13 Desember 2016, 14:23:14 | Asri Amir

FAJARONLINE.COM, GOWA -- Aparat Penegak Hukum (APH) ditantang oleh sejumlah aktivis kabupaten Gowa untuk menindaklanjuti terkait adanya temuan inspektorat terhadap petahana calon kepala desa (cakades). Pasalnya, sejak inspektorat kabupaten Gowa merilis temuan adanya dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, APH baik pihak kepolisian maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungguminasa belum menindaklanjuti temuan tersebut. Oleh karena itu, aktifis Maha Karya (Makar) Indonesia, Syafriadi Sjaenab berharap agar pihak kejaksaan dan kepolisian melakukan penyelidikan terhadap calon kepala desa incumbent yang tidak lolos karena ada temuan dari pihak inspektorat.

"Harusnya APH dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian menindak lanjuti temuan inspektorat tersebut. Tindak pidana korupsi itu bukan delik aduan, jadi penyidik kejaksaan maupun kepolisian wajib melakukan penyelidikan bagi kepala desa yang tidak lolos karena adanya temuan ini," tegasnya, Selasa 13 Desember

Sealnjutnya, Daeng Mangka sapaan akrab Ketua OKK Nasdem Gowa ini menilai bahwa temuan inspektorat tersebut terkesan ditutup-tutupi. Pasalnya, pihak APH tidak menindaklanjuti temuan tersebut.

"Jangan ada yang ditutup-tutupi, harapan kami kepolisian dan kejaksaan segera mengungkap temuan dari inspektorat karena ini akan menghambat pembangunan desa dan masyarakat desa," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Intel Kejari Sungguminasa, Ilham mengaku belum mendapat laporan resmi dari pihak Inspektorat terkait adanya temuan tersebut. Sehingga, pihaknya belum menindaklanjuti temuan tersebut

"Kita tidak tau temuan isnpektorat itu apa, apakah kesalahan administrasi merugikan negara, atau tindak pidana. Harusnya inspektorat laporkan ke APH baik Kejaksaan maupun Kepolisian," katanya.

Selanjutnya, Ilham mengaku pihaknya baru menindaklanjuti temuan tersebut jika mendapat laporan dari inspektorat terkait jenis temuan tersebut.

Sementara, Kepala Inspektorat Kabupaten Gowa, Chaerul Natsir yang dikonfirmasi enggan membeberkan hasil temuan tersebut. Hanya saja, dari informasi yang dihimpun FAJAR, sebanyak 16 cakades Incumbent yang dinyatakan tidak lolos lantaran terganjal perbup dengan adanya temuan Inspektorat tersebut.(san)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 
 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote