Pilot Citilink Tekad Purna Agniamartanto yang dijatuhi hukuman akibat mabuk sebelum terbang.

Pilot memang rentan terhadap godaan gaya hidup karena sering jauh dari rumah. Apalagi, mereka mampu menjalani gaya hidup tersebut. Tapi, karena itulah, pilot harus punya mental dan sikap tegas untuk menjaga profesionalitas mereka.

FAJARONLINE.COM, JAKARTA -- Kasus pilot Citilink Tekad Purna Agniamartanto menjadi contoh bagaimana rentannya awak maskapai penerbangan dari penggunaan psikotropika. Memegang banyak uang secara mendadak menjadi faktor utama. Tanpa mental kuat, mereka dengan mudah terjerumus dalam gaya hidup tak sehat dan membahayakan penumpang.

Sekretaris Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman menjelaskan, kemampuan finansial yang tiba-tiba meningkat berpotensi membuat seseorang yang punya pergaulan bebas mencoba hal-hal baru. "Seperti yang diketahui, dia baru bermasalah saat kemampuan finansialnya meningkat setelah diangkat sebagai kapten. Yang perlu saya tegaskan, ancaman itu ada untuk semua orang yang punya kemampuan finansial, bukan hanya pilot," terangnya.

Gerry menambahkan, hal tersebut memang bukan sesuatu yang bisa diatur regulasi. Sebab, hal itu bergantung pada mental masing-masing. Yang bisa dilakukan regulasi dan sistem hanya mencegah agar pilot-pilot seperti itu tidak sampai membahayakan penumpang.

"Kalau dibilang apakah ada selain pilot Citilink, saya yakin ada. Hanya, mendeteksinya tak mudah karena orang-orang tersebut bisa mencari celah. Yang bisa dilakukan maskapai adalah mengawasi dan melakukan random check seketat mungkin," jelasnya.

Pilot sekaligus pengamat penerbangan Manotar Napitupulu juga menyayangkan kejadian pilot Tekad. Menurut dia, kapten pilot harus bertanggung jawab terhadap keselamatan ratusan penumpang pesawat. Karena itu, mereka seharusnya bisa menjaga diri dari hal-hal yang membahayakan penerbangan.

"Pilot memang rentan terhadap godaan gaya hidup karena sering jauh dari rumah. Apalagi, mereka mampu menjalani gaya hidup tersebut. Tapi, karena itulah, pilot harus punya mental dan sikap tegas untuk menjaga profesionalitas mereka," tuturnya.

Kasus Citilink dinilai Manotar hanya sebuah permukaan. Sebab, masih terbuka kemungkinan oknum penerbang juga menggunakan zat-zat terlarang. Namun, yang masih menjadi pertanyaan, ada apa dengan sistem perekrutan maskapai yang meloloskan pilot seperti Tekad meski punya rekam jejak gelap dan bahkan kabarnya telah dilaporkan selama bekerja di Citilink.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan, Tekad diduga merupakan pilot yang dipekerjakan sebagai titipan salah seorang pejabat tinggi di Citilink. Mungkin karena hal tersebut, lanjut dia, pihak HRD tidak melihat rekam jejaknya dengan saksama. "Dari informasi yang saya terima, dia dapat rekomendasi. Jadi, bisa jadi background-nya tidak dicek lebih dalam," ujarnya.

Namun, hal itu tidak berarti Tekad tak diuji sama sekali. Menurut Alvin, pihak maskapai penerbangan tentu akan memastikan keterampilan menerbangkan pesawat seperti pilot lainnya. "Kalau skill, saya yakin Tekad ini sangat unggul. (bil/mia/c9/nw)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 

Berita Lainnya

 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote