wilayah Makassar melakukan kegiatan amal dan bakti...
 

Bupati Mamuju Bagi-Bagi 1240 Mesin Konverter BBG

FAJARONLINE.COM,MAMUJU--- 1240 unit mesin konventer Bahan Bakar (BBG) bagi kapal nelayan Mamuju, mulai disalurkan, Senin (23/10/2017). Titik...

Load More