Fajar

  Breaking News

Religiusitas Calon

Politik - 12 Februari 2019, 10:09:10

Oleh: Imam Shamsi Ali

(Presiden Nusantara Foundation)

Warga Bronx di kota New York ketika dikejutkan oleh sebuah situasi yang berulang biasanya mengatakan “O man! Again?”.

Begitulah kira-kira ungkapan yang layak terlontar di saat kita memasuki musim politik, pilkada maupun pilnas (pilihan nasional). Dan ini berlaku bagi semua tingkat pilihan. Presiden, wakil presiden maupun para pilihan legislatif (DPR, DPD).

Kenapa demikian? Karena hal-hal yang sejak dulu terjadi kini kembali lagi. Promosi-promosi kebaikan masing-masing calon tiba-tiba mendadak lagi muncul atau dimunculkan. Kebaikan yang selama ini tidak pernah nampak, bahkan mungkin realitanya memang tidak ada, tiba-tiba tumbuh bagaikan bunga di musim semi.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, yang sudah pasti pemilih super mayoritas adalah Muslim, Islam sebagai identitas kebaikan menjadi laris manis.

Dengan kata lain, di musim politik dan kampanye ini tiba-tiba keislaman para caleg itu begitu nampak dan dinampakkan. Jangankan mereka yang memang beragama Islam. Bahkan calon yang kebetulan beragama non Islam saja tiba-tiba memiripkan diri bagaikan Muslim.

Tidak jarang memakai pakaian yang secara luas identik dengan keislaman. Masuk keluar Masjid dengan salamnya yang cukup fasih. Bahkan ketika berpidato dibuka dengan hamdalah dan sholawat dan seterusnya.

Mereka juga keluar masuk pondok pesantren ketemu para ulama dan kyai. Yang kurang dananya mencium tangan kyai. Yang banyak dananya tangannya yang dicium oleh para santri/santriyah.

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis dengan judul religiositas musiman. Kira-kira itulah yang terjadi lagi. Atau dalam bahasa orang Bronx tadi “O man! Again?”.

Orang-orang yang selama ini tidak peduli dengan agama dan institusinya, termasuk dengan ulama bahkan melecehkan agama dan ulamanya. Tiba-tiba, di musim politik dan kampanye ini semuanya peduli dengan agama dan ulama.

Beragama itu alami

Mungkin di saat-saat seperti inilah kita perlu saling mengingatkan. Bahwa agama itu alami. Beragama itu juga harus melalui proses alami. Bukan dibuat-buat, apalagi dipaksakan.

Agama ini begitu penting dalam berinteraksi secara politik. Karena harusnya dengan agamalah para politisi memilki “kesadaran samawi” bahwa anda boleh jadi pintar menipu rakyat. Tapi percayalah Tuhan rakyat tidak pernah lengah dan tertipu.

Dengan agama para politisi harusnya membangun “kesadaran ukhrawi”. Bahwa janji-janji kampanye mereka pasti akan dipertanggung jawabkan di hari tiada tipu menipu lagi.

Dengan agama para politisi harusnya membangun basis moralitas (moral ground) untuk melayani rakyat. Bahwa secara moral (dan hukum) adalah dosa ingkar janji dan mengkhianati amanah.

Agama bukan untuk dipamerkan di saat kampanye. Agama bukan untuk jadikan tontonan untuk menipu rakyat. Agama bukan dijadikan pijakan atau tangga menaiki kekuasaan dengan rakus.

Agama itu untuk dipahami, diyakini, dihayati dan diamalkan. Tahmid, tahlil dan sholawat yang dihafalkan dengan segala upaya agar fasih, bukan sekadar bahan kampanye.

Agama yang rakyat ingin lihat dari para calon adalah kejujuran. Agama yang ikhlas tanpa tendensi kepentingan. Itulah yang nantinya melahirkan prilaku kebijakan yang memihak rakyat.

Agama yang jujur itu secara alami akan tampak dalam berbagai kebijakan publik. Kebijakan yang memihak rakyat, memihak agama dan kebenaran, menghormati ulama secara alami, bahkan ketika berseberangan secara politik sekali pun.

Rakyat tidak perlu pengakuan dan demonstrasi agama di hadapan publik. Yang mereka perlukan adalah kesadaran agama dalam prilaku dan kebijakan publik. Tunjukkan jika anda beragama dalam berbagai kebijakan yang akan anda ambil.

Buktikan jika anda beragama dalam rancangan legislasi yang akan anda akan lakukan. Sehingga legislasi itu menjadi penguat agama, bangsa dan negara.

Beragama itu adalah ketika kekuasaan anda pergunakan untuk membantu kaum dhuafa. Ketika anda memberantas pelaku korupsi apalagi anda berada dalam genggaman mereka.

Hentikan prilaku paradoks dalam politik. Beragama di saat kampanye. Anti agama di saat mengambil kebijakan politik. Beragama untuk mendapat dukungan rakyat banyak. Anti agama di saat merancang legislasi. Beragama ketika masuk pesantren bertemu para ulama. Anti ulama di saat ulama menjalankan tugas “amar ma’ruf nahi mungkar”.

Kesimpulannya, hentikan prilaku paradoks bahkan kemunafikan di musim kampanye!

New York, 10 Pebruari 2019


SETIAP ORANG PUNYA CERITA.
Langganan Anda Membantu Jurnalisme Berkualitas

Author : Muhammad Nursam

Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Cetak Generasi Emas, Ponpes Gombara Hadirkan Baitul Arqam Khusus untuk Santri

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arqam Muhammadiyah Sulsel Gombara Makassar menggelar kegiatan Baitul Arqam Khusus For...
 

Tahun Ini Lazismu Sulsel Target Himpun Dana Rp7,7 Miliar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sulsel menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Rakerwil...
 

Sebut Video Dukungan Camat Editan, Kuasa Hukum Tak Bisa Tunjukkan Video Asli

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Kasus video dukungan para camat se Kota Makassar untuk calon presiden Jokowi-Ma'ruf masih bergukir, kuasa hukum...
 

Soal Dosen Bercadar Dipecat, Ini Klarifikasi IAIN Bukit Tinggi

FAJARONLINE.CO.ID -- Pemecatan terhadap dosen bernama Hayati Syafri karena persoalan cadar dibantah Pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukit...
 

Puluhan Wanita Pekerja Kebun Teh Tewas Setelah Tenggak Miras Beracun Usai Gajian

FAJARONLINE.CO.ID, ASSAM—Sebanyak 84 orang pekerja kebun teh tewas termasuk lusinan wanita setelah meminum alkohol ilegal pasca gajian di...
 

Kisah Haru, Wanita Penderita Kanker Menikah Beberapa Jam Sebelum Meninggal

FAJARONLINE.CO.ID, VICTORIA—Kurang dari 24 jam setelah menikah, Tracey MacDonald meninggal dunia karena kanker paru paru. Colin MacDonald telah...
 

Bro Rivai Menerima Internasional Award HAM 2019

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Dalam perayaan kelahiran ke-6 Lembaga Advokasi HAM Internasional (Leadham), sejumlah tokoh nasional, pelaku pembangunan...
 

Anak Durhaka, Cincang Ibu Kandung Jadi 1.000 Potong dan Jadikan Makanan Anjing

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Pria bernama Alberto Sanchez Gomez benar-benar anak durhaka. Ia tega mencincang tubuh ibunya menjadi 1.000 potong....
 

Soal Hattrick, Ronaldo Masih di Atas Messi

FAJARONLINE.CO.ID, SEVILLA—Lionel Messi kembali mencetak hattrick saat Barcelona mengalahkan Sevilla di jornada ke-25 La Liga, dinihari tadi....
 

Bikers Subuhan Kajian di Kompleks Citraland

FAJARONLINE.CO.ID -- Pekan ke-46 dan jelang menuju Milad yang perdana Bikers Subuhan Makassar menggelar Subuhan dirangkaikan kajian rutin di masjid...
 

Bertolak Ke Makassar, Wapres Selaku Ketua Umum PMI Lantik Pengurus PMI

FAJARONLINE, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla Pagi ini bertolak Ke Makassar, Minggu ( 24/02/2019).  Menggunakan pesawat...
 

Messi Tiru Selebrasi Pele di Piala Dunia 1970

FAJARONLINE.CO.ID, SEVILLA—Ada banyak aspek luar biasa dalam penampilan Lionel Messi di Sevilla pada Sabtu sore dan salah satunya terkait...
 

Ratusan Warga Mendapat Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis RSU Wisata UIT di Desa Rannaloe

FAJARONLINE.CO.ID, GOWA - Rumah Sakit Umum Wisata UIT gelar bakti sosial berupa pengobatan gratis dipimpin langsung direktur utama dokter marhaen...
 

Jadwal Liga Inggris, Italia, Spanyol, dan Final Carabao Cup Malam Ini

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Berikut jadwal pertandingan bola yang akan berlangsung Minggu malam hingga Snein dihari nanti: Minggu, 24 Februari...
 

Klasemen Liga Spanyol: Barca Unggul 12 Poin di Atas Real Madrid

FAJARONLINE.CO.ID, SEVILLA—Berikut klasemen dan top skor sementara La Liga Spanyol usai empat laga jornada ke-25, termasuk kemenangan Barcelona...
 

Klasemen dan Top Skor Sementara Liga Italia hingga Minggu 24 Februari 2019

FAJARONLINE.CO.ID, ROMA—Berikut klasemen dan top skor Liga Italia setelah dua pertandingan Sabtu dan Minggu dinihari tadi: Klasemen Serie A...
 

Klasemen dan Top Skor Terbaru Liga Inggris

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Berikut klasemen dan top skor terbaru setelah empat pertandingan pekan ke-27 pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari...
 

Hasil Lengkap Liga Inggris, Italia, dan Spanyol Sabtu dan Minggu Dinihari Tadi

FAJARONLINE.CO.ID, BURNLEY—Berikut hasil lengkap sejumlah pertandingan Liga Inggris, Italia, dan Spanyol yang berlangsung Sabtu malam hingga...
 

Barcelona Tertinggal Dua Kali, Messi Mengamuk di Markas Sevilla

FAJARONLINE.CO.ID, SEVILLA—Penampilan luar biasa ditunjukkan Barcelona di markas Sevilla pada jornada ke-25 La Liga Spanyol. Sempat tertinggal...
 

Jujur Saja, Luhut Akui Lebih Mengenal Prabowo Ketimbang Jokowi

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku mengenal baik kedua kontestan yang tengah...
 

Usai Tinggalkan PSM, Steven Paulle Resmi Gabung ke Persija

FAJARONLINE.CO. ID, JAKARTA - Persija Jakarta gerak cepat mencari pemain asing yang bisa didaftarkan ke AFC Cup 2019. Pada Sabtu, 23 Februari malam,...
 

Kapal yang Terbakar di Muara Baru Sulit Dipadamkan

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Kapal nelayan yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru awalnya sempat sulit dipadamkan, Sabtu, 23 Februari. Di mana,...
 

Jumlah Kapal yang Terbakar di Muara Baru Bertambah Jadi 18 Unit

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Jumlah kapal nelayan yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru depan Kantor Syahbandar, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan...
 

Menyapa Warga Setiap Pagi, Cara Suporter PSM Ini Agar Bisa Duduk di DPRD Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Selama ini, Rais menjadi pendukung setia tim sepak bola PSM Makassar. Kini, ia maju sebagai calon anggota DPRD...
 

Ditanya Program oleh Warga, dr. Bob: Saya Fokus Perjuangkan Kesehatan Masyarakat

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR,-- Caleg DPRD Provinsi Sulsel Dr. dr. Bob Wahyudin semakin percaya diri menghadapi pemilihan legislatif (pileg) 17 April...

Load More