17 Desember 2016, 15:27:14 | Rasyid
Ilustrasi

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR--Fakultas Kedokteran (FK) Unhas akan mengembangkan pusat keunggulan tuberculosis (TB). Keunggulan ini, kata Dekan FK Unhas, Prof Dr dr Andi Asadul Islam, SpBS, sebenarnya sudah berjalan, namun renewal (diperbaharui).

Dia mengungkapkan, TB masih merupakan masalah kesehatan dunia dan Indonesia masih termasuk negara dengan insiden TB tinggi (peringkat ke-3 setelah China dan India). Penyakit ini di Indonesia merupakan penyebab kematian ke-3 setelah penyakit jantung dan pernapasan akut pada seluruh kalangan usia. Hasil survei tahun 2010 menyebutkan, terdapat 239 kasus per 100.000 populasi.

FK Unhas mengembangkan ini, karena ahli paru yang dimiliki cukup. Unhas bekerja sama tripartite, yakni dengan Novartis dan Singapura, sehingga laboratorium FK Unhas terakreditasi internasional dengan adanya proyek tiga lembaga ini.

‘’Hanya saja, laboratorium itu masih bio safety level two untuk mengembangkan penelitian yang lebih jauh tentang TB, sehingga dibutuhkan laboratorium yang lebih baik. Dari jumlah publikasi internasional dan nasional tentang TB, FK Unhas, kalau boleh dikatakan, di Indonesia termasuk yang terbaik,’’ kata Asadul dalam rilis, Kamis, 15 Desember.

Sasaran FK Unhas, suatu saat ada dihasilkan vaksin TB dari Unhas. Yang dimiliki sekarang, bio savety level two, di butuhkan bio savety level three dan lima lab. Ini sama sekali belum ada. Peralatan lab ada, belum lengkap dan maintenance yang tidak ada, sehingga dibutuhkan dana untuk awal kira-kira bio savety level three lab dengan animal lab sekitar Rp7,5 miliar dan operasional disertai lab reagent (bahan reaksi) dan premi itu Rp 1 miliar per tahun. Sasarannya, kami sangat mengharapkan vaksin TB itu berasal dari FK Unhas.

Nilai ekonomis, vaksin mungkin tidak terlalu besar, namun nilai kesehatannya yang sangat penting. Jika bisa diturunkan angka prevalensi rate biasa, sekarang TB terutama Indonesia Timur, lebih-lebih di Papua, insidennya sangat tinggi. Jika vaksin jika diperoleh, ini sangat membantu kesehatan di Indonesia.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menambahkan dengan Taruna Ikrar, juga dipersiapkan kerja sama dengan University of California. Ada usulan untuk membuat Unhas untuk sebagai center disaster medicine. Saat ini sedang disusun proposal yang kelak akan diajukan ke USAID. Unhas sudah bekerja sama dengan Singhealth yang melahirkan trainer-trainer disease disaster management. Kita ingin menjadikan Unhas sebagai center disaster medicine management. (*/yan)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 
 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote