01 Desember 2016, 21:11:35 | Indra

 

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Kejaksaan Agung memastikan tak akan menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Meski kini, pelimpahan barang bukti dan tersangka terkait kasus penistaan agama telah dilakukan Bareskrim Polri ke Kejagung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M Roem mengatakan, alasan pihaknya enggan melakukan penahanan lantaran Ahok sudah dilarang untuk tidak bepergian ke luar negeri.

"Kemudian sesuai SOP di kita (Kejagung) apabila dalam proses penyidikan (polisi) tak ditahan, kita juga tidak,” kata dia di Kejaksaan Agung, Kamis (1/12).

Selain itu, lanjut dia, tim peneliti berkas perkara milik calon petahana gubernur DKI ini berpendapat tidak perlu dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan. "Selanjutnya bahwa tersangka kooperatif," klaim mantan Wakajati DKI tersebut.

Alasan yang terakhir adalah dakwaan kasus Ahok akan disusun secara alternatif. Yaitu pasal 156a dan pasal 156 KUHP atau sebalikanya. "Karena disusun alternatif jadi kita belum tahu terbukti yang mana. Apa yang ancaman hukumannya 4 tahun 156, atau 156a yang 5 tahun,” terang dia.

Lebih jauh dia menuturkan, barang bukti yang diserahkan dalam proses tahap dua sebanyak 51 item. Berkas perkara terdiri dari 30 saksi, kemudian 11 saksi ahli dan satu tersangka yang disusun dalam berkas setebal 826 halaman.

"Jadi yang diperiksa kurang lebih 42 orang. Ini sudah kita lakukan periksa tahap 2, dan prosesi sudah selesai. Nanti kita lihat di persidangan. Berkas segera dilimpahkan ke pengadilan,” tukasnya. (jpg/sam)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 

Berita Lainnya

 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote