Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dipulangkan oleh penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalteng, Jumat (6/1). Dia ditetapkan tersangka kasus perzinahan oleh polisi bersama pasangan selingkuhnya Farida Yeni . Foto: AGUS PRAMONO/KALTENG POS/JPNN.com

FAJARONLINE.COM -- Marak desakan agar Bupati Katingan Ahmad Yantenglie segera dilengserkan dari jabatannya.

Bupati yang digerebek saat berduaan di dalam kamar dengan perempuan cantik Farida Yani (FY) itu dinilai tidak pantas lagi menjadi pemimpin daerah.

Menanggapi desakan itu, dengan enteng dia mengatakan, aspirasi tersebut wajar-wajar saja.

"Itu lumrah, karena semua orang boleh menyampaikan pendapatnya begini, pendapatnya begitu. Wajar sajalah. Kita tidak jadi masalah," ungka Ahmad Yantenglie saat dijumpai wartawan di rumah jabatan bupati, Senin (9/1).

Namun yang jelas, sebutnya, masyarakat harus tetap menjunjung tinggi proses hukum yang sedang berlangsung.

"Orang bisa menuduh siapa pun boleh. Tapi harus dilihat duduk permasalahannya dulu seperti apa. Nanti kita lihat sajalah perjalanannya seperti apa," ucapnya, seperti diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group).

Ditanya apakah dirinya memutuskan mundur atau tetap bertahan duduk di kursi bupati, Yantenglie mengatakan, mundur dari jabatan bukan hal yang mudah.

"Pertimbangannya, alasan mundur apa. Dampak politingnya seperti apa. Bagi saya bertahan atau mundur itu hal yang gampang bagi saya pribadi," tukas Yantenglie.

Dia tekankan bahwa dirinya memercayakan kasus yang dialami kepada aparat penegak hukum.

"Nanti kita lihat saja perkembangannya seperti apa. Saya mempercayakan segala sesuatunya kepada penyidik. Sebab saya percaya negara ini berlandaskan hukum yang mampu mengungkapkan seperti apa kebenarannya," tegas bupati. (agg/oes)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 

Berita Lainnya

 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote