30 November 2016, 21:53:24 | Muh. Hamka
Ilustrasi. (Int)

FAJARONLINE.COM,  PONTIANAK -- Irwanda Ahmad, 27, tergeletak di lantai indekosnya, Gang Ilham Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak Kota. Guru honorer di SMAN 7 Kota Pontianak itu tewas dengan luka dibagian dada. Dia ditikam pakai pisau hingga mengenai jantungnya.

Kekasih korban, Vr yang juga merupakan mahasiswi salah satu universitas di Kota Pontianak, sontak menangis histeris melihat korban sudah tak bernyawa.

Rakyat Kalbar (FAJAR Group) Rabu (30/11) melaporkan, Irwanda tewas di tangan Higinus Dhichy Putra, matan pacar Vr. Pelaku juga merupakan mahasiswa salah satu universitas di Kota Pontianak.

Usai membunuh Irwanda, pelaku Higinus mencoba melarikan diri. Karena keributan di indekos Vr itu sudah diketahui warga, Higinus pun tidak bisa ke mana-mana. Dia ditangkap dan dihajar warga, kemudian diserahkan ke Mapolresta Pontianak.

Sedangkan Irwanda sempat dibawa warga ke Rumah Sakit Mitra Medika. Namun, tim medis menyatakan dia sudah tidak bernyawa. Jasadnya pun dibawa ke Dokkes Polda Kalbar. Polisi melakukan visum serta berencana akan melakukan outopsi mayat korban.

Kasus pembunuhan ini berawal dari Irwanda berada di indekos pacarnya. Ketika berduaan di indekos, tiba-tiba Higinus datang. Higinus merasa masih menjalin hubungan asmara dengan Vr.

Melihat Irwanda bersama Vr, Higinus pun naik darah. Kedua pria itupun bertengkar di hadapan wanita pujaannya.

Melihat pacar dan mantan pacarnya bersitegang, Vr mencoba melerai. Bukannya berhenti, namun kedua pemuda itu malah berkelahi hingga Irwanda tersungkur ke lantai.

“Saat Irwanda jatuh, saya ambil pisau di dalam kamar dan langsung menikam dadanya,” kata Higinus yang berkelit membela diri.

Higinus mengaku sudah enam tahun pacaran dengan Vr. Namun, keduanya putus hubungan sekitar enam bulan lalu. “Orang tua saya dan mantan pacar saya sudah saling kenal. Jadi kalau ada apa-apa sama dia, saya yang selalu ditanya,” katanya.

Meskipun tak lagi pacaran, Higinus kerap mengunjungi mantan pacarnya itu. “Saya pasrah saja apa yang terjadi. Saya pun mengalami luka di pelipis,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan, kasus pembunuhan itu masih dalam penyelidikan jajarannya. (jpg/sam)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 

Berita Lainnya

 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote