Fajar

  Breaking News

Siaga Satu Keselamatan Personel KPK

Opini - 11 Januari 2019, 13:20:15

Pelemparan bom Molotov di rumah wakil ketua KPK Laode M. Syarif dan adanya benda menyerupai bom digantung di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo (Kompas, 10/1/2019) membuat keselamatan kedua petinggi KPK dan keluarganya terganggu.

Oleh: Gazalba Saleh

Hakim Agung Mahkamah Agung RI

Meskipun pelakunya belum tertangkap, namun mudah ditebak motif dasar pelakunya berusaha mengintimidasi atau meneror pimpinan KPK tersebut dengan harapan tercipta rasa takut dalam menjalankan tugas.  Kalau hal ini dianggap biasa saja dan tidak diusut tuntas, maka pelakunya bisa jadi meningkatkan terornya menjadi kontak kekerasan fisik langsung yang dapat menimbulkan korban.

Bangsa ini tentunya tidak rela apabila kemudian KPK yang saat ini sangat getol melakukan penegakan hukum tindak pidana korupsi, ada aparat KPK yang menjadi korban dalam melaksanakan wewenang konstitusionalnya. Selama ini intimidasi dan penyerangan hanya ditujukan kepada penyidik KPK. Namun pada saat ini, sudah diarahkan kepada  komisionernya. Ini tentunya  sudah merupakan Siaga Satu bagi upaya semua kompenen bangsa ini untuk menyelamatkan dan melindungi personel dan institusi KPK dalam melaksanakan tugas mulianya memberantas korupsi yang telah banyak merugikan negara dan masyarakat.

Intimidasi personel KPK

Bukan sekali ini intimidasi atau teror dan penyerangan dialamatkan kepada personel KPK. Masih segar diingatan kita pada tanggal 11 April tahun lalu, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras dibagian mukanya  seusai melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibatnya, mata kirinya tidak bisa melihat. Sudah beberapa kali di operasi namun belum normal juga. Sampai saat ini belum diketahui siapa pelakunya. Polisi memang sempat mengedarkan sketsa foto, namun sudah kurang lebih 300 hari  penyiraman itu terjadi belum ada tanda-tanda pelakunya diungkap dan ditangkap.

Dibandingkan dengan kasus-kasus yang menarik perhatian masyarakat lainnya, seperti pembunuhan satu keluarga yang terdiri dari empat orang di Bekasi dilakukan oleh Haris Simamora pada 13 November 2018, kasus Abdullah Fitri alias Dufi dibunuh oleh sepasang suami istri di Tangerang, pada 18 November 2018, dan pada 22 November 2018, seorang pemandu karaoke bernama Ciktuti Puspita juga dibunuh oleh dua orang yang juga merupakan rekan korban, kepolisian hanya  butuh waktu kurang dari lima hari untuk menangkap para pelakunya.

          Sebelum intimidasi kepada pimpinan KPK dan penyerangan terhadap penyidik Novel Baswedan, penyidik KPK lainnya, Dwi Samayo, pada tahun 2011, ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil saat sedang mengendarai sepeda motor. Begitu pula pada tahun 2015, penyidik Afief Yulian Miftach, ban mobilnya ditusuk paku dan disiram air keras di bagian depan. Di rumahnya, ditemukan benda mirip bom berupa kotak yang dilapisi lakban hitam berisi lilitan kabel, lampu LED dan satu baterai kecil. Seperti halnya kasus Novel, kasus Dwi dan Afief sudah relative lama kejadiannya namun belum berhasil juga diketahui siapa pelakunya.

Wadah Pegawai KPK mencatat bahwa bukan dua atau tiga kali KPK diteror, tetapi malah sudah  sembilan kali, antara lain:  ancaman bom ke gedung KPK, Teror bom ke penyidik KPK, ancaman pembunuhan terhadap pejabat dan pegawai KPK, perampasan perlengkapan penyidik KPK dan Penculikan terhadap pegawai KPK yang sedang bertugas. Namun tidak ada satupun pelakunya berhasil ditangkap.

 Pandangan hukum

Intimidasi secara leksikal diartikan sebagai perbuatan menakut-nakuti atau mengancam. Dalam KUHP ada beberapa pasal yang memuat frasa ‘dengan kekerasan atau ancaman kekerasan’ yang dimaknai ada intimidasi pelaku kepada seseorang atau institusi secara umum. Dalam hukum pidana Indonesia, ‘intimidasi’ umumnya dirumuskan sebagai  ‘dengan kekerasan atau ancaman kekerasan’ (door geweld atau door bedreiging met geweld). Penggunaan ancaman juga disebut dalam Pasal 335 ayat (1) KUHP jo.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 1/PUU-XI/2013, yaitu dengan melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan sesuatu, tidak melakukan sesuatu, atau membiarkan sesuatu. Paksaan itu dilakukan dengan memakai kekerasan atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain, menurut R. Soesilo, adalah menyuruh orang melakukan sesuatu sedemikian rupa sehingga orang itu melakukan sesuatu berlawanan dengan kehendak sendiri (Hukumonline,5 Juni 2017).

Memaksa dengan cara melemparkan bom molotov dan memasang benda mirip bom serta melakukan ancaman pembunuhan merupakan bentuk penggunaan ancaman agar KPK kendor dalam melakukan penegakan hukum di rana tipikor. Jadi dari sisi hukum, pelakunya dapat dijerat berdasarkan Pasal 335 ayat (1) KUHP. Apabila nanti dapat diungkap bahwa pelakunya berkaitan dengan penanganan perkara tertentu yang sedang disidik atau dilakukan penuntutan, maka bisa di pula dikenakan Pasal 21 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 yang dapat dikagorikan sebagai pihak yang secara tidak langsung menghalang-halanginya dilakukan penyidikan atau penuntutan.

Oleh karena itu, Pasal 21 ini masih menjadi wewenang KPK untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan, maka KPK tidak perlu menunggu pihak kepolisian untuk memulai menemukan bukti-bukti awal ada tidaknya tindak pidana dalam kasus-kasus yang selama ini meneror personel dan institusi KPK, tetapi KPK dapat memulainya sendiri. Bila nanti telah ditemukan bukti-bukti permulaan maka penyelidikan dapat ditingkat dengan kepenyidikan.

 Tamparan pemerintah

 Belum terungkap dan tertangkapnya pelaku intimidasi dan penyerangan kepada beberapa penyidik KPK dan ditambah lagi dengan munculnya teror yang ditujukan kepada dua pimpinan KPK,  maka seolah-olah menampar pemerintah. Dalam hal ini presiden sebagai pemegang tertinggi kekuasaan eksekutif karena seolah-olah presiden dan jajarannya, khususnya kepolisian, tidak mampu memberikan perlindungan hukum  kepada personel-personel KPK yang sedang menjalankan tugas negara dalam memberantas korupsi yang telah menggurita di negeri ini.

Padahal, dalam setiap kesempatan presiden sering menyatakan bahwa, sangat mendukung sepenuhnya penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Agar dukungan ini tidak sekadar lips service dan bangsa ini dapat memahami bahwa presiden benar-benar concern terhadap berbagai langkah yang telah diambil oleh KPK dalam mengungkap tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat yang berada di eksekutif, legislatif, yudikatif dan pihak swasta.

Maka presiden seharusnya berpidato secara resmi mengecam pelaku teror terhadap pimpinan KPK tersebut dan memerintahkan segera dibentuk TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) untuk mengungkap secara serius dan komprehensif penyerangan yang dilakukan kepada personel KPK. Khususnya kasus Novel Baswedan agar salah satu agenda masalah yang sering dipertanyakan oleh masyarakat dapat dituntaskan.

Publik sangat mengharap dengan adanya TGPF, maka segera dapat terungkap secara terang menderang pelaku lapangan dan aktor intelektual di balik teror dan penyerangan personel KPK selama ini serta dapat diproses secara pro justitia untuk diadili seadil-adilnya.*****  

 

 

 

 

 

 

 


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Ilham Wasi



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Erick Thohir Nilai Pasangan Jokowi-Maruf Amin Sajikan Debat Kondusif dan Positif

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Debat perdana pasangan capres-cawapres berlangsung tanpa tendensi berlebihan. Sikap santun tetap ditujukan para...
 

Polisi Antisipasi Massa Sambut Kebebasan Ahok

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Polisi dipastikan tidak akan memberi pengawalan khusus untuk mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)...
 

DPRD Makassar: Pak Gubernur Tunjuk Pj Walikota yang Mengerti Keinginan Rakyat

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Pelanjut Wali Kota Makassar setelah Moh Ramdhan Pomanto yang berakhir masa baktinya pada Mei mendatang mulai ramai...
 

Astaga... Siswa SMP Pukul dan Remas Dada Karyawati Bank

FAJARONLINE.CO.ID -- Entah apa yang dipelajari RVP, 16, warga desa di Kecamatan Plemahan, di sekolahnya. Pelajar SMP ini harus berurusan dengan...
 

Soal Penegakan Hukum, IPW Menilai Paslon Tidak Punya Konsep Jelas

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, menilai ebat perdana pasangan capres-cawapres sama sekali tidak...
 

Misteri Jenazah Perempuan di Tong Terungkap, Dua Karyawan Korban Pelaku Pembunuhan

FAJARONLINE.CO.ID,SURABAYA--Teka-teki pelaku pembunuhan terhadap Ester Lilik Wahyuni terkuak. Perempuan berusia 51 tahun itu sebelumnya ditemukan tak...
 

Dua Oknum Polisi Aniaya Pelajar Hingga Tewas

FAJARONLINE.CO.ID,KEPRI--Kasus pemukulan yang mengakibatkan kematian PR, 15, siswa SMAN 10 Batam terus berlanjut. Kabar teranyar saat ini,...
 

SBY Tak Hadir di Debat Capres, Ruhut Sitompul Bilang Karena Kecewa

FAJARONLINE.CO.ID,MAKASSAR--Ketidakhadiran Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada debat capres perdana, menuai sejumlah...
 

Jenazah Perempuan di Tong Sampah, Kaki dan Tangannya Terikat

FAJARONLINE.CO.ID, SURABAYA--Sesosok jenazah perempuan ditemukan di dalam tong sampah di Jalan Raya Romokalisari, Surabaya, Kamis (17/1), sekitar...
 

Kanwil Kembali Gagalkan Rencana Peredaran Narkotika dalam Rutan

FAJARONLINE.CO.ID, Makassar - Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan kembali menggagalkan rencana peredaran narkotika ke...
 

Pasangan Jokowi-Maruf Nyontek, Ini Kata Politikus Demokrat

FAJARONLINE.CO.ID,JABAR--Debat pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) telah dilaksankan di Jakarta, Kamis (17/1)...
 

Latihan Futsal, Wiljan Pluim Kembali Berlatih

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Setelah tiga hari absen latihan. Playmaker PSM, Wiljan Pluim akhirnya kembali ikut berlatih. Latihan PSM hari keempat...
 

Suami Ganas di Awal, Letoi Semenit Kemudian

FAJARONLINE.CO.ID,, MALANG - lelaki tua tidak mengenal istilah tua untuk urusan asmara. Meski sudah berusia 57 tahun, dia merasa masih...
 

Yakinkan Jokowi Bebaskan Abu Bakar Baasyir, Yusril: Ini Pertimbangan Kemanusiaan

FAJARONLINE.CO.ID -- Ustaz Abubakar Ba'asyir sudah dipenjara dalam LP selama sembilan tahun dari pidana 15 tahun yang dijatuhkan kepadanya. Dan,...
 

Banyak Diam dan Sempat Ditegur Jangan Pidato, Cawapres 02 Bilang Begini

FAJARONLINE.CO.ID -- Penampilan calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin dalam debat kandidat perdana, menuai perhatian publik....
 

Wadduh... 69 Persen Napi Terancam Kehilangan Hak Pilih

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- Pemilu tinggal tiga bulan lagi, namun masalah perekaman ktp elektronik masih jadi ganjalan, khususnya para penghuni...
 

Mourinho Bicara Soal Kebohongan di Real Madrid Terkait Prestasinya

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Jose Mourinho telah merefleksikan waktunya bersama Real Madrid dan menegaskan bahwa masa tiga tahun di ibukota...
 

Dispar Maksimalkan Pengelolaan Sembilan Objek Wisata, Ini Capaiannya untuk PAD

FAJARONLINE.CO.ID, MAKALE -- Pemkab Tana Toraja maksimalkan pengelolaan pariwisata di sembilan objek wisata. Tempat itu adalah Objek wisata...
 

Lomba Triathlon HUT Satrol Lantamal VI, Atlet Lakukan Uji Medan dan Latihan Resmi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Uji medan dan Latihan resmi para atlet lomba triathlon HUT ke-1 Satrol Lantamal VI berjalan dengan lancar setelah...
 

Laskar Ayam Jantan Kalteng All Out Dukung PSM Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Suporter Laskar Ayam Jantan (LAJ) Kalimantan Tengah (Kalteng) akan all out mendukung PSM Makassar pada...
 

Glass, Film Super Hero yang Paling Menegangkan

Oleh Jeri Wongiyanto Pecinta dan Pengamat Film INILAH film superhero dengan warna yang berbeda. Lebih membumi, manusiawi dan mengagumkan....
 

Jalan Trans Sulawesi Berlubang, Polisi Kembali Turun Tangan Tambal Jalan

FAJARONLINE.CO.ID, PANGKEP -- Personel kepolisian Sat Lantas Polres Pangkep kembali turun ke jalan. Itu untuk menambal sejumlah jalan berlubang di...
 

MoU Kemitraan Galesong Group dan Harian Fajar

Galesong Group bertandang ke Kantor Harian FAJAR, Jumat (18/1/2019). Rombongan diterima langsung Direktur Utama Harian FAJAR, HM Agus Salim Alwi...
 

Simak, Logika Politik Para Intelektual

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - TETIBA, istilah alumni pun menjadi objek persengketaan di tahun politik. Maklum saja, karena para pihak, khususnya...
 

Pasca Debat, Ini yang Dilakukan Sandiaga Uno

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno melakukan aktivitas jogging usai...

Load More