Fajar

  Breaking News

KPK Identifikasi Sumber Dana Suap Meikarta, Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Mangkir

ILUSTRASI
Hukum - 11 Desember 2018, 10:41:17

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Ancaman Komisi Anti Korupsi (KPK) untuk menghentikan pembangunan proyek Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasitidak bisa dianggap remeh. Ini setelah komisi antirasuah itu berhasil mengidentifikasi sumber dana suap yang menyebabkan Bupati Bekasi (nonaktif), Neneng Hasanah Yasin mendarat ke juruji besi .

KepadaFajar Indonesia Network, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan hal ini. Namun, ia menolak untuk menjelaskan lebih detail. Suap itu ada keterkaitan dengan kepentingan korporasi yang mengerjakan proyek Meikarta, ungkap Febri, Senin (10/12/2018) kemarin.

Disinggung rencana penghentian proyek Meikarta, Febri menegaskan, langkah itu bukan sekadar ancaman. Tapi ada beberapa hal yang menjadi pokok pertimbangan.

Salah satunya, apakah adaitikan baik dari pihak PT Lippo Karawaci menjelaskan kondisi sebenarnya. Sementara, kondisi yang ada berbanding terbalik. Sejumlah petinggi PT Lippo Karawaci, manggkir dari panggilan KPK.

Ya hari ini (kemarin, red) seharusnya Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya datang. Sampai sekarang kami belum terima alasannya, ungkapnya.

Kehadiran Budi sangat dibutuhkan untuk mendalami dugaan adanya instruksi antara perusahaan di bawah naungan Lippo Group terkait proyek tersebut. Apakah ada juga arahan untuk berikan uang itu perlu kami dalami, terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Febri mengakui, penyidik tengah melakukan penelusuran mengenai proses perencanaan proyek Meikarta dari perspektif Lippo Group. Hal ini penting dilakukan lantaran pembangunan Meikarta tidak akan bisa dilaksanakan jika aturan tata ruang Kabupaten Bekasi tidak diubah.

Beberapa aturan tidak memungkinkan untuk dibangun proyek seluas itu. Jadi, kami ingin lihat apakah itu direncanakan sejak awal, sementara di sisi lain kami menduga izinnya bermasalah sejak awal," tukasnya.

Febri pun mengimbau kepada publik untuk bersabar serta memberi waktu kepada penyidik untuk membongkar peran korporasi dalam kasus tersebut. Penyidik KPK sudah punya sense yang baik tentang pidana korporasi jadi sabar dulu ya, ucapnya.

Terkaitadanyapenghentian proyek Meikarta, Konsultan Properti Hendra Hartono berpendapat kasus Meikarta bisa menjadi berita negatif bagi industri properti nasional.

Konsumen, khususnya kalangan menengah bawah, bisa mengalami trauma untuk membeli hunian. Mereka membeli unit di Meikarta umumnya untuk tempat tinggal pertama.

Ya di sana kan disasar menengah bawah. Orang yang uangnya bisa pakai beli nyicil kendaraan, terus pakai beli hunian di Meikarta. Ini bisa bikin trauma, ungkap CEO Leads Property ini pada sebuah acara di The Residences at The St. Regis, Jakarta, itu.

Hendra menilai, kasus Meikarta juga menjadi pukulan karena Lippo Group merupakan pengembang besar. Lippo Group itu pengembang kelas atas. Proyeknya bagus seperti di Kemang Village," tambahnya.

Belajar dari kasus Meikarta, Hendra menyarankan agar calon pembeli untuk memperhatikan tenggat waktu penyelesaian bangunan. Ia tidak menyarankan membeli hunian yang menawarkan sebuah kota impian yang baru akan jadi dalam waktu periode hingga 25 tahun ke depan.

Sekadar diketahui, KPKtelah memeriksa tujuh pihak yang berasal dari Lippo Group. Pihak-pihak tersebut adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro yang telah ditetapkan tersangka, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk. Toto Bartholomeus.

Selain itu, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk. Soni, Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk. Richard Setiadi, dan Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU), Hartono.

Dan KPK telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus tersebut. Di antaranya, masing-masing Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, dua konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Kemudian, tersangka lain yang merupakan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di antaranya Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat M Nahor, Kepala Dinas PMPTSP Dewi Trisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi.

Neneng Hasanah Yasin diduga menerima dana suap sebesar Rp7 miliar, dari yang dijanjikan Rp13 miliar, dari Billy Sindoro dkk. Dugaan suap tersebut berkaitan dengan izin pembangunan proyek Meikarta seluas 774 hektare.

Suap tersebut diduga diberikan dalam sejumlah tahap yang dilakukan pada April hingga Juni 2018. Dana tersebut disalurkan melalui sejumlah pejabat Pemkab Bekasi.(riz/fin/ful)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Muhammad Nursam

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Cara Agar Mudah Antre di BPJS Kesehatan Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Meski antrean padat, minat masyarakat untuk mengurus keperluannya langsung di Kantor BPJS Kesehatan Makassar, Jl AP Pettarani,...
 

Pengurus Himal SMPP Smada-Smaga Bone Dikukuhkan

FAJARONLINE,CO.ID, MAKASSAR -– Pengurus Himpunan Alumni (Himal) Sekolah Menengah Pendidikan Pertanian (SMPP) atau Sekolah Menengah Atas Negeri...
 

Danny Resmikan Aparong Hunian di Tamalate

FAJARONLINE.CO.ID -- Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto meresmikan Apartemen Lorong (Aparong) Hunian di Kecamatan Tamalate. Lokasinya di Jl...
 

FH Unhas Kirim Wakil Pilmapres, Putri Pendidikan Sulbar Tersisih

MAKASSAR, FAJARONNLINE.CO.ID -- Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Unhas dijagokan bisa bersaing dalam pemilihan mahasiswa berprestasi (pilmapres) 2019...
 

Putra Gubernur, Fathul Fauzi Diserbu Milenial di Jeneponto

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO--Calon legislatif (Caleg) DPRD Sulsel dari Partai Solidaritas Indonesia, Fathul Fauzi Nurdin diserbu milineal saat berkampanye...
 

Ini Data dan Fakta Bayern Munchen versus Liverpool

FAJARONLINE.CO.ID, MUNICH—Dua raksasa Eropa; Bayern Munchen dan Liverpool akan bentrok dalam laga hidup mati pada leg kedua babak 16 besar Liga...
 

Konsultasi Teknis Pemasyarakatan, Petugas Harus Mampu Bekali Warga Binaan

Fajaronline.co.id, Makassar -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan,...
 

Preview Munchen vs Liverpool: Teror Raja Allianz

FAJARONLINE.CO.ID, MUNICH—Bayern Munchen siap menggempur Liverpool di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, dinihari nanti. Komando di...
 

Preview Barcelona vs Lyon: Trauma Roma, Tuan Rumah Waspada

FAJARONLINE.CO.ID, BARCELONA—Barcelona tidak berani meremehkan Lyon di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Trauma akibat kekalahan...
 

Penilaian Sombere and Smart Lorong, Camat Motivasi Warga Kelurahan Paropo

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Penilaian Sombere and Smart Lorong (SSL) 2019 di Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, dilaksanakan Rabu...
 

STMIK Handayani Menerima Kunjungan Studi banding dari Universitas Alsyariah Mandar

FAJAR.CO.ID - Pasca sarjana STMIK Handayani mendapat kunjungan studi banding dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Alsyariah Mandar (UNASMAN)...
 

Asah Bakat dan Minat Lewat UKM SB eSA

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Kembangkan minat dan bakat bidang seni, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya (SB) eSA, Universitas Islam...
 

Gara-gara Bungkusan 7 Kilogram, Dirnarkoba Polda Sulsel Semprot Kasat Narkoba Sidrap

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Badollahi disemprot oleh Dirnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan persoalan...
 

Tangkap Abu Hamzah, Jokowi Puji Kinerja Densus 88

FAJARONLINE.CO.ID--Presiden RI, Joko Widodo mengapresiasi kinerja Polri dalam mengungkap jaringan terduga teroris Abu Hamzah, di Sibolga, Sumatera...
 

Perbarindo Latih Puluhan Calon Komisaris BPR

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulsel, menghelat agenda pelatihan sertifikasi kompetensi...
 

Tim yang Masuk 16 Besar Bupati Gowa Cup 2019

GOWA, FAJARONLINE.CO.ID -- Tim yang dipastikan lolos ke babak 16 besar Bupati Gowa Cup 2019 sudah rampung. Meski masih ada pert beberapa partai yang...
 

Ini Pendapat Pengacara Soal Kasus Jung Joon Young

FAJARONLINE.CO.ID--Sejumlah pengacara ternama mulai berpendapat tentang hukuman yang bakal diterima Seungri Bigbang dan Jung Joon Young, yang...
 

Ditahan Pendemo, Nico Biringkanae Tandatangani Surat Penolakan Wisata Halal

FAJARONLINE.CO.ID, MAKALE -- Aksi penolakan wisata halal di Toraja, kembali digelar, Rabu, 13 Maret 2019. Gelombang aksi kali ini cukup besar dengan...
 

PWI Sulsel Apresiasi Lomba Foto JK

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR--Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggara lomba...
 

Ban Motor Dikempeskan Karena Parkir Sembarangan, Mahasiswa UINAM: Parkiran Sempit

FAJARONLINE.CO.ID, GOWA -- Parkir sembarangan merupakan salah satu momok yang menjadi sorotan pejabat kampus. UIN Alauddin Makassar (UINAM)...
 

Sempat Pingsan, Siti Aisyah Disambut Luar Biasa

TKI Malaysia FAJARONLINE.CO.ID--Kedatangan Siti Aisyah di Sindangsari, Pabuaran, Kabupaten Serang, mendapat sambutan luar biasa warga. TKI yang...
 

Polemik Bupati Jadi Kadis, Kemendagri: Kebijakan Nico Bertentangan dengan Undang-undang

FAJARONLINE.CO.ID -- Kemendagri melalui Kapuspen Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, meminta agar Gubernur Sulsel selaku wakil pemerintah pusat di daerah...
 

Mbak Tutut: Saya Akan Dampingi Transmigran Memajukan Bangsa Ini

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA — Siti Hardijanti Rukmana, putri Presiden Soeharto, yang lebih populer dengan panggilan Mbak Tutut, mengajak...
 

Wakil TKN 01 Sarankan Grace Natalie Kedepankan Etika

FAJARONLINE.CO.ID--Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie berefek gaduh. Pasalnya, dia menuding partai-partai lain tidak...
 

Pimpin Rapat, Kadivmin: Setiap Personel Kemenkumham Sulsel Punya Kompetensi

FAJARONLINE.CO.ID -- Kepala Divisi Administrasi, Abdul Rahman L, memimpin rapat Bagian Program dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Wilayah...

Load More