25 Desember 2016, 20:43:50 | Muhammad Nursam
ETNIS MASPUL. Ketua DPC HIKMA Makassar, Rusdin Tabi (kanan) dalam gelaran silaturahmi dan tutup tahun warga Maspul di Piza Ria Cafe Makassar, Minggu, 25 Desember. (FOTO: M NASRUN NUR/FAJAR)

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Perjuangan tokoh masyarakat Massenrempulu (Maspul) mendapat pengakuan etnis dari pemerintah, terus berlangsung. Salah satunya pada giat yang dilakukan DPC Himpunan Kerukunan Keluarga Massenrempulu (HIKMA) Kota Makassar.

Dalam acara silaturahmi dan tutup tahun di Piza Ria Cafe Jl Boulevard, Ketua DPC HIKMA Makassar, Rusdin Tabi menegaskan hal tersebut. Alasannya, syarat pengakuan sebagai etnis oleh pemerintah sangat memenuhi. "Kita punya wilayah (Kabupaten Enrekang dan sekitarnya, red), adat istiadat, bahasa, rumah adat, dan lainnya," kata Rusdin, Minggu (25/12) malam ini.

Untuk aspek budaya, dia mencontohkan pagelaran seni musik bambu (musik bas) yang dimainkan sejumlah orang merupakan permainan khas warga Massenrempulu. Permainan ini masih banyak ditampilkan warga di Kecamatan Buttu Batu saat perayaan adat atau acara tertentu.

"Di Enrekang kita sudah punya 12 kecamatan. Tokoh masyarakat kita tersebar di pemerintahan, sektor usaha, dan bidang lain di seluruh tanah air dan mancanegara. Sudah saatnya etnis Maspul ini kita sandingkan dengan etnis lain di Sulsel sebagai khasanah kekayaan budaya bangsa," bebernya.

Hal itu diiyakan Pembina DPC HIKMA Makassar, Amiruddin Husain. Dia menyampaikan salah satu ciri khas etnis Maspul adalah memegang teguh prinsip Sipakatau, dan Tobana atau tolong menolong, bantu-membantu, dan nasihat-menasihati. "Jadi pantas kita disebut sebagai Suku Maspul," beber Amiruddin yang juga akademisi UMI ini. (nur/sam)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 

Berita Lainnya

 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote