12 Januari 2017, 12:06:19 | Rasid
Make Up Artis, Sri Rahayu Oktavia Arifin saat ditemui di studionya. Pemilik brand Okctha Craft ini menjadi perias artis, Bisma Smash dalam film Silariang. (ABE BANDOE/FAJAR)

Mendandani diri sendiri sudah menjadi kebiasaan oleh sebagian besar wanita. Namun, tak banyak yang menjadikan kebiasaan itu sebagai sumber penghasilan.

BAYU FIRMANSYAH
Jl. ST Alauddin

AWALNYA, Srirahayu Oktavia Arifin tak berpikir akan menjadi penata rias. Sejak kecil ia memang hobi merias wajahnya. Kebiasaan itu terbawa hingga ia berstatus mahasiswi jurusan bahasa Inggris di Unismuh Makassar.

Saat penulis menumuinya di studio foto Roemansah, Jl. Sultan Alauddin Makassar, Okta sapaan akrab wanita berhijab ini menceritakan perjalanannya terjun di usaha jasa mekap. Dimulai saat ia masih berstatus mahasiswi 2011 silam, Okta diminta merias wajah rekannya yang ingin tampil cantik saat diwsuda.

Okta sempat tidak percaya diri merias temannya yang tentunya ingin tampil maksimal saat prosesi wisuda. Namun, bermodalkan kebiasaan merias wajah sendiri, Okta memberanikan diri. Ternyata hasilnya cukup memuaskan.

"Awalnya ragu karena belum pernah mekap orang lain, apalagi saat itu saya belum tahu bagaimana menggambar alis. Tetapi setelah selesai saya dikasi upah Rp50 ribu," Okta.

Dari sini Okta mulai berpikir untuk menjadikan hobinya sebagai sumber pendapatan untuk menutupi kebutuhan kuliah. Dia akhirnya aktif menawarkan jasa mekap kepada setiap mahasiswi yang akan diwisuda. Selain menghasilkan, wajah calon wisudawati ini sekaligus menjadi tempat untuk mengasa kemampuanya sebagai penata rias. Maklum, Okta tak pernah belajar teori merias wajah atau berdandan.

Okta juga bergabung di divisi tari UKM Seni dan Budaya Talas yang merupakan salah satu lembaga kemahasiswaan di kampus biru itu. "Setiap mau pentas kita mekap sendiri, kadang saya yang makap temanku juga, dari situ banyak pengetahuan baru saya dapatkan, mulai dari jenis bedak, pensil alis, dan beberap jenis kosmetik lainya," ujarnya.

Setalah dirinya yakin untuk memulai usaha mekap, Okta kemudian menawarkan jasanya melalui media sosial, dan itu membuahkan hasil. Sambil kuliah, Okta banyak mendapatkan orderan, terutama saat musim wisuda. Tak seperti salon yang harus didatangi pelanggan, sebagai pemula, wanita kelahiran Makassar 1990 ini harus rela mendatangi pelangganya yang kebanyakan mahasiswi di indekos.


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 
 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Puas


Puas


Kurang Puas


  View Vote