Fajar

  Breaking News

Sebatas Puing Kenangan dan Luka Trauma

Moh. Rifli Mubarak
Opini - 23 November 2018, 13:14:05

Sedih rasanya saat orang-orang yang kita cintai hilang untuk selama-lamanya. Satu bulan telah berlalu dan melihat kembali masa lalu yang akan menjadi sejarah di masa depan. Tepat pada tanggal 28 September 2018 kemarin, gempa dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Sebuah fenomena alam yang tidak dapat terhindarkan dan hanya Tuhan-lah yang Maha Mengetahui atas segala kehendak-Nya.

OLEH: 

Moh. Rifli Mubarak

Mahasiswa FISIP Universitas Hasanuddin

 Saya lahir di kota Palu. Menjadi jejak historis tersendiri bagi Saya untuk bisa dibesarkan oleh Mama dan Papa selama 17 tahun di rumah tercinta. Namun, sekarang hanyalah sebatas puing kenangan akan memori indah yang membekas. Saat bulan Agustus kemarin, Saya berangkat dari Palu menuju ke Makassar untuk berkuliah di Universitas Hasanuddin. Ironi, dua bulan setelahnya, bencana alam yang melanda kampung halaman tercinta tak pernah terbayang akan menjadi sebuah realita yang menyedihkan.

 Di balik semuanya, kita warga Palu adalah warga yang kuat. Betapa keras cobaan yang dihadapi, kami menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan terus bergerak maju dalam membangun kota Palu tercinta sesuai dengan bidang kita masing-masing. Baik kontribusi apapun yang diberikan dari setiap individu. Menyangkut semua ini, Saya memiliki concern tersendiri terhadap luka trauma ribuan anak yang mengalami dan merasakan bencana alam itu secara langsung sedangkan Saya hanya dapat melihatnya dari tontonan video singkat yang disebarluaskan di media sosial.

Gempa berkekuatan 7,4 SR itu merupakan salah satu gempa yang terbilang cukup dahsyat di Indonesia. Bahkan karena adanya fenomena ini, Palu sudah dikenal oleh jutaan orang. Berbanding terbalik saat Saya mengenalkan asal daerah Saya dulu dan orang banyak bertanya-tanya, “Palu itu di mana yah?” namun pertanyaan baru muncul menjadi, “Dari Palu? Keluarga gimana? Sehat-sehat?”. Bentuk kepedulian itu menjadi tanda akan rasa kemanusiaan atau filantropi sosial sesama manusia untuk saling tolong-menolong dan realisasi akan sikap empati. Dari kejadian besar inilah, selain Palu telah dikenal banyak orang hingga lingkup internasional, banyak hikmah dan perasaan emosional lainnya yang benar-benar terasa setelah bencana ini terhadap perubahan diri Saya.

Sungguh ironi, Saya memiliki adik perempuan, namun dia berkata kepada Saya melalui telEpon saat itu, “Kakak, Saya tidak apa-apa. Hanya luka di kaki. Adek tidak menangis.” ujaran yang dikeluarkan dengan polos oleh seorang anak perempuan tangguh dalam hidup Saya. Banyak belajar dari anak seumur adik Saya untuk bisa menjadi bagian orang-orang yang kuat akan cobaan tersebut.

Proses Trauma Healing yang dilakukan di lokasi bencana berjalan baik. Seperti upaya Forum Anak Sulawesi Tengah bersama UNICEF, dengan mengajak mereka bermain games dan mendongeng yang pada intinya adalah untuk melupakan bencana alam yang terjadi dan mengobati luka trauma yang mendalam. Tetapi, semua itu butuh waktu dalam proses pemulihan.

Khususnya seorang anak yang masih dalam tahap perkembangan, lebih spesifik pada umur lima tahun, merupakan tahap golden age dalam masa perkembangan dan pertumbuhannya. Karena masa ini adalah masa kritis seorang anak dan momen pembentukan sistem saraf secara mendasar. Dalam arti, momentum ini menjadi waktu yang tepat dalam pembentukan fondasi, basis, dan landasan perkembangan anak baik dari aspek kecerdasan dan kesehatan mental anak kedepannya.

Saya yakin, anak-anak Palu bisa kuat karena itu. Walaupun tak semudah dengan apa yang Saya tuliskan, mereka terbentur dan akan terbentuk menjadi generasi yang tahan banting terhadap tantangan berat lainnya. Kesehatan mental sangatlah penting bagi setiap individu khususnya seorang anak. Oleh karenanya, kita perlu melakukan soft approachment terhadap anak terlebih lagi bagi media yang ingin mewawancarai sang anak karena jika kita bertanya menyangkut bencana, hal tersebut berpotensi dapat membuka luka mereka kembali.

Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan terhadap anak untuk kebutuhan informasi publik seputar bencana merupakan sesuatu yang sensitif. Ini menjadi pembelajaran singkat juga bagi kita untuk bisa melihat situasi dan kondisi disusul dengan adaptasi jika ingin melakukan komunikasi menyangkut bencana.

Akhir kata, mari tersenyum kembali karena mereka yang jauh di sana ingin melihat kita kembali bergerak. Walau sekarang telah terpisah dalam dunia yang berbeda. Tulisan opini singkat tentang bencana Palu ini menjadi kontribusi suportif dari Saya teruntuk teman-teman di Kota Palu untuk tetap bangkit menghadapi cobaan. Terkhusus untuk Mama Saya, yang sedang tenang di surga. (*)

 


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Ilham Wasi



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Aty Kodong dan Ical DAcademy akan Berkolaborasi di Acara Kerajaan Gowa

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Dua penyanyi dangdut hits Sulsel, Aty Kodong dan Muhammad Irsyad Basir atau kerap disapa Ical D'A 3 akan...
 

KPK Watch Indonesia: Jaksa KPK Gagal Buktikan Perbuatan Lucas

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- KPK Watch Indonesia menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal membuktikan perbuatan Lucas. Hal itu terlihat...
 

Ketu Umum IGI Dukung Ide Kadisdik Gabung SD dan SMP Satu Atap

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ide penggabungan SD dan SMP dalam satu atap yang digaungkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando,...
 

Zulkarnain Pangki Harap Pemerintah Gunakan APBD Untuk Biayai Program Rakyat

FAJARONLINE.CO.ID, BULUKUMBA - Wakil Ketua DPRD Bulukumba Andi Zulkarnain Pangki menghadiri Musrenbang Kecamatan Bulukumpa, Senin, 18 Februari,...
 

Beri Pengarahan, Yunaedi Tekankan Pemasyarakatan Harus Bebas dari Halinar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM...
 

Danyon Zipur Cup Incar 32 Tim

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Satu lagi kompetisi sepak bola hadir di Kabupaten Maros. Namanya Turnament Sepak Bola Piala Bergilir Danyon Zipur Cup I...
 

Data dan Fakta Duel Liverpool-Bayern Munchen

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Berikut data dan fakta seputar laga Liverpool kontra Bayern Munchen di leg pertama babak 16 besar Liga...
 

Museum Maros Dapat DAK Non Fisik BOP Rp450 Juta

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Museum Daerah Maros menjadi salah satu penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Biaya Operasional Penyelenggaraan...
 

Preview Lyon vs Barcelona: Si Bocah Tak Takut Messi Cs

FAJARONLINE.CO.ID, LYON—Lyon percaya diri menyambut kedatangan Barcelona di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Klub berjuluk Les Gones...
 

Preview Liverpool vs Munchen: Benteng Keropos Tuan Rumah

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Liverpool akan menjamu Bayern Munchen di leg pertama babak 16 besar Liga Champions dengan benteng yang sedikit...
 

Imam Suyudi Buka Rakor Pembinaan dan Pembimbingan Anak Berhadapan dengan Hukum

FAJARONLINE.CO.ID -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan, Imam Suyudi, membuka kegiatan Rapat Koordinasi...
 

Lumpuh, Warga Lingkungan Soreang Ini Butuh Bantuan Pengobatan

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Sudah setahun lebih warga Lingkungan Soreang, Kelurahan Soreang, Kecamatan Lau, Putri (40) hidup dalam...
 

Hebat.. Bibit Pohon Jati yang Ditanam Napi di Lapas Kelas I Makassar Capai Ratusan Ribu

Fajaronline.co.id, Makassar – Pelaksanaan sistem pemasyarakatan, pidana, maupun penjara semata-mata bukanlah sebagai hukuman yang harus...
 

Duta Irama Buka Cabang di Jl Ahmad Yani

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Duta Irama terus melebarkan sayap bisnisnya di Kota Makassar. Tidak lama lagi, gerai produk outdoor ini akan membuka...
 

Hati-hati.. Ban Serep Pun Jadi Sasaran Pencuri

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Modus pencurian kendaraan roda empat cukup beragam. Tak hanya memecahkan kaca jendela, alat-alat mobil pun bisa jadi...
 

Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga, DLH Bantaeng Sasar Emak-emak

FAJARONLINE.CO.ID, BANTAENG-Berbicara pada kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga di Hotel Ahriani Bantaeng, Selasa, 19...
 

Pelajar SMA 4 Bantaeng Sabet Dua Juara Lomba Menulis Cerpen

FAJARONLINE.CO.ID,BANTAENG-Dua siswi SMA Negeri 4 Bantaeng berhasil mengharumkan nama daerahnya di Kabupaten Bulukumba pada ajang Lomba Menulis...
 

Permudah Konfirmasi ke Jaksa, Kajari Palopo Minta Wartawan Perhatikan Kode Etik

FAJARONLINE.CO.ID, PALOPO -- Masih dalam suasana hari pers nasional. PWI Luwu Raya, Tana Toraja, dan Toraja Utara, melakukan silaturahmi ke sejumlah...
 

SD Batu Tambung Sambangi Redaksi Harian FAJAR

Guru dan orang tua murid SD Batu Tambung, Kecamatan Biringkanaya Makassar, menyambangi Redaksi Harian FAJAR, Selasa (19/2/2019)
 

Kecelakaan Maut Bus Karyawan Vale, Satu Tewas dan 18 Luka-luka

FAJARONLINE.CO.ID, MALILI -- Bus karyawan PT Vale mengalami kecelakaan setelah menabrak sebuah mobil di jalan poros Malili-Sorowako, Desa Wasunda,...
 

Kuatkan Fungsi Pencegahan, Tim Ombudsman Sambangi SMAN 1 Majene

Fajaronline.co.id, Majene – Kuatkan fungsi pencegahan maladministrasi di bidang pendidikan, tim Ombudsman RI Sulawesi Barat mengunjungi SMA...
 

Kadis Pendidikan Torut Tak Dilantik, Ini Alasan Bupati

FAJARONLINE.CO.ID, RANTEPAO -- Bupati Torut Kalatiku Paembonan masih akan mengkaji mencari  pejabat yang akan didudukkan jadi kadis pendidikan....
 

12 Gubernur Kumpul di Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Kemenpan-RB akan menyerahkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah untuk wilayah III.  Sebanyak 12...
 

Masyarakat tanpa Tradisi

  Dalam wacana kehidupan, istilah tradisi sangat lumrah dipahami. Tradisi lahir dari kebiasaan, lalu menjadi identitas dan mengeristal menjadi...
 

Taklimat Awal, Pangkoopsau II Berharap Kedatangan Irjenau Manjadi Penyemangat

 FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR –- Inspektur Jenderal TNI Angkatan Udara (Irjenau) Marsda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika, MSS., beserta...

Load More