Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar. (INT)

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mulai angkat bicara dengan peristiwa yang melibatkan dirinya bersama wakilnya, Mulyadi Mustamu usai maulid di Masjid Allu Kecamatan Bangkala, Sabtu (24/12).

Kata Iksan, dirinya seakan tidak diberi ruang atas kehadiran maulid yang berlangsung di masjid terbesar di Kecamatan Bangkala itu. Pasalnya, saat dirinya bersama rombongan tiba sekitar pukul 11.30, di halaman masjid sudah tidak ada tempat parkir. Semua di halaman masjid itu telah dipadati dengan mobil mengatasnamakan para kolega Wakil Bupati Mulyadi Mustamu. Itu terlihat dengan semua mobil telah terbranding dengan foto Mulyadi dengan tulisan "Bisa".

"Karena melihat sudah ada gelagat kurang baik dengan berteriak kepada rombongan kami,"Bisa, Bangkala Bisa,". Terus ditambah lagi tidak ada ruang disiapkan ke kami, makanya kami memilih melanjutkan maulid di tempat lain yakni di rumah Kepala Desa Garassikang,"tegas Iksan, kepada FAJAR, Senin (26/12)

Setelah itu kata dia, karena melihat kondisi yang tidak kondusif. Ia terlebih dulu menghadiri maulid di rumah Kades Garassikang, Kr Jalling. "Setelah itu saya kembali lagi ke depan masjid karena sudah ada makan siang yang disediakan," tambah Iksan.

BACA JUGA: Usai Maulid, Ajudan Bupati Ancam Tembak Wabup Jeneponto

Tetapi sampai disana, masyarakat yang berteriak tagline "bisa" itu tetap masih ada dan tetap melanjutkan teriakannya." Saya tetap datang bersama rombongan. Tapi, perlu ditahu kalau saya datang bukan bersama pendukung, tetapi status sebagai kepala daerah yang datang bersama SKPD," jelasnya. (taq)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 
 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Puas


Puas


Kurang Puas


  View Vote