09 Januari 2017, 20:25:25 | Indra
Rel kereta api yang sudah didatangkan ke Barru mulai terlihat berkarat karena tak kunjung dipasang. (FOTO: RUSMAN NASARUDDIN/FAJAR)

FAJARONLINE.COM, BARRU - Proyek pembangunan rel kereta api tahap kedua mulai melambat. Penyebabnya harga pembebasan ganti rugi lahan masih menuai protes dari sejumlah warga pemilik lahan. Ribuan batang rel kereta api menumpuk dan mulai berkarat di kawasan pelabuhan Garongkong.

Protes warga rata-rata karena harga yang ditetapkan tim Appraisal tak sesuai dengan yang diharapkan pemilik lahan. Meski demikian pada prinsipnya warga setuju dengan jalur rel kereta api ini.

Kabag Pertanahan Pemkab Barru, Fadli R Fawae, menyatakan, protes warga soal nilai ganti rugi ini diarahkan ke tim appraisal. Setelah menerima laporan maka tim akan turun kembali ke lokasi bersama tim dari Badan Pertanahan.

Proyek jalur kereta api Trans-Sulawesi yang digagas oleh Presiden Joko Widodo ini sebenarnya sudah cukup jauh perkembangannya. Seperti pembangunan sejumlah fasilitas seperti jalur dengan lebar sepur 1435mm yang sudah hampir rampung, kedatangan 1 unit TMC buatan INKA ke sana, hingga melakukan rekrutmen masinis untuk warga Sulawesi.

Bahkan demi melancarkan proyek Jalur Trans-Sulawesi ini sampai harus menunda sejumlah proyek perkeretaapian di Pulau Jawa seperti elektrifikasi jalur Yogyakarta-Solo dan proyek double track Madiun-Kedungbanteng. Proyek yang dimulai pada 13 November 2015 lalu ini ditargetkan selesai pada 2019 mendatang. (rus/aci)


Apa Reaksi Anda?


Berita Terkait

 
 



Apakah Anda puas dengan kinerja Walikota makassar Moh Ramdhan Pomanto ?

Sangat Baik


Baik


Kurang


  View Vote