13 Desember 2016, 21:25:18 | Muhammad Nursam
FOTO: ISTIMEWA

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Festival Waria yang berlangsung di Kabupaten Bantaeng menuai banyak kecaman. Tidak hanya warga yang berdomisili di Bantaeng. Di Makassar sejumlah aktivis juga mengecam festival yang dinilai bertentangan dengan iman dan keyakinan yang dipeluk mayoritas warga setempat.

Salah satu lembaga yang mengecam keras pelaksanaan festival itu adalah Aliansi Mahasiswa Pengawal Bantaeng Religius. Mereka menggelar aksi unjuk rasa mengecam festival itu, Selasa (13/12) sore tadi.

Ketua Aliansi Mahasiswa Pengawal Bantaeng Religius, Munawir, menyampaikan, diadakannya festival itu bertepatan dengan momentum hari jadi Bantaeng yang ke 762 tahun yang jatuh pada 7 Desember lalu. Berakhir dengan sebuah pertunjukan kemungkaran yang dilegalkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng. "Ini jelas berujung pada tercabik-cabiknya nurani keimanan seorang muslim dan kearifan budaya masyarakat, Butta Toa, Tanah Tua, Tanah Bersejarah, tanah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius," tegasnya.

Festival itu, kata Munawir, digelar pada Sabtu malam (10/12). Sesuai jadwal akan diselenggarakan di Tribun Pantai Seruni karena mendengar riak-riak elemen warga Bantaeng mau membubarkan maka kegiatan tersebut dipindahkan di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng (Rujab).

"Ini sebuah ajang pertontonan memilukan rakyat Bantaeng yang belum pernah terjadi dalam sepanjang sejarah peringatan hari jadi Bantaeng. Inilah buah hasil kerja sama dengan Kerukunan Waria yang diketuai seorang pegawai Dinas Pariwisata. Kami menilai ajang ini sekaligus mencoreng marwah abdi negara," kritiknya. (*/sam)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 
 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Puas


Puas


Kurang Puas


  View Vote