Fajar

  Breaking News

Kebijakan Impor Gula Dianggap Brutal

INT
Nasional - 23 Januari 2019, 12:10:59

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah akan kembali membuka keran impor gula kristal mentah (raw sugar) untuk industri dalam negeri pada tahun ini. Berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian, jumlah alokasi impor gula tersebut sebanyak 2,8 juta ton.

"Kebutuhan impor gula tahun depan 2,8 juta ton. Kalau total kebutuhan gulanya sekitar 3,6-3,7 juta ton," kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Senin (22/1)

Sigit menjelaskan, rekomendasi impor gula mentah dikeluarkan tergantung permintaan industri. Kata dia, saat ini sedang dilakukan verifikasi industri mana saja yang membutuhkan. Adapun, kebutuhan gula mentah untuk industri makanan dan minuman sepanjang 2019 mencapai 3,6 juta ton. Tapi, dalam rapat koordinasi terbatas yang kemarin memutuskan, bahwa impor gula mentah tahun ini sebesar 2,8 juta ton.

"Jumlah tersebut ditetapkan berdasarkan survei yang dilakukan di industri makanan dan minuman nasional, di mana mereka masih memiliki stok gula yang dapat digunakan sebagai bahan baku produksi tahun ini sekitar 800 ribu ton," ujarnya.

Sigit menuturkan, Kemenperin akan mengeluarkan rekomendasi impor gula mentah per enam bulan, sehingga importasinya dilakukan sebanyak dua kali. Dia memperkirakan, pada enam bulan pertama jumlah impor gula mentah akan lebih besar ketimbang enam bulan selanjutnya, hal itu mengingat akan ada momen puasa dan lebaran.

"Kira-kira 60 persen impor dilakukan untuk enam bulan pertama, dan 40 persennya di enam bulan terakhir," jelasnya.

Menanggapi rencana pemerintah yang akan membuka keran impor gula mentah pada tahun ini, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Arum Sabil, menilai bahwa kebijakan pemerintah tersebut terkesan 'brutal' dan tergesa-gesa. Artinya, di dalam keputusan tersebut tidak mempertimbangkan jumlah stok gula yang dimiliki petani dalam negeri.

"Saya melihat kebijakan impor gula terkesan brutal banget ya, kareana apa? Stok gula melimpah, tapi impor digenjot dengan sedemikian rupa sehingga menganggu supply demand. Ya kalau menurut saya jika dilakukan untuk sekarang terlalu tergesa-gesa, karena kan stok gula kita kan harus dihitung terlebih dahulu dan diinformasikan ke publik gitu," kata Arum kepada Fajar Indoneisa Network (FIN)

Jika tetap impor dilakukan pada tahun ini, dia khawatir gula yang ada saat ini tidak terkontrol dengan baik. Menurutnya, hal itu akan berdampak pada hasil panen bulan mei 2019 ini.

"Empat bulan lagi kita ini kan mau panen dari sekarang. Sementara untuk stok gula menurut saya untuk bulan Agustus-September itu masih cukup dari stok gula yang ada," ujarnya.

Dampak dari kebijakan tersebut, lanjut Arum, bisa mengakibatkan banjirnya stok gula impor di dalam negeri. Maka tidak menutup kemungkinan, bisa berimbas kepada penyerapan Bulog dalam membeli hasil panen gula milik petani. Terlebih, harga gula dalam negeri lebih tinggi dibandingkan gula impor.

"Ya, kalau untuk sekarang kan stok gula petani sudah habis, karena kan sudah dibeli bulog, bagaimana dampak dari impor gula itu?. Nah kan pada akhirnya bulog tidak bisa maksimal untuk membeli gula para petani. Ya, karena ada sebagian gula petani yang tidak terserap sebanyak 40%, sehingga dijual ke pedagang, Karena penyerapan dari bulog itu kan telat keputusannya," tuturnya.

Arum menilai, jika kebutuhan gula dalam negeri selalu dipenuhi melalui impor, maka dikhawatirkan stok yang ada saat ini, dengan ditambah jumlah produksi bakal menjadi beban pasar pada tahun 2019. Parahnya lagi, untuk gula milik petani saja, belum ada kepastian bahwa tahun ini akan dibeli pemerintah.

"Sebelum pemerintah menentukan impor, pastikan dulu gula petani itu akan diapakan dan mau dibeli pemerintah berapa?. Karena itu kan belum ada kepastian dari pemerintah dengan regulasi yang ada, kalo gula petani dibeli pemerintah, saya berharap jangan tergesah-gesah, karena impor itu juga akan menjadi ancaman bagi petani dan produksi gula yang berbasi tebu dalam negeri," ketusnya.

Untuk itu Arum berharap pada pemerintah agar menghidupkan lagi dewan gula indonesia. Pasalnya, semua stake holder yang berkaitan dengan pergulaan nasional itu bisa duduk satu meja, sehingga tidak terkesan kebijakan berjalan sendiri-sendiri. Baik itu dari Fram, maupun pihak regulasi.

"Para peneliti dan akademisi bisa duduk satu meja. Persoalan-persoalan gula nasional kita itu nanti akan bisa dikupas, dibahas, dibicarakan, sehingga kebijakannya benar-benar kebijakan yang bisa melindungi manusia, bukan manusia yang melindungi kebijakan gitu loh," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Agus Pakpahan mengatakan, beberapa industri memang membutuhkan impor gula sebagai bahan baku untuk produksinya. Contohnya industri makanan dan minuman yang memerlukan gula dengan ICUMSA rendah serta industri kesehatan yang membutuhkan gula khusus.

Khusus untuk industri tersebut, ia mengakui, keperluan memakai gula impor lebih dikarenakan harganya yang lebih terjangkau. Di samping itu, gula impor yang memiliki tingkat ICUMSA di kisaran 45 membuat tampilan makanan dan minuman jauh lebih baik. Kalau ICUMSA gula rafinasi impor itu sekitar 45.

Kalau gula lokal setelah diolah itu masih sekitar 300 ICUMSA. Raw sugar malah ICUMSA-nya bisa sampai 1.200, jelasnya. Hanya saja bukan berarti gula lokal tidak mampu menghasilkan makanan maupun minuman yang kualitasnya setara dengan produk yang memakai gula impor.

"Karena pernah dulu waktu tahun 2009, ketika harga gula dunia sedang naik, industri makanan dan minuman akhirnya memakai gula lokal. Bisa itu," kata Agus.

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menganggap, impor gula yang dilakukan pemerintah cenderung hanya menguntungkan pengusaha. Mereka memanfaatkan perbedaan harga jual gula dalam negeri yang lebih mahal 3 kali lipat dibanding harga internasional untuk mendorong pemerintah membuka keran impor.

Sejumlah pengusaha memanfaatkan izin impor gula berjenis raw sugar untuk produksi gula rafinasi bagi industri. Namun, pada praktiknya gula itu dijual dalam label gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi masyarakat.

Keuntungan yang didapat bukan menjual gula rafinasi ke industri, tapi selisih harga terjadi antara gula eceran (untuk konsumsi) dan dunia, kata Faisal.

Akhirnya masyarakat terpaksa menanggung harga jual terlalu mahal, terutama saat pemerintah mengenakan kuota impor. Sementara itu, kelebihan harga yang melampaui harga internasional menjadi bagian pemegang lisensi impor dan politikus yang memberi izin. Ini ada basisnya saya menuduh. Dengan teori ekonomi ini cukup (beralasan), ujarnya.

Faisal menilai, hal ini terjadi lantaran pemerintah membuka pembeda antara gula rafinasi dengan gula kristal putih (GKP). Padahal, dunia internasional telah lama menghapus dikotomi tersebut. Pembedaan ini menjadi pintu masuk agar perusahaan dapat mengimpor gula yang harganya relatif lebih murah.

Sebelumya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Darmin Nasution memastikan kuota impor raw sugar (gula mentah) dan untuk kebutuhan industri di tahun 2019 ini akan lebih rendah dibandingkan tahun 2018 kemarin.Ini karena stok yang masih tersedia.

Rencananya, pemerintah akan mengeluarkan impor raw sugar di tahun 2019 hanya sekitar 2,8 juta ton, ini artinya lebih kecil dari tahun 2018 sebesar 3,15 juta ton. Sedangkan berdasarkan catatan dari industri makanan dan minuman (mamin) ke Kementerian Perdagangan per November 2018 impor yang telah dikeluarkan sebesar 2,96 juta ton.

Jadi (2019-red) tanpa kenaikan? Karena stoknya ada. Gula sudah ada, informasi stoknya ada di mana saja. Sedangkan untuk gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi masyarakat tidak ada impor, kata Darmin.

Penurunan ini, kata Darmin, mengacu kepada catatan Kementerian Perekonomian. Setidaknya pasokan gula rafinasi masih ada sekitar 1 juta ton. Meskipun dalam hal ini karena data realisasi impor gula rafinasi per November 2018 sudah masuk 2,96 juta ton dan itu juga lebih rendah dari rencana di tahun 2018.

Alhasil di tahun 2019 rencana impor raw sugar turun sekitar 22,22 persen dari impor di tahun 2018. Hal ini karena produksi gula disebutnya lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk GKP untuk konsumsi masyarakat, tidak ada impor karena stoknya banyak dan harga rendah. Jadi yang impor hanya untuk gula industri, tutupnya. (der/fin)


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Redaksi



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Gulung Tim Basket Unair, Tim Honda DBL Indonesia All-Star Optimis Menatap Los Angeles

FAJARONLINE.CO.ID -- Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 sapu bersih seluruh laga uji coba. Dalam laga kedua mereka yang berlangsung di DBL Arena,...
 

Meme Bertebaran di Medsos, Ini Kata Maruf : Kebanyakan Nonton Mission Impossible

FAJARONLINE.CO.ID,JAKARTA--Pasca debat kedua Pilpres 2019, sejumlah meme bertebaran di media sosial. Berawal dari tudingan atas Capres nomor urut 01,...
 

Viral Video Caleg PDIP Senam Pakai Sejadah Sebagai Alas, Ini Klarifikasinya

FAJARONLINE.CO.ID -- Jagad media sosial kembali dihebohkan dengan aktivitas seorang calon legislatif dari PDIP DKI Dapil Cengkareng, Kalideres,...
 

Nenek 110 Tahun Hilang Misterius

FAJARONLINE.CO.ID, BELOPA--Polsek Ponrang Polres Luwu bersama Tim Basarnas Kabupaten Luwu dengan masyarakat Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang...
 

Aty Kodong dan Ical DAcademy akan Berkolaborasi di Acara Kerajaan Gowa

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Dua penyanyi dangdut hits Sulsel, Aty Kodong dan Muhammad Irsyad Basir atau kerap disapa Ical D'A 3 akan...
 

KPK Watch Indonesia: Jaksa KPK Gagal Buktikan Perbuatan Lucas

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA -- KPK Watch Indonesia menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal membuktikan perbuatan Lucas. Hal itu terlihat...
 

Ketu Umum IGI Dukung Ide Kadisdik Gabung SD dan SMP Satu Atap

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Ide penggabungan SD dan SMP dalam satu atap yang digaungkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando,...
 

Zulkarnain Pangki Harap Pemerintah Gunakan APBD Untuk Biayai Program Rakyat

FAJARONLINE.CO.ID, BULUKUMBA - Wakil Ketua DPRD Bulukumba Andi Zulkarnain Pangki menghadiri Musrenbang Kecamatan Bulukumpa, Senin, 18 Februari,...
 

Beri Pengarahan, Yunaedi Tekankan Pemasyarakatan Harus Bebas dari Halinar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM...
 

Danyon Zipur Cup Incar 32 Tim

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Satu lagi kompetisi sepak bola hadir di Kabupaten Maros. Namanya Turnament Sepak Bola Piala Bergilir Danyon Zipur Cup I...
 

Data dan Fakta Duel Liverpool-Bayern Munchen

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Berikut data dan fakta seputar laga Liverpool kontra Bayern Munchen di leg pertama babak 16 besar Liga...
 

Museum Maros Dapat DAK Non Fisik BOP Rp450 Juta

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Museum Daerah Maros menjadi salah satu penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Biaya Operasional Penyelenggaraan...
 

Preview Lyon vs Barcelona: Si Bocah Tak Takut Messi Cs

FAJARONLINE.CO.ID, LYON—Lyon percaya diri menyambut kedatangan Barcelona di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Klub berjuluk Les Gones...
 

Preview Liverpool vs Munchen: Benteng Keropos Tuan Rumah

FAJARONLINE.CO.ID, LIVERPOOL—Liverpool akan menjamu Bayern Munchen di leg pertama babak 16 besar Liga Champions dengan benteng yang sedikit...
 

Imam Suyudi Buka Rakor Pembinaan dan Pembimbingan Anak Berhadapan dengan Hukum

FAJARONLINE.CO.ID -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan, Imam Suyudi, membuka kegiatan Rapat Koordinasi...
 

Lumpuh, Warga Lingkungan Soreang Ini Butuh Bantuan Pengobatan

FAJARONLINE.CO.ID, MAROS -- Sudah setahun lebih warga Lingkungan Soreang, Kelurahan Soreang, Kecamatan Lau, Putri (40) hidup dalam...
 

Hebat.. Bibit Pohon Jati yang Ditanam Napi di Lapas Kelas I Makassar Capai Ratusan Ribu

Fajaronline.co.id, Makassar – Pelaksanaan sistem pemasyarakatan, pidana, maupun penjara semata-mata bukanlah sebagai hukuman yang harus...
 

Duta Irama Buka Cabang di Jl Ahmad Yani

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Duta Irama terus melebarkan sayap bisnisnya di Kota Makassar. Tidak lama lagi, gerai produk outdoor ini akan membuka...
 

Hati-hati.. Ban Serep Pun Jadi Sasaran Pencuri

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Modus pencurian kendaraan roda empat cukup beragam. Tak hanya memecahkan kaca jendela, alat-alat mobil pun bisa jadi...
 

Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga, DLH Bantaeng Sasar Emak-emak

FAJARONLINE.CO.ID, BANTAENG-Berbicara pada kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga di Hotel Ahriani Bantaeng, Selasa, 19...
 

Pelajar SMA 4 Bantaeng Sabet Dua Juara Lomba Menulis Cerpen

FAJARONLINE.CO.ID,BANTAENG-Dua siswi SMA Negeri 4 Bantaeng berhasil mengharumkan nama daerahnya di Kabupaten Bulukumba pada ajang Lomba Menulis...
 

Permudah Konfirmasi ke Jaksa, Kajari Palopo Minta Wartawan Perhatikan Kode Etik

FAJARONLINE.CO.ID, PALOPO -- Masih dalam suasana hari pers nasional. PWI Luwu Raya, Tana Toraja, dan Toraja Utara, melakukan silaturahmi ke sejumlah...
 

SD Batu Tambung Sambangi Redaksi Harian FAJAR

Guru dan orang tua murid SD Batu Tambung, Kecamatan Biringkanaya Makassar, menyambangi Redaksi Harian FAJAR, Selasa (19/2/2019)
 

Kecelakaan Maut Bus Karyawan Vale, Satu Tewas dan 18 Luka-luka

FAJARONLINE.CO.ID, MALILI -- Bus karyawan PT Vale mengalami kecelakaan setelah menabrak sebuah mobil di jalan poros Malili-Sorowako, Desa Wasunda,...
 

Kuatkan Fungsi Pencegahan, Tim Ombudsman Sambangi SMAN 1 Majene

Fajaronline.co.id, Majene – Kuatkan fungsi pencegahan maladministrasi di bidang pendidikan, tim Ombudsman RI Sulawesi Barat mengunjungi SMA...

Load More