07 Januari 2017, 05:03:12 | Muhammad Nursam

FAJARONLINE.COM, JAKARTA -- Data jumlah korban tewas atas insiden terbakarnya kapal Zahro Express diragukan keasliannya. Pasalnya, manifest penumpang kapal nahas itu tidak sesuai dengan jumlah yang diangkut.

Selain itu, tidak adanya fasilitas keselamatan yang memadai di dalam kapal, dan surat ijin pelayaran yang dikeluarkan otoritas pelabuhan tanpa dibarengi pengecekan dan pengawasan kondisi kapal maupun penumpang. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

Dari data pihak berwenang, korban tewas kebakaran Zahro Express sebanyak 23 orang. Namun, Eem agak meragukan data itu. Sebab, menurutnya, dengan tidak jelasnya manifest penumpang, bisa saja masih ada penumpang lain yang belum terdata dan belum ditemukan.

"Kita tidak mampu mendata karena dokumen administrasi yang dimiliki kapal tidak sesuai dengan kondisi riilnya. Ini peringatan bagi pemerintah, karena keselataman masyarakat yang menjadi penumpang adalah tanggung jawab pemerintah," tegasnya, Jumat (6/1). (rmol)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 

Berita Lainnya

 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote